
🌹 Happy Reading 🌹
Setelah menghabiskan waktu malam dengan berenang bersama tadi, kini Alson dan Vika sudah berada di depan rumah Vika.
Dan dari dalam rumah Veli mengintip mereka berdua di jendela, lalu memilih untuk menghampiri mereka.
"Makasih ya, saya,,ng," ucapnya dengan gugup memanggil Alson dengan sebutan sayang, karna ini merupakan hal yang pertama kali baginya.
Jika bukan karna Alson yang ngambek tidak mau makan malam tadi, Vika merasa sangat jijik sekali dengan panggilan itu.
"Sama-sama sweetheart, besok pagi aku jemput ya," balasnya yang tersenyum sambil mengacak lembut puncak kepala Vika.
"Alvika masuk kamu!!" Teriak Veli yang baru saja keluar secara tiba-tiba mengagetkan Alson dan Vika.
"Ibu kenalin ini Al-"
"Ibu bilang masuk Vika!!" Bentak Veli dengan tegas ke arah putrinya dan menatap tajam ke arah Alson.
Alson dengan perasaan canggung masih berusha untuk tersenyum ramah pada Ibu Veli ini. "Malam Aunty maaf saya-"
"Jauhin putri saya!" Pintanya tegas sebelum Alson menyelesaikan kalimatnya.
Dan ucapan Veli itu sontak membuat Vika dan Alson saling memandang satu sama lain. "Maksudnya bagaimana Aunty? Saya tidak mungkin menjauhi Vika karna Dia adalah cinta saya Aunty, kenapa aunty meminta saya untuk menjauhi Vika ? Apa kurangnya saya Aunty? Jelaskanlah dan saya janji akan berubah." Jawabnya dengan bersungguh-sungguh, membuat Vika terharu dan meneteskan air matanya melihat sikap Alson yang sungguh-sungguh mencintainya hingga sedemikian rupa.
"Bu ini ada apa sih bu? Kenapa ibu tiba-tiba saja melarang Vika dekat dengan Alson bu? Bahkan ibu belum mengenalnya kan," sahut Vika yang juga merasa jika ibunya ini tidak adil.
"Vika apa kamu lupa dia siapa dan kamu siapa? Harusnya penghinaan Jendra dulu kamu bisa jadikan contoh kehidupan untuk saat ini, apa kamu lupa bagaimana diri kita dan bagaimana dirinya, maaf Tuan Alson tapi kami tidak ingin bersangkut paut dengan Anda, maka silahkan jauhi anak saya sebelum bencana akan kembali datang, biarkan anak saya bahagia dengan pria yang biasa-biasa saja bukan pria kaya raya seperti anda." Tegasnya, membuat Alson menatap Veli tidak percaya.
"Aunty, apa salahnya sekarang ? Kaya dan miskin bukanlah menjadi pembatas sebuah hubungan lalu apa masalahnya? Mau Vika miskin atau melarat sekalipun, Alson gak akan pernah mundur Aunty, aku mencintainya dan dia juga mencintaiku," Alson menolak dengan tegas atas keputusan sepihak ini.
"Jika begitu datang dan tanyalah pada orang tuamu apakah mau menerima menantu seperti putriku! Dan kamu perlu ingat Alson bahwa tidak ada satupun orang yang tau jika Vita adalah anak Vika, secanggih apa pun dunia tidak akan ada yang mengetahuinya karna itu, saya pastikan orang tua mu belum mengetahui itu semua, dan sekarang saya minta kamu mengatakan pada orang tuamu bahwa anak saya adalah sosok wanita yang hamil tanpa suami dan seoarng gadis miskin, apa dia bisa terima ha," bentaknya dengan lantang yang merasa sakit hati jika anaknya nanti terlanjur cinta dengan dalam namun lagi-lagi derajat kastalah yang menjadi penghalang.
__ADS_1
"Ayo masuk Vika, tolong dengarin ibu masuk sekarang jug!!" Perintah Veli Mutlak membuat Vika tidak ada pilihan lagi selain mengikuti itu.
Ketika Vika masuk, Veli dan Alson masih saling berhadapan di luar rumah. "Pulanglah Alson, Vika bukanlah jodohmu, cari yang sebanding denganmu, jangan Vika, sudah cukup dia menderita menahan sakit hinaan selama ini, maka jangan lagi menambah luka di hatinya dengan kehadiranmu yang belum tentu bisa menerima dan meyakinkan orang tuamu sendiri. Saya permisi." Pamitnya dan dengan segera menutup pintu, meninggalkan Alson seorang diri di luar.
