Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Partner Ranjang Part II ( 34 )


__ADS_3

🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Saat ini Brio telah sampai di Italia, tadi di saat dia berada di perjalanan pulang, Mommy Eden menelponnya melalui ponsel Andrew. Karena ponselnya yang rusak jadi tidak ada siapapun yang bisa menghubunginya. Mommy Eden memintanya untuk langsung ke Italia, tempat Vita berada saat ini.


“Andrew,” lirihnya pelan, memanggil asistennya.


“Ya Mister,” sahut Andrew dengan cepat, karena saat ini dia sedang duduk di sebelah bosnya itu dengan memandangi sebuah ipad untuk mengerjakan beberapa tugasnya.


“Apakah kamu pernah melamar wanita?” tanya Brio serius.


Andrew sedikit mengangkat kepalanya, dan menatap bosnya itu dengan bingung. “Tidak pernah Mister, bukankah Anda sendiri yang melarang saya menikah sebelum Anda menikah juga.” Andrew mengingatkan kepada Brio jika bosnya itu pernah membuat peraturan seperti itu terhadap Andrew.


“Aku ada bilang seperti memangnya?” tanya Brio lagi, yang sepertinya lupa jika dia pernah berbicara seperti itu.


Dengan cepat Andrew menganggukan kepalanya pelan. Membuat Brio kembali diam karena baginya percuma untuk bertanya pada Andrew jika asistennya itu saja tidak pernah melamar wanita.


“Apakah dia sudah tidak waras mempertanyakaan masalah ini denganku? Lagian dia itu bukan mau melamar tetapi mau bertanggung jawab, masa begitu saja dia tidak bisa membedakaan,” batin Andrew, menatap bosnya dengan tatapan jengah.


***


Jika di dalam pesawat Brio tengah sibuk dengan pemikiraanya, berbeda dengan Vita yang saat ini sedang berada di dalam kamar, dan tengah berias diri. “Aku tidak pernah menuduga jika semua ini akan terjadi, bagaimana bisa aku hidup dan menikah dengan seseorang yang tidak mencintaiku. Bukan pernikahaan seperti ini yang aku inginkan, tetapi-,” ucapnya terputus, ketika dirinya melihat ke arah perutnya.


“Ada anak yang membutuhkan orang tua yang lengkap,” lirihnya pelan, sambil mengusap-ngusap lembut perut ratanya.


Di saat dirinya tengah terdiam hening, tiba – tiba saja ponselnya berdering, dan menandakan panggilan dari papahnya.


“Hallo pah,”


“Kenapa kamu tidak bicara apapun sama papah sayang?” tanya Jendra langsung to the point.


Kemarin, dia mendapatkan telpon dari Vika yang langsung memakinya tanpa dia tahu apa masalahnya, dan akhirnya Vika menjelaskaanya dan mengancam akan mencabut hak asuh yang ada bersamanya. Bahkan dengan teganya Vika tidak mengizinkan Jendra untuk datang ke pernikahaan putrinya sendiri.


“Pah-,” jawabnya terputus, ketika sambungan telpon juga diputus sepihak oleh Jendra.


Dan ketika dirinya baru saja ingin menelpon balik, betapa terkejutnya dia ketika papahnya memblokir nomornya. “Papah,” lirihnya pelan.

__ADS_1


Dia kembali berusaha untuk menelpon Jendra, lewat semua media yang bisa dia pakai, face time, instagram, line, semua akun miliknya telah diblokir oleh papahnya.


Tangis Vita kembali pecah, dia tidak tahu kenapa papahnya berprilaku seperti ini kepadanya, papahnya boleh kecewa, boleh marah tapi jangan seperti ini. Sesak itu yang dia rasakan.


Rasa sakit ditolak papahnya ini lebih parah, dari pada dicampakaan oleh Brio kemarin.


Jendra sebenarnya tidak ingin berbuat seperti ini, tetapi Vika terus menerus mengancamnya dan bahkan mengatakan bahwa kehidupan sial yang terjadi pada Vita itu akibat kutukaan yang dia miliki.


Vita sama sekali tidak tahu tentang semua masalah ini, yang pasti Jendra malakukaan semua ini hanya untuk membuat Vita marah dan membencinya.


“Vita, sayang,” panggil Vika yang baru saja masuk ke dalam kamarnya. Dengan cepat Vita menghapus air matanya.


“Vika kenapa nangis sayang?” tegur Vika, sambil mengusap lembut kepala putrinya.


“Tidak mah.” Jawabnya singkat.


