
🌹 Happy Reading 🌹
"Bbuuu,,ibbbu, Vikaa pulang." Teriaknya dari luar ketika baru memasuki perkarangan rumah mewahnya.
Vika berhasil mencukupi seluruh kebutuhan keluargnya menjadi lebih dari cukup.
Tidak sia-sia dia bekerja dari satu negara ke negara lainya hanya untuk mendapatkan kelayakan di mata masyarakat.
Selama ini semua teman kampus dan kerjanya hanya bisa mengatakan dan menghinanya sebagai orang miskin yang tidak berguna.
Namun semua hinaan itu semakin membuat Vika bertambah semangat dan yakin jika dia akan sukses nantinya.
"Mamah," teriak suara anak kecil yang berlari dari dalam.
Dan ketika dia sadar, anak itu langsung mentup mulutnya. "Oopsss sorry kakak," seru Vita yang lupa jika di luar rumah dia mengganti panggilan Vika dengan sebutan kakak.
"Hallo By," sahut Vika memeluk tubuh putrinya dengan tersenyum dengan tingkah Vita itu.
"Vita kangen banget Mah." Imbuh Vita sambil memeluk tubuh Vika dengan begitu erat.
Cuuupp, "Mamah juga sangat-sangat merindukan putri kesayangan Mamah ini," balas Vika tak kalah sayang dengan putrinya.
"Ehem--ehem, kayanya kalo ada Mamah datang Bunda di lupakan nih." sindri Veli yang merasa kalah saing dengan putrinya ketika mendapatkan kasih sayang dari cucunya.
Vika dan Vita tertawa mendengar sindiran itu, "Ibu, Vika kangen banget sama Ibu." seru Vika sambil berjalan melangkah menghampiri ibunya.
Veli menerima pelukan hangat dari putrinya itu, "bagaimana hari mu Nak?" tanya Veli yang selalu ingin memastikan kenyamanan putrinya itu.
"Not bad Bu," jawabnya dengan santai.
Vita merasa cemburu melihat Mamah dan Bundanya ini saling berpelukan namun tidak membawa dirinya.
"Sepertinya sekarang Ibu dan anak ini telah melupakan cucunya." keluh Vita yang membuat Vika beralih ke arahnya. "Oh my wonderfull life, my angel," seru Vika lalu menggendong putrinya dan menciumi pipi anaknya dengan gemas.
"Hahahhaha geli Mah, hahahha ikhh Mamah." Tawa Vika dan Vita yang terdengar indah di telinga Veli.
__ADS_1
Rasanya kebahagian seperti saja sudah cukup bagi mereka tidak perlu lagi ada penambahan atau kekurangan. "Teruslah tersenyum Vika, ibu selalu akan mendampingi melewati seluruh masa-masa sulitmu." gumam Veli dalam hati yang memandang kepada Ibu dan Anak yang benar-benar saling menyayangi.
Meskipum Vita hadir karna sebuah kesalahan, Vika tidak pernah menyayangkan kehadiran putrinya itu, dia malah bersyukur karna dengam lahirnya Vita, kehidupanya berubah drastis, sifat yang dulunya penakut dan pemalu, sekarang sudah berubah menjadi, percaya diri, berani, dan juga galak.
"Vika, Vita ayo makan dulu, jam makan siang sudah lewat, nanti kita telat lagi," panggil Vila yang mengajak anak dan cucunya untuk makan siang.
Vita langsung menoleh pada mamahnya. "Memangnya kita mau kemana Mah." Tanyanya dengan pelan.
Vika tersenyum sinis pada Vita. "Ehmm ada deh, kepo deh, yuk makan dulu." imbuhnya yang membuat Vita memutar bola matanya malas. "Mulai deh rahasia-rahasiaan." lirihnya pelan, dan langsung melangkahkan kakinya ke meja makan meninggalkan Vika dan Veli di belakangnya.
Veli mempercepat langkahnya dan menyusul Vita yang sudah duduk di meja makan, sedangkan Vika kini masih berdiri menatap jauh kepada putrinya yang saat ini sedang tertawa riang dengan Veli. "Terima kasih Tuhan, karna sudah mengirimkan aku satu malaikat kecil di tengah kesendirian ini, Vitaku yang begitu manis, yang tidak pernah memiliki prasangka buruk terhadap orang lain, setidaknya jangan buat anak ku membenci siapapun Tuhan, dia adalah putri yang baik," gumamnya dalam hati, mengingat betapa baiknya Tuhan mengirimkan seorang anak berhati bersih seperti Vita.
