Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 63


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Ke-esokan harinya terlihat Vika yang sedang mual-mual akibat kehamilanya. Membuat Alson yang mendengarnya menjadi panik seketika.


"Hueekk,,hueekk,,hueekk," Vika terus memuntahkan apapun yang berada di dalam perutnya dengan terus menerus.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja? Atau perlu ku panggilkan dokter?" tanya Alson dengan wajah yang pucat.


Dia tidak tega melihat istrinya yang menderita seperti ini. Namun Vika hanya membalasnya dengan senyuman.


Lalu dia duduk di atas closed dan memeluk pinggang suaminya erat, dan menyenderkan kepalanya di roti sobek suaminya.


"I'am fine sayang, I'am fine," tangisnya menaha setiap gejolak di perutnya. Namun dia berkata bahwa dia sedang baik-baik saja.


Alson mengelus lembut rambut istrinya, lalu menggendongnya keluar dari kamar mandi, dan berbaring di atas tempat tidur.


"Apa ada yang sedang kamu butuhkan sayang?" tanyanya lembut.


Vika menggelengkan kepalanya pelan, namun sepertinya dia tau apa masalahnya, "sayang sebenarnya aku selalu merasa mual jika berdekatan dengan mu, boleh tidak kamu menjauh dulu dari aku?" tanya pelan, takut menyinggung suaminya.


Dan benar saja, Alson langsung membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Vika, "sayang kamu lelah, lebih baik kamu tidur ya," pinta Alson, dengan kembali memeluk tubuh Vika.


Namun gejolak di perut Vika semakin menjadi, setelah berusaha di tahan, kini bahkan dia muntah sebelum beranjak ke kamar mandi.


Bahkan dia sudah muntah di atas tempat tidur, "jangan mendekat sayang, aku mual nyium baumu," bentak Vika yang kesal karna Alson tak percaya padanya.

__ADS_1


Alson masih belum memahami apa maksud dari kata-kata Vika yang mual ketika mendekatinya.


"Sampai kapan sayang?" tanyanya datar, merasa sedih dengan apa yang di minta oleh Vika.


Melihat suaminya yang sedih seperti itu membuat Vika tidak tega melihatnya, dan mencoba mengalah untuk bertahan di dekat suaminya.


"Peluk aku," pinta Vika yang terlihat merenggangkan tanganya.


"Tapi sayang, bukanya tadi kamu bilang-," ucapnya terputus karna Vika langsung memeluknya.


Meskipun dia merasakan mual yang teramat, namun dia mencoba untik menahanya.


Alson langsung membawanya ke kamar lainya, sambil menunggu kamar ini di bersihkan terlebih dahulu.


"Huekk,,hueekk,,hueekk," Vika kembali muntah, karna tidak suka berada di sekitaran Alson.


Jenni yang mendengar itu, langsung segera menghampiri Vika dan Alson yang ingin memasuki kamar sebelahnya.


Dan tak lama kemudian, Arvan juga muncul dengan menggunakan Jas kebesaraanya, karna dia ingin berangkat ke Kantor seperti biasanya.


"Ada apa ini?" tanya Arvan yang langsung membuat Jenni menoleh ke arahnya.


"Vika mengalami morning sicksness, dan sepertinya ini sangat parah," sahut Jenni memberitahukan pada suaminya.


"Arvan terlihat menghubungi seseorang dan tersenyum ke arah Vika dan Alson yang sedang menatapnya lembut.


Namun karna tak mau menunggu Alson segera menggendong tubuh Vika masuk ke kamar itu, dan menidurkanya. Setelah itu dia beranjak pergi karna sedari tadi dia merasa diri, jika istrinya ini sakit karna-nya yang keras kepala terus memaksakan diri berdekatan dengan Vika.


Alson melangkahkan kakinya ke ruang makan, dan terlihat Jenni dan Arvan yang sudah menunggunya sedari tadi.

__ADS_1


"Daddy Mario dan Mommy Eden kemana Dad?" tanyanya mengalihkan pandanganya ke sekitar.


Arvan menoleh sekilas ke arah Alson dan kembali fokus pada makananya, "mereka sudah kembali ke Paris, karna Brio dan Brina yang memang tidak bisa di tinggal lama, dan mereka yang tidak mau pindah ke Italia, jadi terpaksa Mario dan Eden yang harus kembali," jawabnya dengan santai.


Alson menganggukan kepalanya pelan, dan terlihat dirinya yang juga ingin menyampaikan keinginan istrinya.


"Pah, Alson dan Vika juga ingin izin pindah kembali ke Indonesia. Karna sedari kemarin Vita dan Vika selalu uring-uringan untuk kembali ke sana Pah, mungkin saja Vita sudah kangen dengan teman-temanya," serunya dengan sedikit gugup.


Arvan yang mendengar permintaan anaknya itu kini memberhentikan makannya sebentar, "nanti Papah pikirkan permintaanmu," balas Arvan, dengan wajah yang dingin.


Lalu dia beralih pada Jenni yang masih terdiam, tidak berani menyela pembicaraan suaminya ketika serius seperti ini, "Sayang, Tas Papah," pintanya pada Jenni.


"Ini Pah, hati-hati ya," ucap Jenni lembut, lalu memberikan ciuman di bibir suaminya.


Di lanjutkan dengan Alson yang juga memeluk Papahnya, "baik-baik di Mansion, di jagaian istrinya itu," pesan Arvan sebelum berangkat.


"Siap bos," jawab Alson yang membuat suasana kembali hangat.


"Papah pergi dulu ya, nanti akan ada dokter yang kesini untuk memeriksa Vika," ucapnya sebelum melangkahkan kakinya pergi.


"Baik Pah," jawabnya lagi.


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2