Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 41


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


"Arvan, di dunia ini kita tidak bisa menentukan kepada siapa manusia akan berpasangan dan berjodoh, kamu tidak menghalangi kesucian cinta yang telah Alson bangun dengan susah payah, kamu sudah salah Son," ucap Amanda dengan lembut.


Arvan langsung bangkit dari tidurnya dan menatap wajah Mamahnya dengan dalam, "Mah, Arvan sangat kecewa ketika mengetahui jika wanita yang di cintai oleh putra Arvan itu sudah tidak mempunyai kehormatan, Alson ku begitu berharga untuk wanita seperti itu Mah," balasnya yang membuat Amanda tersenyum dengan manis.


Amanda melirik ke arah Andreas sekilas, dan kembali menatap ke arah putranya, "Arvan, apakah kamu tau jika dulunya Mamah juga sama seperti Vika," ucap Amanda yang membuat Arvan menyeritkan keningnya bingung.


"Maksud Mamah apa?" tanyanya tegas, dengan menoleh ke arah Mamah dan Papahnya secara bergantian.


Andreas menghela nafasnya kasar, lalu menggengam tangan Arvan dengan lembut, "dulu Mamah juga adalah korban dari percintaan remaja yang mengakibatkan dia hamil di luar nikah dan di usir oleh keluarganya, lalu Papah menemukan Mamah yang sedang tertidur di pinggir jalan, dan mengajaknya pulang ke Mansion, dan bekerja di Mansion, hingga akhirnya Papah jatuh cinta dengan Mamah dan mengetahui keadaanya yang tengah hamil, dan berniat untuk menikahinya, awalnya Kakek kamu Wilson, menentang hubunga kami, namu karna dia tau jika Amanda adalah wanita yang baik-baik, namun hanya karna kebodohan remajalah yang mengakibatkanya seperti itu, maka lama kelamaan Kakek Wilson merestui hubungan kami." seru Andreas menjelaskan pada Arvan.


"Lalu apakah bayi itu adalah Arvan Pah ?" Tanyanya dengan suara bergetar menahan sakit.


Andreas menggelengkan kepalanya singkat sebagai jawaban.


"Terus jika bukan Arvan, yang mana anak kesalahan Mamah ?" tanyanya begitu penasaraan.


Amanda memandang lurus ke depan dengan mengingat kejadian masa lalu, "dulu kamu itu memiliki seorang kakak perempuan, namun karna dia terlahir dengan kelainan jantung, hidupnya hanya sementara saja, tak sampai beberapa bulan dari hari kelahirnya dia pergi untuk selamanya, dan setahun kemudian barulah kami mendapatkanmu," Jawab Amanda dengan lembut namun masih sulit di cerna oleh Arvan.


"Maknanya?" tanyanya lagi meminta untuk Daddy dan Mamahnya itu langsung pada intinya.

__ADS_1


"Jangan pernah menghalangi kebahagiaan dari putramu, ikhlas dan restuilah mereka, sehina-hinanya wanita, tetap saja dia adalah seorang wanita yang pantas mendapatkan kebahagian dengan pria yang mencintainya dan menerimanya apa adanya," ucap Andreas menasehati putranya.


"Jika kamu ingin bahagia di dalam hidup ini, maka tetapkan gol yang mengendalikan pikiranmu, berusaha untuk membebaskan semangat mu,dan menyerahkan semua harapanmu padanya, karna kebahagiaan bukanlah sesuatu yang mudah dibuat begitu saja, semua . Itu datang dari balasan atas perbuatan mu itu sendiri. Dan ketika apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu lakukan berada dalam satu harmoni, karna tiga hal yang paling penting untuk sebuah kebahagiaan dalam kehidupan ini adalah sesuatu yang untuk dilakukan, sesuatu yang untuk dicintai, dan sesuatu yang untuk diharapkan, dan oleh sebab itu berbahagialah untuk saat ini, karna momen ini adalah hidupmu, maka gunakanlah sebaik mungkin hingga semua kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya." ucap Amanda yang juga memberikan sebuah penerangan kepada putranya.


Arvan menganggukan kepalanya mengerti, dia tersadar jika saat ini dia sudah begitu keluar dari Zona amanya, "dan ingat Arvan, Mamah paling tidak suka jika kamu berani membentak dan membuat adik serta istrimu menangis, terutama Shea, Mamah tidak menyukai itu, dia adik kamu, Jenni adalah istri kamu, dan Alson adalah Anak kamu. Menerima Vika dan Vita bukan berarti kamu mengabaikan atau membuat ketidak adilan pada Griffin, bukan! Hanya saja suatu saat Griffin akan mengerti tentang apa yang terjadi serta kasih sayang mu yang tak pernah untuknya. Kamu harus berusaha untuk berbuat adil dengan kedua putramu." Sambung Amanda yang memberikan peringatan kepada putra sulungnya itu.


