Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 15


__ADS_3

๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Pada malam harinya, Alson kembali fokus dengan pekerjaanya dan mengecek email-email yang masuk.


Dan tak lama kemudian, bel apartemenya berbunyi menandakan ada seoarang tamu yang datang.


Tingg,,tongg,,tingg tongg.


"Wait," sahutnya lalu segera bangkit dan melangkah membuka pintunya itu.


Ckklleeekkk suara pintu terbuka, dan dia mengeceknya. "Welcom to Indonesia Brother," sapa sosok yang baru saja datang itu dengan membawa banyak makanan di tanganya.


Alson sontak tertawa melihat tingkah sahabatnya itu, "Vico, kemana aja kamu seharian aku tungguin juga," serunya yang menatap temanya itu dengan sinis.


Vico hanya terkekeh membalas ucapan Alson, "soory bro, gue tadi lagi sibuk di kantor dan baru sempat ngunjungin elo di sini." balasnya yang membuat Alson merasa risih dengan bahasanya.


"Loe gue itu apa ?" tanyanya dengan polos, pasalnya Vico tidak pernah menggunakan bahasa seperti itu sebelumnya selama mereka study bersama di Inggris.


Vico langsung memijat keningnya singkat, dia lupa jika temanyanya ini adalah bule tulen yang hanya bisa memakain bahasa aku, kamu, saya dan anda. "Jadi gin Al, kalo di daerah jabodetabek itu bahasanya pake lokal, gue itu aku atau saya, sedangkan gue itu kamu atau anda, ya emang gak banget sih cuman udah kebiasaan di sini kaya gitu," Jawabnya sambil mengeluarkan makanan yang dia bawa tadi.


Alson yang mendengar jawaban dari Vico itu hanya menganggukan kepalanya, "kamu ngertikan maksud aku apa?" tanya Vico memastikan bahwa Alson mengerti apa yang dia bilang.


Namun lagi-lagi karna kepolosan Alson dia hanya menggelengkan kepalanya. "Aku gak tau kamu ngomong apa," jawabnya yang sontak membuat Vico merasa pusing.


Panjang lebar dia menjelasakan, namun bule satu ini malah dengan santai bilang gak tau ngomong apa, membuat siapapun yang mendengarnya rasa ingin menjitak kepalanya.

__ADS_1


"Oh iya Al, kamu yakin cuman sementara di sini?" tanya Vico yang kini mengganti topiknya.


Alson menggelengkan kepalanya singkat sambil mencomot kentang goreng yang di bawa sahabatnya itu, "aku gak akan balik ke Itali, karna ternyata calon istri aku ada di sini, berarti aku akan berpindah domisili di sini," jawabnya santai.


Vico terlihat berfikir sejenak, "calon istri siapa? Kamu gak pernah cerita sama aku," balas Vico sambil memegang burger dan coca cola di tanganya, lalu beralih ke depan television ruang tamu Alson.


"Ya iyalah calon istri, emangnya kamu yang stuck sama masa lalu, lagian kan kamu sendiri yang tinggalin dia kenapa kamu yang masih berharap," seru Alson yang membuat Vico menghentikan makanya dan terdiam menatap dengan lurus ke depan.


"Ternyata bayi yang dulu aku suruh gugurkan itu, dia tidak mengugurkanya Al, dan sekarang anak kami sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, dan bahkan aku sering melihatnya di majalah dan iklan-iklan di Tv, anak ku cantik seperti ibunya." gumam Vico yang mengingat pertemuanya kemarin dengan putrinya.


"Lalu?" tanya Alson lagi yang memang belum mengetahui jika Vico adalah Jendra, sosok yang sama seperti yang di ceritakan Vika tadi.


Ketika Jendra menjalani Study di Inggris, dia memang di kenal sebagai Vico dan bukan Jendra, namun meskipun iya, Vika juga tidak menyebutkan nama pria itu tadi, jadi Alson tidak akan mengenalinya.