“Baiklah, di luar sana sudah ada nenek Eden dan juga kakek Mario, ayo kita segera bergegas untuk keluar sekarang,” ajak Vika pada putrinya, dengan membantu sedikit merapikan make up di wajah putrinya yang sedikit berantakan karena menangis tadi.


Vita hanya menuruti saja apa yang diminta oleh mamahnya, hatinya, pikiraanya kini sedang berkelana memikirkan papahnya yang sedang marah saat ini kepadanya.


***


“Wahhh, kamu cantik banget Vita,” puji Eden, kepada calon menantunya.


Arvan sendiri sebenarnyan tidak menyangka, perjodohan yang sudah dia rancang kemarin kini harus batal dan kembali menarik Mario menjadi besan keluarganya.


Dia pikir, hanya akan ada Griffin yang menjadi pengikat antara dirinya dengan keluarga Jonathan, namun takdir malah kembali mengikat Brio dan Vita menjadi satu. Mungkin benar jika Vita hanyalah cucu tirinya, tetapi baginya tidak ada kasih sayang yang akan dia bedakan kepada cucu kandung maupun titi, semuanya dia sama ratakan.


Di saat keluarga besar mereka tengah berkumpul, terlihat Griffin yang lewat begitu saja, dari arah dapur menuju lift di dekat ruang tamu. “Griffin sayang, sini kita kumpul bareng,” ajak Eden ketika melihat cucu kesayanganya lewat.


Griffin yang sedang membawa junk food di tanganya itu hanya acuh, seakan-akan tidak mendengar suara orang yang berbicara.


“Griffin.” Mario juga ikut mencoba berintraksi dengan cucu satu-satunya itu.


“Gak minat,” jawabnya singkat, dan langsung masuk ke dalam lift untuk menuju kamarnya yang berada di lantai paling atas.

__ADS_1


Mario dan Eden terdiam sejenak, ternyata cucunya sama sekali belum berubah, anak itu masih menolak kehadiran dari orang-orang di yang berada di sekitaraanya.


“Arvan, sepertinya aku akan membawa Griffin tinggal di Mansionku, karena di sana banyak sekali kenangan dari Briell, dan aku yakin itu bisa membantu Griffin untuk mengenal orang tuanya,” tegas Mario pada Arvan.


“Mario, lebih baik kita tidak membahas itu sekarang, fokus kita saat ini adalah tentang Vita,” jawab Arvan, dia menolak untuk membahas persoalan Griffin.


Mario menganggukan kepalanya pelan, dan barulah di situ dia menyampaikan niat baiknya melamar Vita untuk putranya Brio.


Semua prosesi acara dan penyampaian sudah selesai diungkapkan, walaupun Brio belum datang, tetapi mereka sudah menentukan tanggal pernikahaan antara Vita dan Brio.


****


Ketika acara telah selesai, Mario dan Eden langsung segera kembali ke Paris dan meminta agar Brio juga mengganti tujuaanya untuk pulang terlebih dahulu. Pernikahaan akan dilaksanakaan di Paris, seperti permintaan Eden pada Arvan, dan dia mau setelah keduanya menikah, mereka akan tinggal di paris bersama dengannya.


Tetapi Vita menolak permintaan itu, dengan tegas dia mengatakan pada semua orang, jika dia hanya ingin menikah dengan papah Jendra yang menjadi walinya, dia tidak mau Alson, dan dia juga menolak keinginan Eden yang memintaanya untuk menetap di Paris, karena dirinya hanya dan hanya ingin tinggal bersama papahnya di rumah papahnya, walaupun jauh dari kata mewah dibandingkan dengan semua mansion milik keluarga utama. Tetapi itu sudah berhasil membuatnya terasa nyaman jika berada di sisi papah Jendranya.


Awalnya Vika menolak, dan mengatakan jika dirinya sudah mencabut hak asuh Vita dari Jendra. Dan di situlah perdebataan antara Vika dan Vita terjadi. Dia sangat tidak terima jika papahnya diperlakukaan seperti ini oleh mamahnya.


Bahkan Vita mengingatkan mamahnya untuk tidak bersikap sombong, mungkin mentang – mentang dia adalah menantu keluarga penguasa nomor satu. Dirinya begitu se-enaknya menindas Jendra.


Dan Vita paling benci jika papahnya hanya diam saja dan selalu menuruti semua permintaan Vika, semua penghinaan yang mamahnya lontarkan, membuat Vita merasa jengah dan nyaris ingin menghentikan acara lamaran ini.


Namun karena semuanya sama-sama keras, akhirnya Vika memilih untuk mengalah dan memberikaan apapun keinginan putrinya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2