"Hiduplah seperti air yang mengalir nak, ikuti saja arusnya kemana dia akan membawamu, hartamu tidak akan habis jika hanya menerima Vika sebagai menantu, tidak ada lagi yang kamu butuhkan. Karna harta dan tahta sudah kamu miliki, jika suatu saat ada yang menghinu karna menantumu ini, maka itu adalah PR buat kamu untuk melindungi cucu menantu Daddy, apa kamu mengerti Arvan?" Seru Andreas lagi yang mendapat anggukan kepala dari Arvan.


"Bagus jika begitu, Mamah dan Daddy harus segera pergi sekarang, sudah saatnya kamu kembali dan memperbaiki semuanya, dan jangan lupa minta maaf sama Adik, istri dan outramu, oke," ucap Andreas dengan mengusap lembut kepala putranya.


"Hemm, baiklah," jawab Arvan dengan lemas.


"Bye sayang," pamit keduanya yang hilang bersamaan dengan bayangan putih menyinari pandangan Arvan.


"Papah," seru Alson yang melihat Arvan terbangun dari pingsanya.


Stella yang tertidur menunggui kakanya tersadar, kini terbangun dan dengan sigap mengecek kembali suhu tubuh kakaknya itu, "kakak, Are you okay?" tanya Stella dengan lembut.


Arvan menoleh dan memandang ke arah wajah adiknya yang selama ini begitu dia sayangi, namun akhir-akhir ini dia bentak tak karuan, "Shea," lirihnya langsung memeluk tubuh adiknya dengan menumpahkan segala kesedihanya.


"Maafin kakak Shea, maafin kakak karna sudah berani membentak dan menyakiti hatimu, sunggu maksud kakak tidak seperti itu," ucapnya menangis memeluk tubuh adik yang begitu dia sayangi.

__ADS_1


"Shea maafin kakak, tapi-" ucapnya terputus dan melepaskan pelukan itu, lalu memandang ke arah Alson yang tengah tertunduk menahan tangisnya agar tidak tumpah kembali.


"Alson, sini Nak," panggil Arvan meminta Alson untuk masuk ke dalam pelukanya.


Dengan ragu Alson memeluk tubuh Papahnya, "Papah, kembalikan Vika Pah, Alson mencintai dia, Alson mencintainya Pah, tolong restui kami, sunggu Alson hanya ingin bersamanya," tangis Alson pecah di dalam pelukan Papahnya.


Arvan menganggukan kepalnya pelan menjawab permintaa putranya, "maafin Papah nak, Papah akan kembalikan Vika kepadamu, Papah janji, asal kamu juga janji untuk tidak mengambil langkah untuk mejadi seorang Mafia, Papah tidak ingin kehilangan kamu seperti Albert adik kamu," lirih Arvan dengan menumpahkan segala isi hatinya.


Dengan pelan Alson melepaskan pelukanya dan menatap ragu ke arah Papahnya. "Kenapa Papah tiba-tiba berubah? Tadi Papah marah dan sekarang Papah menangis dan merestui kami, coba Papah ingat-ingat, nama aku siapa?" Pertanyaan konyol yang di lontarkan Alson di sela-sela tangisnya.


"Entahlah kamu siapa?" Tanya Arvan balik berpura-pura lupa.


Alson menatap Arvan dengan bingung lalu menatap ke arah Stella, "kalo ini siapa? Tadi Papah nyebut nama Shea, berarti Papah tau nama panjangnya Aunty ini kan," tanya Alson lagi yang sama sekali tidak curiga jika Papahnya ini sedang sandiwara.


"Shea Markona kan," jawabnya dengan enteng.


Plaaakkkk Stella yang kesal langsung memukul lengan kakaknya, "bagus amnesia aja gak papah, ntar Jenni aku kawin sama temanku aja biar dia gak jadi janda karna suaminya mendadak amnesia." Ancam Stella dengan raut wajah mengintimidasi.


"Heheh iya-iya, nama kamu Adalah Auristella Florenshea Manopo , dan yang ganteng ini adalah Alson Emilio Manopo, putraku," balasnya dengan wajaah yang terlihat mulai menghangat.


Visual favorite Mimin nih, Daddy Andreas dan Mamah Amanda, 🥰

__ADS_1


Yang gak terima silahkan terhempas jauh-jauh😌😌



__ADS_2