
πΉ Happy Reading ya Gengs πΉ
"White, please, aku lagi nggak ingin main-main sama kamu, nasib Papah dan Opa aku sekarang terancam, White, bisa tidak sekali saja kamu tidak menggunakan cara-cara murahan seperti ini untuk mengelabuiku," seru Vita, yang nyaris frustrasi dengan keadaan saat ini.
Bagaimana tidak? Hanya karena sebuah penawaraan yang tidak bermutu, White menggunakan cara licik untuk mendapatkan apa yang dia mau, meskipun itu harus menyakiti hati orang lain.
White tersenyum menanggapi perkataan Vita, namun dia meminta agar Vita mengenakan teropong jarak jauh saat ini, "Pakai ini dan lihatlah ke bawah, siapa yang berada di dalam mobil itu," tunjuknya ke arah jalanan.
Beruntungnya kamar hotel yang disewa oleh Brio hanya berada di lantai tujuh saja, jadi dia bisa melihat jelas ke arah jalanan di luar sana.
Dengan perasaan malas, Vita mengambil kasar teropong dari tangan White dan menggunakannya untuk melihat jalanan, "Bagaimana?" tanya White yang kini sudah memeluk tubuh Vita dari belakang sambil menciumi bahu polos milik wanita barunya itu.
Karena memang Vita hanya menggunakan sebuah dress dengan lengan yang terbuka di satu sisi, dan sisi lainya masih tertutup.
"Papah," gumam Vita, melihat jelas Papahnya sedang berada di dalam mobil yang kini sudah hilang.
White kembali tersenyum dan kali ini langsung menggendong tubuh Vita naik ke atas pangkuannya, "Aku sudah bilang, bukan, apa pun yang aku inginkan pasti akan terjadi, so sekarang tinggal giliran kamu yang menepati janji," seru White dengan wajah yang menantang pada Vita.
Dan tanpa izin dari sang empunyanya, White langsung menarik dress Vita hingga menyisahkan kaca mata power rengersnya dan juga segitiga bermudanya yang bewarna biru. Membuat kesan sexy terhadap tubuh Vita yang memang sangat berisi sekali.
"Your body looks so beautiful," pujinya, sambil mengelus lembut punggung belakang Vita, mencari pengait kacamata itu namun tidak ditemukan.
"Di depan," lirih Vita, seakan tau apa yang sedang dicari oleh pria di bawahnya ini.
Dengan santai White menggerakkan tangannya mencari pengait itu.
Cettaaakkkk dan akhirnya dia berhasil membukanya dan White langsung menghhiisaap puuutinggngnya dengan rakus.
"Aaahhhhsss, White," leguhaan Vita keluar, karena merasa ngilu dengan perbuatan pria ini.
Drrrttttt,,ddrrtttt ponsel White berbunyi dan memperlihatkan nama Mommy-nya.
Namun karena dering ponselnya sama dengan punya Vita, sehingga Vita langsung mengangkatnya tanpa melihat dulu siapa nama yang menelponnya.
"Halllo,aahhh White sakit," jerit Vita dipanggilan telepon.
White mengira jika Vita mengangkat telpon dari seseorang yang tidak penting hingga dia menggigit putt***ing Vita dengan keras.
Tanpa sengaja Vita menjatuhkan ponsel White, ketika pria itu menggendongnya dan berpindah ke atas tempat tidur.
Keduanya menikmati siang hari mereka dengan desaahaan mereka yang terdengar cukup nyaring hingga Eden yang sedang melakukan panggilan telpon dengan putranya itu kini mendengarnya.
*******
"Apa yang sedang kamu lakukan, Sayang?" tanya Mario di saat melihat istrinya yang sudah setengah jam memegang ponsel padahal sudah dia speaker keras.
"Dengarin orang siaran langsung," jawab Eden asal.
Namun Mario yang baru saja duduk di sebelah istrinya, kini terkejut mendengar suara orang sedang morena di dalam ponsel.
"Astaga, Tuhan. Sayang, kamu kalau lagi pengen, ini kukubirdku sedang nganggur, kenapa harus sampai nonton film semi," sindir Mario sambil mengarahkan tangan Eden untuk memegang kukubirdnya yang mungkin sudah kriput sekarang.
"Siapa yang lagi nonton," bentak Eden tidak terima dengan tuduhan suaminya.
"Lah itu ada suara ahh,ahhh Vita, enak Vita,,ahhh," ucap Mario memperagakan suara yang ada di ponsel milik istrinya.
__ADS_1
Eden yang kesal langsung memperlihatkan apa yang ada di dalam ponselnya. "Angry Bird," gumam Mario.
"Astaga anak ini, morena gak ingat-ingat waktu, di mana dia sekarang?" tanya Mario pada Eden yang kini hanya mengedikkan bahunya singkat.
Mario yang merasa kesal dengan tingkah putranya, kini beranjak dari duduknya, "Ya sudah, biar aku suruh Billy untuk melacak keberadaan anak itu," tegasnya, yang kini disetujui oleh Eden.
"Tapi, Sayang," timpalnya lagi, dengan kembali duduk di sebelah Eden.
"Apaaa," bentak Eden yang sudah tau ke mana arah pembicaraan suaminya.
Mario langsung menunjuk ke arah kukubirdnya yang sedang on fire, "Big no!" tolak Eden, merasa sedang malas untuk melakukan itu.
Namun sebelum Eden menjawab, Mario sudah lebih dulu mengangkat tubuh mungil istrinya naik ke atas tempat tidur.
"Kalau masalah ini, aku tidak menerima penolakaan, Eden Jonathan," bisik Mario pelan di telinga istrinya, yang membuat Eden hanya pasrah mengikuti kemauan Mario. Karena setiap ditolak ujung-ujungnya pasti akan terjadi.
Sehingga pada saat itu suara morena pasangan aneh itu saling bersahutan, karena telepon yang masih tersambung saat ini masih belum dimatikan.
****
Setelah permainan panas Vita dan White, saat ini terlihat Vita yang mengenakan kemeja biru milik White.
Dia sengaja memakai baju milik pria yang sudah menyebabkan pakaianya robek sana sini.
"White, aku harus pulang sekarang, papah dan oma pasti cemas menungguku," seru Vita, dengan memperbaiki penampilannya.
Namun bukannya membiarkan, White malah memeluk tubuh Vita dengan sangat erat, lalu mengecupi pundak wanita itu terus menerus.
"Sebentar lagi ya," balas White.
Sudah cukup dia melayani nafsu bejad White dari siang hingga malam hari ini.
"Oh ayolah sayang, ini masih jam 8 malam dan kamu sudah buru-buru pulang," elak White, yang tidak mau jika Vita meninggalkannya saat ini.
Vita memilih diam, dan memaksa White untuk melepaskan tanganya, "stop bertingkah seakan-akan kita sedang berhubungan atau berselingkuh White, kita hanyalah partner ranjang, jadi jangan berharap aku akan menurutimu," umpat Vita, dengan perasaan kesalnya.
Pasalnya jika diikuti, White bisa-bisa terus menahaannya di hotel ini, tanpa ingin membiarkannya pulang.
Sedangkan White yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Vita itu hanya diam dan kembali memakai boxernya lalu mengambil ponselnya untuk menelpon Andrew.
"Hallo Andrew, tolong transferkan uang ke dalam rekening Alvita Natasyah 1M," perintah White, pada asistennya.
Vita membulatkan matanya seketika mendengar bilangan yang disebutkan oleh White.
"White, apa yang kamu lakukan? Aku tidak mau uangmu?" seru Vita, yang ingin merampas ponsel White untuk membatalkan transaksi tersebut.
Akan tetapi, apa yang diperintahkan oleh White adalah mutlak adanya, sehingga Andrew tidak akan pernah mendengarkan perintah dari Vita.
White tersenyum sinis menatap Vita, lalu melangkah untuk melummaat bibir tebal dan sexy itu dengan kasar dengan sedikit memukul dan mererremas boking padat milik Vita.
"Aaarrhhhgh, sakit," keluh Vita, kita White lebih mengencangkan remaaasannya.
Namun lagi-lagi White hanya tersenyum puas memandang Vita, "see you next time baby. I like your body, and I like mak**ing love with you," bisik White, dengan suara yang sensual.
"Bye wanita murahan," serunya membuat Vita menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"Kenapa kamu memanggilku seperti itu," bentak Vita, yang tidak menyukai dirinya disamakan dengan seorang wanita murahan.
"Bacause, You are a Wanita nakal," singgung White tanpa memfilter kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Vita hanya bisa menghela nafasnya kasar, dia sama sekali malas menaggapi semua hinaan yang terlontar dari mulut pria ini.
Toh yang tau dia adalah seorang Wanita murahan hanya White saja, tidak ada yang lain lagi, jadi terserah dari pria itu saja.
Dan karena malas berdebat lagi, Vita memilih untuk keluar dari kamar hotel White.
"Tunggu jalaanng," teriak White tanpa perduli jika ada orang lain yang mendengarnya.
Beruntung Vita sudah menggunakan masker dan kaca mata hitamnya, jika tidak dia akan mati diliput oleh paparazi yang ada di mana saja.
"Ada apa lagi sih?" sahut Vita yang sekuat tenaga menahan emosinya.
Bukannya menjawab, White malah terlihat menarik tangan Vita untuk segera mengarah ke parkiran.
"Aku akan mengantarmu pulang," ucapnya yang membuat Vita semakin malas mendengarnya.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?" tanya Vita untuk memastikan apa lagi yang akan dilakukan oleh pria ini.
White hanya tersenyum dan sambil menatap Vita dengan penuh nafsu.
"Apa yang menjadi milikku akan tetap selalu menjadi milikku," batin White dengan penuh akal bulus di dalam otaknya.
Vita kembali diam, karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk saat ini, karena mau membantahpun juga akan sangat percuma, karena White tidak akan pernah mendengarkannya sama sekali.
Selama di perjalanan Vita dan White hanya diam, hingga kesunyian mengiringi mereka berdua.
Hingga sampai di rumah Vita, White yang juga ikut turun, langsung mendapatkan tatapan tajam dari Vita, "Kamu mau apa?" tanya Vita sekali lagi, namun kali ini dengan suara yang lebih lantang.
White hanya diam dan menarik tangan Vita untuk masuk ke dalam rumah. "Lepasskan aku! White please kamu jangan berlebihan, we just-"
"Enough," sahut White dengan tegas dengan tangan yang baru saja ingin menampar Vita, dan menatap Vita dengan kemarahaan.
White sedari tadi masih berusaha menahan kemarahaannya, namun dia sudah merasa tidak mampu lagi, namun beruntungnya sebelum White melayangkan tangannya, terlihat pintu yang terbuka dan menampilkan sosok Jendra.
"Vita sayang, kamu dari mana saja? Papa telpon kamu juga tidak angkat," seru Jendra dengan perasaan lega melihat putrinya sudah berada di rumah.
Vita memandang ke arah White yang masih mengepalkan tanganya, dan berjalan melangkah dengan menabrak sedikit tubuh White hingga terdorong ke samping.
"Pengecut," bisik Vita dan langsung berlalu begitu saja.
**To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
__ADS_1
*Terima kasih**ππ»ππ»*