Sedangkan Vika yang mendengar jelas seluruh ucapan Ibunya, kini hanya mampu menangis dan segera masuk ke dalam kamarnya. "Aku harus apa sekarang? Aku sudah mencintainya tapi apa aku bisa menuruti ibu untuk menjauh darinya? Hiskk,,hisskkk ya Tuhan ini pilihan yang paling berat di hidupku." Tangisnya yang tidak menyangka jika respon Veli terhadap Alson adalah kesan yang buruk.
Berbeda dengan Veli yang kini juga menangis dalam diam di kamar Vita, sambil melihat cucunya yang sedang tertidur pulas, "maafkan Ibu Vika, semua ini ibu lakukan untuk kamu dan keluarga kita, Ibu gak mau kamu mencintai pria itu lebih dalam lagi karna status derajat yang berbeda. Lebih baik menghindar sebelum semuanya terlambat." Batin Veli yang menatap ke arah cucunya dengan lembut.
**********
Sedangkan di luar sana, Alson dengan segera mengendarai mobilnya pulang ke apartemen.
"Aku harus segera menghubungi Papah, aku gak ingin Vika menjauhi ku dan aku juga gak mungkin menjauhi dia, aku mencintainya dan ini bukanlah hanya sebuah obesesi, hanya saja aku selalu merasa kurang jika Vika tidak di sini, dan aku harap Papah akan merestuinya dan melamarkan Vika untuk ku sebelum Jendra bertindak lagi." Lirihnya pelan sambil terus berpikir dan berpikir bagaimana caranya menjelaskan pada Arvan saat ini.
Jika yang di katakan oleh ibu Veli tadi itu benar, tidak ada yang mengetahui identitas Vika meskipun alat cangih dunia sekalipun, tapi bagaimana caranya mereka melakukan itu? Bukankah mereka tidak mempunyai uang dan hal semacamnya untuk membayar seseorang ahli ITE, dan meskipun itu benar, Arvan pasti dengan mudah akan melacaknya, tapi jika ibu Veli mengatakan bahwa tidak ada satupun termasuk Arvan, ini akan menjadi hal yang sulit.
"Bagaimana cara Vika melakukanya? Bagaimana bisa mereka menyembunyikan ini tanpa ada satupun yang bisa bongkar, aaahhhhhh kenap banyak sekali pertanyaan di otak ku? Apa yang harus ku lakukan sekarang?" keluhnya dengan lemah, tidak tau harus berbuat apa saat ini.
Sesampainya dia di apartemen, dia segera membersihkan tubuhnya, lalu memakai pakaian tidurnya.
Lalu Alson dengan cepat mengambil ponselnya dan menghubungi Vika.
Namun sudah 3 kali panggilan Vika tidak menjawabnya sama sekali, hingga dia mengirmkan sebuah pesan.
"Selamat beristirahat Sweetheart, mimpi indah ya, aku akan berjuang demi hubungan kita ini, jangan nyerah ya, Yakinlah aku mencintamu, Love Vika❤️"
Setelah itu, dia juga memilih untuk menutup matanya, karna merasa lelah dengan segala kejadian hari ini.
******
Di pagi harinya dia terbangun karna merasakan ponselnya berdering berulang-ulang dan banyaknya pesan Whatsaap yang masuk.
__ADS_1
"Who is that? Pagi-pagi gangu orang aja." lirihnya kesal karna merasa terganggu.
Dan dengan malas dia mengambil ponselnya dalam keadaan mata yang masih sedikit terpejam.
Hingga dia melihat nama pelaku peneror pagi ini.
"My Dear love ❤️"
"Vika," gumamnya, langsung membuka matanya lebar melihat pesan yang di kirim oleh kekasihnya sepagi ini.
"Sayang I miss you, nanti aku bawa mobil sendiri ya, kita ketemu di kantor bye." Isi pesan Vika yang di kirim secara berulang-ulang.
Dan tak lupa Vika mengirmkan foto-foto dirinya pagi ini sebagai obat semangat untuk kekasihnya.
"Dia adalah wanitaku," gumamnya lagi tersenyum memandangi foto Vika satu persatu, dan bahkan salah satunya dia jadikan profil media sosial miliknya, dan tak lupa dia memposting di dinding instagramnya dan menandai nama Vika dengan Caption, "pagi terindah yang di awali oleh senyum kesayanganku," tulisnya lalu membagikanya dengan penuh kebanggaan.
Berbeda di sisi lain, terlihat Jendra yang marah besar melihat kedektaan antara Alson dan Vika yang semakin nyata di pertontonkan.
"Aaarrrggghh sialan kamu Alson, Vika adalah milik ku, dia ibu dari anak ku kini dan selamanya." Yakinya yang kini mulai mengibarkan bendera perang untuk merebut kembali wanita masa lalunya.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra