
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah mengantar kepergian Papahnya, Alson langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk menenamin istrinya.
Sedangkan Arvan saat ini tengah memandang Robert dengan detail di dalam pesawat.
Robert yang di tatap seperti itu, kini hanya cuek memainkan ponselnya untuk mengecek beberapa data perushaan.
"Berapa usiamu Robert?" tanya Arvan yang tiba-tiba penasraan dengan kehidupan asistenya yang terabaikan itu.
"50 tahun Lord, bukankah kita hanya berbeda 5 tahun saja," jawab Robert dengan malas. Baginya hal ini sangat-sangatlah tidak penting untuk di pertanyakan.
Arvan terlihat berpikir sejenak sebelum mennyampaikan maksudnya pada Asistenya itu. "Besok lusa kamu menikah dengan Gina," serunya yang tiba-tiba membuat Robert melongo tidak percaya.
"Ma,,maksudnya bagaimana Lord? Kenapa menikah dengan Gina?" tanyanya bingung dengan menyeritkan keningnya.
"Karna kamu sudah tidak mempunyai pilihan lain, bukankah kehidupanmu hanya di habiskan di sekeliling Gina? Dan lagi pula dia adalah wanita yang sempurna menurut saya, dia cantik,dia jenius,dan dia baik hati, cocok lah, dari pada kamu harus ku nikahkan dengan Haruka, robot wanita cantik yang ku ciptkan," balas Arvan dengan penuh semangat.
Robert semakin bingung dengan pernyataan Lord Masternya ini, "eihh mengapa tiba-tiba dia menjodohkanku? Lagian bagaimana mau mempunyai pilihan lain, jika dia saja tidak pernah memberikanku cuti," sinisnya dalam hati, memandang malas ke arah Arvan.
"Jangan mengumpatku, jika tidak kamu akan jadi perjaka tua seumur hidup, tanpa pernah tau nikmatnya Morena surga dunia," seru Arvan yang tau jika Robert sedang menghinanya dalam hati.
"Berapa usia Gina?" tanya Arvan lagi.
"Saya tidak tau Lord, mungkin sekitar 38 atau semacamnya," jawab Robert yang memang tidak mengetahuinya.
"Then goodlah dia masih bisa melahirkan keturunan kalian, tidak ada penolakan dalam perjodohan ini, besok kamu harus melamarnya, titik," tegas Arvan yang benar-benar sudah terlewat batas mencampuri urusan pribadi Asistenya.
Robert hanya diam saja menggelengkan kepalnya pusing, toh di lawan juga tidak akan membawakam hasil apapun. Keputusanya memang selalu mutlak di kerjakan.
"Kenapa kamu diam? Apakah kamu tidak bisa melamarnya? Apakah kamu tidak bisa bersikap romantis?" Cercanya memandang sinis ke arah Robert.
__ADS_1
"Bisa Lord, aman," balas Robert dengan malas.
"Oh jika begitu baguslah, besok lusa kamu siapkan sendiri pernikahaan kalian, aku sudah memberikan calon kan," seru Arvan yang membuat Robert ingin sekali melempar Lordnya ini keluar.
"Aku pikir dia akan memberikanku cuti jika aku ingin menikah, ternyata sama saja. Tetap aku yang menyiapkan semuanya sendiri," umpatnya lagi dalam hati. Melihat Arvan yang terfokus pada ponselnya sendiri.
Sedangkan di sisi lain, Alson terlihat mengusap lembut wajah istrinya yang tengah tertidur, setelah menangis semalam di pelukan Alson karna ketakutan. "Tidurlah sayang, hingga besok akan ada mentari pagi yang akan memberikan mu sebuah harapan kehidupan." Batin Alson memandang semu ke wajah Vika dengan lembut.
****
Keesokan harinya, terlihat Vika yang kini telah siap melakukan operasinya. Dan karna kekuatan dan kuasa Arvan serta Stella sebagai pemilik rumah sakit. Maka Alson mampu menemani Vika di dalam ruangan operasi.
"Tuhan, selamatkan lah istriku, berikanlah kami kehidupan yang baru," ucapnya dalam hati, sambil terus menatap ke arah istrinya yang sedang di operasi itu dengan harap cemas.
Berselang waktu lama, Stella kini tersenyum ke arah Alson yang sedang terduduk dengan tegangnya. "Tenanglah, operasinya sudah selsai, kita hanya tinggal menunggu hasilnya saja, dan Aunty yakin jika ini semua sudah sesuai rencaana, wanitamu ini akan bisa melihat lagi," seru Stella yang membuat Alson tersenyum bahagia.
"Benarkah Aunty?" Tanyanya dengan antusias.
"Tidak Aunty, hanya saja Alson merasa tegang hingga tidak menyadari semua ini," balasnya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Itu wajar, karna seumur hidup Aunty, baru dua kali Aunty melihat suami yang menemani istrinya operasi," Jawab Stella.
"Dua?" Tanya Alson.
"Iya dua," jawab Stella.
"Aiden bahkan lebih protektif dari pada kamu, dia bahkan menginginkan istrinya lumpuh seumur hidup di bandingkan harus menyelamatkanya, benar-benar kan anak itu, sudah sakit jiwa dia." seru Stella yang juga merasa bahwa Putranya itu agak aneh.
Aiden lebih suka melihat Freya tidak berdaya di bandingkan istrinya itu bisa melakukan apapun sendiri.
"Ahh begitu ya Aunty, mungkin itu karna dua takut kehilangan istrinya," Balas Alson yang mengerti jika Aiden tidak ingin kejadian Briell terulang kembali.
__ADS_1
"Maybe," sahut Stella.
Setelah itu mereka berberes dan bergegas keluar dari ruangan operasi. Vika bahkan sudah terlihat di antar ke ruang pribadi khusus di lantai 15.
Kamar inap yang memang di khususkan untuk pemilik ataupun keluarga rumah sakit memang di sediakan di lantai 15 hingga 20. Membuat mereka tidak perlu memasuku ruang VVIP karna ruangan mereka melebihi ruangan mewah itu. Bahkan ruang inap rumah sakit khusus keluarga saja mereka buat seperti Hotel yang berharga puluhan juta setiap malamnya.
Ketika Alson keluar dari ruang operasi, Veli dan Vita dengan cepat menghampirinya, "bagaimana keadaan Vika al? Tanya Veli dengan khawatir.
Alson tersenyum memandang Ibu mertuanya yang telihat sudah menghangat kepadanya, "dia baik-baik saja Bu, sebentar lagi dia akan bisa kembali seperti sedia kala, ibu tenang saja ya," jawab Alson dengan lembut. Hingga menyentuh ke lubuk hati Veli yang paling dalam.
Vita langsung menghambur ke dalam pelukan Alson, "terima kasih Papah," serunya sontak membuat hati Alson seperti bergejolak kegirangan.
Alson menundukan tubuhnya berlutut dan mensejajarkan dengan Vita anak tirinya itu, "ulangin sekali lagi Nak," pinta Alson dengan lembut menangkup kedua wajah Vita.
"Papah, kamu adalah Papah kedua ku setelah Papah Jendra, kalian adalah Papah ku, dan Vita mencintai kalian," ucap Vita yang kembali memeluk Alson itu.
Alson terharu dengan kebesaraan hati Vita yang dengan lapangnya menerima Papah baru di kehidupanya. "Kamu anak Papah Alson, terima kasih sudah menerima Papah Nak, Papah menyayangimu," balas Alson dengan sayang, membuat Veli menangis haru melihatnya.
"Kamu dan Mamah asalah wanita hebat sayang, Papah bangga bisa masuk ke dalam keluarga kalian," batin Alson yang sangat menggumi sosok Vika. Meskipun dia hanyalah seoarng single mother, tapi dia mampu mendidik putrinya hingga menjadi pribadi yang baik hati dan penuh kelembutan.
"Kamu memang Hot motherku sayang, aku mencintaimu," ucapnya lagi dalam hati. Sambil terus memeluk tubuh mungil anak tirinya tersebut.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra