
🌹 Happy Reading 🌹
Sesampainya Aiden di rumah Vika, terlihat seluruh penjagaan yang sangat ketat, bahkan yang berjaga saat ini bukanlah manusia, melainkan robot-robot ciptaan Arvan yang hanya akan menunduk kepada perintahnya saja.
"Shit!! Kalo begini bagaimana bisa di lawan," umpat Aiden dengan kasar.
Dia terus berusaha mencari celah agar bisa menerobos masuk, karna robot-robot ini sangat sulit untuk di lawan.
Freya tengah berpikir sejenak untuk membantu suaminya, "bagaimana jika kita menggunakan telpon rumah tetangga di sekitaran sini? Karna yang di blokir kan jaringan ponsel, bukan jaringan telkom," ucap Freya yang langsung di anggukan oleh suaminya.
"Iya kamu benar sayang, ayo kita segera mencari rumah warga yang memiliki akses telpon rumah,"balasa Aiden yang segera menarik tangan istrinya.
Sudah beberapa rumah mereka datangin namun tidak ada satupun yang memiliki akses telpon rumah, hingga mereka sampai di sebuah rumah bidan bersalin, "hallo," sapa Freya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari suaminya. "Ingat hargai suami!" ancamnya yang membuat Freya mengunci mulutnya rapat-rapat dan memeluk tubuh Aiden serta menyembunyikan wajahnya dengan menunduk.
"Hallo selamat malam, ada yang bisa saya bantu," sapa seseorang dari dalam, yang terlihat seperti perawatnya.
"Malam, ehm saya ingin menanyakan apa di sini ada mempunyai telpon rumah ya ?" tanya Aiden dengan sopan, sambil terus memeluk Freya posesif.
Bidan itu melihat ke arah Freya yang terlihat dingin, lalu tersenyum lembut. Namun karna Freya takut dengan Aiden, maka dia diam saja tanpa ekspresi.
"Ada Tuan, memangnya ada apa ya ?" tanya Bidan itu lagi.
"Apakah saya boleh meminjamnya? Saya ada keperluan yang sangat penting bu, tolong ya," Balas Aiden yang segera mungkin di anggukan kepala oleh Bidan itu.
"Boleh Tuan, silahkan ada di sini," ucapnya sambil menunjuk telpon di ruang tamu rumahnya.
"Baik terima kasih bu," ucap Aiden dan bergegas menggunakan telpon itu.
Dan ya benar saja, jaringan telkom masih aman saat ini, nampaknya Arvan hanya memblokir jaringan ponsel saja, namun dia lupa dengan jaringan Telkom.
Aiden dengan cepat memasuki nomor Mamahnya, yang pasti jauh dari jangkauan pemblokiran si Tua bangka.
"Hallo," sahut Stella di ujung telpon sana.
__ADS_1
"Mah,mah, dengarkan Aiden! Sekarang ini Uncle lagi gila Mah, dia blokir seluruh akses jaringan telpon dan internet, dan sekarang dia sedang mengepung rumah Vika istri Alson dengan seluruh robot-robot penjaga. Dan lagi Mah, Uncle mengancam akan membunuh Vika dan Aiden Mah," lapornya pada Stella yang sontak membuat ibu harimau itu marah.
"Shitt! Benar-benar keterlaluan Uncle mu itu, baiklah sebentar," balas Stella yang kembali fokus pada laptopnya, dan berhasil membuka Blok yang di ciptakan oleh Kakkaknya.
"Sekarang kamu sudah bisa menggunakan ponselmu lagi, cepat tanyakan keadaan Alson dan istrinya, biar sekarang Mamah akan segera ke sana dan mengnonaktivkan semua robot itu," ucap Stella, dan langsung mematikan panggilan ponselnya.
Aiden yang sudah selesai menggunakan telpon itu, kini langsung memberikan beberapa lembar uang pada Bidan tersebut, "ibu saya sudah selesai menggunakanya, dan ini untuk ibu membayar tagihan panggilanya," seru Aiden.
"Aahhh tidak usah Tuan, Anda hanya menggunakanya sebentar saja, maka itu tidak akan masalah bagi saya," tolaknya mendorong tangan Aiden yang terulur memberikanya uang.
"Tapi bu-,"
"Sudah gak papah Tuan, saya Ikhlas dan semoga masalahnya cepat selesai ya," jawab Bidan itu dengan ramah.
"Baiklah terima kasih bu,"
"Sama-sama Tuan," balas bidan tersebut, dan tiba-tiba terdengar suara bayi dari dalam ruangan di salah satu rumahnya.
"Maaf Tuan, saya harus segera melihat bayi yang tadi baru di lahirkan, permisi," pamitnya meninggalkan Aiden dan Freya di depan rumahnya.
Freya hanya diam saja, karna menurutnya melawan Aiden akan sama dengan melawan patung, karna suaminya itu pasti akan menganggap bahwa dirinyalah yang paling benar.
Setelah berhasil menghubungi Mamahnya, Aiden dan Freya kini kembali ke rumah Vika untuk memantau, tak lupa dia mengirimkan pesan pada Alson agar tetap tenang di dalam sana.
Dan tak membutuhkan waktu lama, Stella sudah berada di depan rumah Vika.
Namun baru saja dia turun dari mobil, seluruh robot itu mengarahkan tembakanya pada Stella. Salaha satu robot ketua keluar dari barisan dan mengscan identitas Stella, "di a Pri n ces Sh ea, bi ar kan di a ma suk." ucapnya dengan suara khas robot.
Stella terlihat mengenduskan nafasnya kasar, dan mengambil ponselnya. Dan seketika robot-robot itu langsung mati tak bergerak. Barulah di situ Aiden dan Freya keluar dari tempat persembunyianya.
"Mamah," panggil Aiden dengan melangkah mendekati Mamahnya.
"Dimana Alson?" tanya Stella langsung to the point. Aiden menunjuk ke arah rumah Vika, "di dalam kali Mah, lagi bulan madu," balasnya asal.
__ADS_1
"Dasar ya memang gak tau situasi, lagi genting malah bulan madu," umpat Stella, dan langsung segera melangkahkan kakinya masuk.
Sedangkan Aiden langsung terkekeh mengingat Alson akan kena semprot oleh Mamah Harimau.
Braaakkk, Stella membuka pintu dengam keras dan mengacak pingganya ketika melihat Alson yang sedang bermesraan dengan Vika di ruang tamu. "Wah,.wah pengantin baru enak sekali kalian bermesraan ya," sindir Stella yang membuat Alson dan Vika memperbaiki posisi mereka.
Alson menjadi salah tingkah ketika di tatap oleh Stella, dan tak lama muncul lah Aiden yang memeluk Freya dengan erat.
Freya terlihat melirik ke arah Alson sekejap, dan itu semua di tangkap jelas oleh Aiden.
"Freya rupanya kamu lupa dengan pringatan ku!" lirihnya dan langsung melepaskan dasi yang tengah dia kenakan, lalu menutup mata Freya dengan dasi itu. Dan karna memang Freya malas berdebat, maka dia membiarkan saja apa yang di maui oleh Suaminya.
"Alson sepertinya aku akan mendonorkan mata istriku buat Vika, aku lebih suka jika dia tidak bisa melihat apa pun, di bandingkan dia harus melihat pria atau pemandangan lain selain diriku," ucap Aiden yang sontak mendapatkan tatapan tajam oleh Stella.
"Jangan berani!Nya lagi kamu bertingkah seenaknya Aiden! Sudah cukup dulu kamu mematahkan kakinya, dan beruntung dia masih bisa jalan dan sembuh sekarang, jadi jangan pernah kamu berpikir macam-macam." Ancam Stella yang menjadi pelindung Freya setiap kali Aiden melampaui batasnya.
Alson menatap kasihan terhadap Freya, lalu kembali memeluk istrinya dengan sayang, sepertinya dia tidak takut dengan kedatangan papahnya.
Stella yang melihat Aiden dan Alson tengah memeluk pasanganya masing-masing, kini langsung mengumpat kepergian Arnon ke luar negara beberapa hari ke depan.
"Dasar anak-anak gak ada akhlak ya begini, bermesraan gak tau tempat, gak tau situasi, ntar mati sama-sama baru tau kalian," sindir Stella yang membuat keduanya terkekeh mendengar umpatan dari Mamah Stella.
"Mohon bersabar ya Aunty, ini ujian," balas Alson dengan ramah, memang tidak terlihat seperti orang yang menahan kekehawatiran.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra