
πΉ Happy Reading ya Gengs πΉ
Setelah memutar - mutar menghafal jalan sambil mencari Mcdonald keinginan istrinya. Kini mereka telah sampai di jalur Drive thru, untuk memesan keinginan Vita.
"Selamat malam," sapa pelayan wanita dari dalam.
"Iya selamat malam,"
"Saya mau pesan MC spicy chiken cheese double dua, size L, ehm, coca - cola less sugar, ehm, nuggets, sembilan pcs, give me dua packet, and then, ice cream, coklat dua, just that," Brio memesan semuanya dengan sama, dia tidak ingin Vita merasa cemburu, atau merasa makanan mereka berbeda - beda.
"Oke Tuan, silahkan di tunggu,"
"Thank you," balas Brio dan langsung mengemudikan mobilnya maju ke counter selanjutnya.
"Berapa? Kamu ada bawa chas gak?" tanya Vita, sambil membuka dompet suaminya.
Brio menggelengkan kepalanya, sambil bersantai ria, menunggu pesanan mereka. "Kamu bawa chas sedikit aja ya?" tanya Vita lagi.
Brio langsung menoleh menatap Vita, dan langsung mengecup kening istrinya dengan lembut, "ih, orang tanya, ini kamu bawa segini aja chasnya?" Vita merasa kesal dengan Brio yang sedari tadi tanya hanya diam, dan terus mengusap rambutnya.
"Vita, dompetku sudah sama kamu, apakah masih perlu ditanya?"
"Selamat malam Tuan, ini pesanan Anda," ucap sang pelayan tiba - tiba.
"Berapa Miss?" tanya Vita sambil mengeluarkan uang dari dompet suaminya
"Β£30 Miss,"
"Baik, ini uangnya ya, thank you," seru Vita, dan sambil mengambil barang yang mereka pesan.
"Sayang aku udah lapar, kita parkir di depan aja ya, baru makan di mobil," ucap Vita.
Namun, tiba - tiba saja Brio tersadar dengan apa yang dia pesan. "Oh My God,"
"Why?" Tanya Vita bingung.
Brio menggelengkan kepalanya pelan, dan menatap tajam ke arah Vita. "Ini soda, kamu tidak boleh minum! Aku akan membelikan air putih di dalam, oke," seru Brio, dan langsung memarkirkan mobilnya dengan sempurna. "Kunci pintunya!" Ucap Brio lagi, sebelum keluar dari mobil.
Vita menganggukan kepalanya pelan, sambil tersenyum melihat suaminya yang begitu perhatian, bahkan dia juga tahu jika ibu hamil tidak boleh meminum soda.
Sembari menunggu Brio, Vita memilih untuk mulai menyemil kentang goreng yang sedari tadi sudah menggugah seleranya.
Tok,,tokk, suara ketukan kaca pintu mobil, memperlihatkan Brio yang datang dengan membawa dua botol air mineral. "Ini, kamu minum ini, gak boleh soda," Vita menerima air minum itu, dan langsung meminumnya.
__ADS_1
"Habis ini kita pulang?" Tanyanya ingin memastikan.
Sambil memakan burger yang dia miliki, Brio menganggukan kepalanya pelan, "kamu lagi hamil, kita dari tadi sudah jalan - jalan, jadi lebih baik kita pulang setelah makan ini," jawab Brio.
"Tapi, aku ingin periksa kandungan, ini sudah tiga minggu dari hari terakhir, bolehkan?" izinnya pada Brio.
"Emangnya gak bisa besok - besok? Harus sekarang?" Dengan cepat Vita menganggukan kepalanya pelan.
"Besok aja ya, ini udah jam delapan malam, kamu mau pulang jam berapa?" Akhirnya Vita mengalah, karena memang waktu yang sudah terlalu malam, tidak mungkin mereka ke dokter di jam seperti ini.
"Baiklah," jawabnya pasrah.
Setelah mereka selesai makan di dalam mobil, akhirnya mereka memilih untuk kembali ke rumah.
***
Sesampainya di rumah, Vita membantu Brio untuk membereskan barang - barang yang mereka beli tadi, Vita menyusun semuanya di dalam lemari dan di peti sejuk. Keduanya terlihat sangat baik dan bekerja sama dalam mengurus rumah, setelah dua jam lamanya, barulah pekerjaan mereka semua selesai.
"Aku mandi duluan ya," ucap Vita, yang dijawab anggukan kepala oleh Brio.