"Kira-kira egois gak sih kalo aku memintanya untuk kembali, mengingat jika kami mempunyai seorang putri?" tanyanya meminta pendapat dari sahabatnya yang paling bijak itu.


"Aku tidak salah Al, kamu tau wanita itu hanya memanfaatkan ku saja, dan bisa sajakan dia sengaja melahirkan putri kami hanya untuk sebuah barter untuk keluargaku nanti, mungkin enggak sekarang, tapi nanti ketika dia kembali terpuruk, bisa saja kan ibunya akan datang seperti dulu untuk meminta uang, aku pernah bilang sama kamu, jika mereka keluarga baik-baik mereka tidak akan menukar kebahagiaan hanya demi uang." tolaknya yang tidak ingi di katai egois.


Jendra benar-benar belum menyadari seluruh kesalahanya, dia mengingkan Vika kembali hanya karna sebuah obsesi semata, dia akan mengandalkan statusnya sebagai ayah dari anak Vika untuk mendapatkan kembali wanita itu dan menerima dirinya.


"Lalu, jika kamu merasa jika dia adalah wanita tidak baik, untuk apa kamu mau dia kembali? Buang saja dia seperti sampah jika memang menurut kamu dia hanyalah sebuah manusia yang mengandalkan anaknya sebagai alat perdagangan." ucap Alson yang membalas telak kalimat temanya itu.


Jendra tersenyum lebar, "karna dia adalah iby dari anak ku," tegasnya yang hanya di jawab kedikan bahu dari Alson. "Terserah mu lah Vic, aku juga gak mau terlalu ikut campur, karna aku belum mengenal sosok wanita itu, karna bisa saja kan jika memang kamu yang salah dalam masalah ini, bukankah kamu meningglakanya di saat dia hamilkan kamu bilang,"


"Iya karna aku dulu kurang yakin kalo itu adalah anak ku," balasnya bohong, karna sebenarnya pada saat itu dia memang belum siap untuk menjalin sebuah komitmen, apa lagi status Vika yang hanyalah orang miskin, membuat Jendra dan keluarganya merasa ilfil dengan Vika dan tidak mau memiliki keturunan dari rakyat jelata.

__ADS_1


Setelah mereka mengobrol panjang kali lebar, kali tinggi kali maju, kali urang kalo ada, akhirnya Jendra pamit untuk pulang dan meninggalkan Alson seorang diri.


Namun tiba-tiba saja Alson merasakan sesak di dadanya, "aaahhh kenapa sakit sekali? Dan rasanya nafasku ini kenapa tiba-tiba jadi sesak." keluhnya sambil terus mencari sebuah udara dengan menjungkir balikan tubuhnya sana sini, namun hasilnya masih nihil.


Dia benar-benar merasakan sesak nafas yang teramat di dadanya. "Aaahhhhhssshhh, jika begini terus aku bisa mati," lirihnya sambil terus ke sana kemari mencoba untuk bernafas namun masih terasa sangat sesak, hingga waktu menunjukan pukul 3.00 subuh, dia masih berusaha untuk bernafas, hingga keringat dingin membasahi tubuhnya.


"Nafas,,kamu dimana ? Sakitt,,hisskk,,hisskk," Lagi-lagi dia merasa jika saat ini dia sedang mengalami ujian yang sangat berat.


"Aku sudah tidak kuat lagi,,selamat tinggal dunia," Lirihnya pelan, dan mulai memejamkan matanya perlahan.


Sebenarnya mimin gak mau bagi-bagi foto calon suaminya Mimin, cuman ya kan mimin itu baik dan tidak sombong, jadi mimin sedekahkan aja deh buat yang suka iri hati melihat kegantengan calon suami mimin ini๐Ÿ˜Ž


Awas jangan naksir loh ya, udah mimin lebelin soalnya๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ซ๐Ÿ”ซ



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangkan jempolnya๐Ÿ˜Ž


*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2