
🌹 Happy Reading 🌹
Robert yang masih bisa menahan hasratnyq kini lebih memilih untuk duduk di sofa menahan semua gejolak kenikmatan yang luar biasa.
Sedangkan Gina saat ini tengah bergoyang-goyang bagaikan cacing kremi yang menunggu sentuhan dari Robert.
"Ahh, Tuan ayo dong Tuan, apa aku kurang sexy, apa aku kurang bohay," rancau Gina dengan lanjinya membuat Robert menelan salivanya kasar.
Gina mulai mendekat ke arah Robert, dan duduk di sampingnya, mata Robert melebar seketika di saat melihat gunung kembar yang terlihat belahanya itu.
Karna pengaruh obat perangsang, Gina menyentuh tangan Robert yang sudah mati-matian menahan hasratnya, dan meletakanya di atas gunung kembarnya, membuat Robert gemetar ketakutan.
"Ayo dong Tuan, kita Morena," ajak Gina dengan sedikit menyaringkan suaranya.
Dan tanpa mereka sadari jika di luar sedang ada Arvan dan Mario yang menguping mereka dengan menggunakan gelas yang menempel di pintu. "Kenapa mereka begitu lambat sekali? Sudah beberapa menit ini masa gak ada suara desahan," ucap Mario dengan terus menempelkan telinganya.
Arvan juga kesal lau menggedor pintu itu, brrukk,,brruukk,,bruukkk, "kalo kalian gak Morena sekarang juga, aku pecahkan kepala kalian berdua," ancamnya dengan ketawa cekikikan.
Namun tawa Mario berhenti ketika melihat dua sosok mengerikan di belakang Arvan. "Hahaha bodoh kan mereka, Morena aja mesti di pandu," tawa Arvan yang tidak menyadari sosok di belakangnya.
Mario langsung menghentikan kegiatanya, dan membuang gelas tadi ke sembarangan arah, berbeda dengan Arvan yang merasakan bulu kuduknya yang berdiri, merasakan hawa dingin di belakangnya, "sudah selesai nguntit orangnya?" tanya suara di belakang yang sontak membuat Arvan tegang seketika.
__ADS_1
"Mamah sayang," lirihnya melihat sosok Jenni dan juga Eden yang tengah berkacak pinggang.
Eden yang kesal langsung mencubit perut Mario dan menyeretnya masuk ke dalam kamarnya sendiri, "addduuhh ampun Sayangg, ini di luar kendali,,aaahhhrrhhhfg saayng," jerit Mario dengan nyaring, membuat Arvan menelan salivanya kasar.
"Ehm Mah, sepertinya Papah ada sedikit kerjaan," ucapnya meletakan gelas di tangnya itu pelan-pelan di lantai.
"Papah pamit permisi dulu ya," pamitnya pada Jenni yang masih menatapnya dengan tatapan membunuh.
Dengan kesal Jenni mengeluarkan pistol di tanganya dan mengeker ke arah Arvan, "kalo kamu gak mau masuk ke kamar sekarng, aku tembak kukubirdmu," ancamnya yang membuat Arvan meringis menutupi alat pamungkasnya.
Dan di saat itu Alson lewat dengan membawa sebuah air di tanganya, "ada apa ini Mah? Mamah mau tembak kukubirdnya Papah?" tanyanya dengan polos.
Arvan kembali meringis menatap ke arah Jenni. Dan mengangakat tanganya tanda dia menyerah.
"Jalan!" Perintah Jenni yang terus menodongkan pistolnya ke arah Arvan melangkah kamarnya.
Sedangkan Di dalam kamar Robert kini sudah berlari kejar-kejaran dengan Gina.
"Berhenti,berhenti, jangan perkosa aku," teriak Robert yang berlari mengelilingi tempat tidur karna di kejar oleh Gina.
Meskipun dalam pengaruh obat peransang Robert masih bisa menahanya dan sadar akan tindakan Gina yang sudah telewat batas ini.
__ADS_1
"Ayo dong Tuan, kita mantap-mantap Morena, ahhh," ajak Gina sambil menggoyang-goyangnkan pinggulnya.
Robert memelas memeluk tubuhnya dengan erat. "Berhenti Gina, sadarlah jangan perkosa aku, aku masih perjaka." Lirihnya memohin pada Gina yang ingin menyentuh tubuhnya.
Namun Gina tidak perduli itu, dia malah membuka seluruh pakaianya tepat di depan Robert dan berakting bagaikan miyabi jepang.
"Cepatlah, nanti kita gak jadi malam pertama," bentak Gina kesal karna Robert yang begitu lambat.
"Berhenti Gina, aku masih perjaka, jangan bodoh kamu, sadarlah," jawabnya dengan terus memeluk tubuhnya dengan erat.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
__ADS_1