Melihat langkah kaki istrinya yang sudah hilang masuk ke dalam kamar. Brio melanjutkan kegiataanya untuk memasang beberapa perkakas yang tadi sempat dibeli.
Awalnya dia sama sekali tidak mengerti dengan semua itu. Namun dia bisa melihat dari buku panduan yang ada.
"Harusnya dia sudah selesai mandi, kenapa dia lama sekali?" Brio memilih untuk mengecek keadaan istrinya yang tak kunjung keluar dari kamar.
"Astaga dia sudah tidur," ucap Brio dan langsung mematikan lampu kamar mereka agar istrinya bisa tertidur dengan nyaman.
"Sudahlah, lebih baik aku segera membersihkan semuanya, setelah itu aku akan tertidur juga."
"Huwwwwa, aku sangat lelah," ucapnya sambil meregangkan semua otot - otot tubuhnya.
"Lebih baik aku mandi dulu saja," ucapnya, dan bergegas untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi, dia melihat bathup yang sudah terisi air, sepertinya istrinya itu sudah menyiapkan semuanya untuknya. Bahkan baju pyjamapun sudah disiapkan di atas meja. "Ah,kan, gimana gak klepek - klepk coba," gumamanya, membayangkan betapa perhatiaanya istrinya itu kepadanya.
Tanpa berpikir panjang lagi, Brio segera membuka seluruh pakaiannya, dan memilih untuk berendam sejenak, untuk merileksasikan otot - ototnya yang nyaris terlepas dari tempatnya.
***
Setelah 30 menit lamanya dia berendam, akhirnya Brio telah selesai membersihkan tubuhnya, dan segera mengenakan baju pyjamas yang telah disediakan istrinya. Dan bergegas untuk naik ke tempat tidur agar bisa bertemu dengan hari esok.
***
__ADS_1
Ke esokan harinya, Vita yang terbangun lebih dulu, kini mulai berkutat ke dalam dapur. Sadar akan posisinya sebagai istri, Vita akan berusaha berbuat yang terbaik untuk suaminya.
Walaupun dia belum bisa membuktikan apa benar dia sudah mencintai suaminya, tetap saja Vita akan berbuat yang terbaik.
"Aku hari ini akan masak mie goreng spesial," gumamnya, lalu mulai mengambil barang - barang yang dia perlukan dari dalam peti sejuk.
Sedangkan di dalam sana, Brio yang baru saja ingin memeluk tubuh istrinya, kini tersadar bahwa istrinya itu sudah tidak ada di sampingnya.
"Kemana dia pagi - pagi begini?" tanya Brio pada diri sendiri.
Dengan perasaan yang masih mengantuk, Brio melangkahkan kakinya kaluar kamar, dan melihat Vita yang sedang memasak dengan tenang.
Namun, tatapan Brio membulat seketika, di saat melihat istrinya menggunakan pakaian sexy yang seperti lingrie, pakaian itu adalah baju tidur yang sangat tipis.
"Oh My Godness, bukan salahku, jika dia yang memancing duluan.
Brio langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu, lalu menggosok giginya dengan cepat. "Ahhh, sepertinya pagi ini aku akan mendapatkan sarapan yang sangat menggairahkan," gumam Brio, dan langsung membuka seluruh bajunya, menyisahkan segitiga bermudah yang menyerupai celana ketat.
Brio berjalan dengan santainya, merasa bahwa di dalam rumah hanya ada mereka berdua. Vita masih belum menyadari jika Brio saat ini sedang on Fire, bahkan dia sama sekali tidak melihat keberadaan Brio yang berada di belakangnya.
"Aregghhh," jerit Vita, ketika Brio langsung mengangkatnya duduk di atas meja.
"Brio, kamu menganggegkanku saja," seru Vita, sambil melihat wajah Brio yang sudah sangat Horrrny.
"What?" tanya Vita berpura - pura tidak mengerti.
Namun dia langsung menarik kepala Brio untuk mendekat ke arah dadadadanya, Brio yang mengerti langsung menyeesap dan memberikan gigitan kecil di sana, membentuk tanda kissmark.
"Engghhss," leguhan kecil keluar dari bibir Vita, ketika Brio mulai menjiiilaati leher dan telinganya.
Gaiirah pasangan baru itu akhirnya bangkit, dan terus mellumaat satu sama lainnya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
__ADS_1
*Terima kasih**ππ»ππ»*