Bahkan di usianya yang masih kecil, Vita hanya pernah sekali menanyakan tentang keberadaan Papahnya, dan Vika hanya mengatakan jika Papahnya itu ada namun sudah bahagia dengan wanita lain. Bukan maksud seperti apa, Vika mau anaknya itu tidak terlalu kaget untuk ke depanya nanti, jika dia mengatakan Papahnya meninggal itu adalah bohonh dan bukan tidak mungkin jika suatu saat Jendra datang dan mengatakan semua kebohongan Vika di depan putrinya.
Takutnya anaknya nanti akan bermasalah dengan pisikis dan tidak mau percaya lagi.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, kini waktu telah menunjukan puku 4.00pm, dan saat ini mereka tengah berada di perjalanan menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk mengajak Vita liburan walau hanya di Mall saja.
Sesampainya di Mall, Vita begitu antusias sekali, hingga dia berlari tanpa henti. "Vita tunggu, nanti kamu hilang," panggilnya pada putrinya yang tidak di hiraukan.
"Vita tunggu, Vita jangan lari sayang nanti kamu jatuh." Teriak Vika namun tak di dengar oleh Vita karna begitu banyak suara yang lain.
Hingga dirinya masuk ke dalam satu ruangan namun tidak tau apa. "Apa ini?" tanyanya dan mulai menangis takut karna di saat dia menoleh dia tidak mendapatkan Mamah dan Bundanya.
Dia keluar lagi dari ruangan itu dan menoleh ke kanan dan kiri. "Mamah, Bunda," teriaknya dengan suara yang gemetaran.
Vita memanglah anak yang pintar, namun dia minim jika di suruh mengingat jalan pulang dan berintraksi langsung dengan banyak manusia seperti ini.
Karna Vita memang jarang keluar rumah jika tidak bersama Mamah atau Bundanya, dan itu membuatnya takut hingga gemetaran seperti saat ini.
"Hisskkk,,hisskk, Mamah,,Nenek." Tangisnya lagi sambil berjongkok di situ, menunggu Vika atau Veli datang mengambilnya.
Dan tiba-tiba saja ada sosok yang datang menghampirinya. "Hey gadis kecil, are you okay?" tanya sosok itu.
Namun itu semakin membuat Vita menangis kencang ketakutan karna mengira jika pria ini adalah seorang penculik anak.
__ADS_1
"Huaaa,,om jangan culik saya om,,saya gak nakal,hisskk."'tangisnya dengan suara nyaring membuat orang-orang sekitarnya memandang ke arah Vita dan pria itu.
Pria itu terlihat panik takut di sangka dirinya penculik beneran. "Jendra, nama Uncle Jendra, dan Uncle bukan penculik," ucapnya pelan memperkenalkan dirinya pada Vita.
"Lalu kalo Uncle bukan penculik, bantuin Vita dong Uncle, cariin kakak dan Bunda Vita." Mohonya pada Jendra.
"Memangnya Kakak dan Bunda kamu kemana Vit?" tanya Jendra lagi dengan selembut mungkin.
"Kakak dan bunda ada di-"
"Vita, kamu tuh dari mana aja sih Mamah tuj khawatir tau gak sih." seru Vika yang langsung datang memeluk tubuh putrinya sangking takutnya jika putrinya itu hilang.
Bahkan dia tidak menyadari sosok pria yang begitu dia hindari ada di belakang, dan lebih parahnya lagi mendengar ucapan Mamah dari mulutnya.
"Vita jangan buat Mamah khawatir seperti ini dong sayang, Mamah takut kamu hilang tadi." ucapnya lagi semakin memperjelas statusnya sebagai orang tua Vita.
"Mamah." sahut suara pria yang ada di belakangnya sontak membuat Vika menyadari jika dia begitu panik dan salah ucap.
"Kamu Mamah dari anak ini?" tanya pria yang ada di belakangnya.
Membuat Vika membalikan tubuhnya dan menatap tajam ke arah pria yang begitu kepo itu.
Deeeggggg jantung Vika serasa mau lepas saat ini melihat siapa sosok yang berada di hadapanya saat ini. "Ka--mu." Lirihnya pelan dan membuat sosok itu tersenyum sinis.
Vika dan Veli
To be continue.
*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra