
🌹 Happy Reading 🌹
"Kenapa? Apa karna Om pacarnya Mamah?" balas Vita yang sontak membuat Vika terdiam.
Jendra yang terus menerus mendengar putrinya berbicara yang di luar batas umurnya, kini memilih untuk menghentikanya. "Vita sayang, gak boleh ngomong seperti itu kepada Mamah, pria itu bukan pacar Mamah sayang, dia hanya teman yang sudah di anggap kakak oleh Mamah, Vita jangan khawatir ya, Papah janji gak akan ada Papah baru untuk Vita ya, sekarang hanya akan ada Papah, Mamah dan Vita yang menjadi sebuah keluarga yang bahagia," ucap Jendra yang sontak membuat Vika membulaatkan matanya.
"Yeeyyyy, I'am so glad now." seru Vita dengan riang.
Membuat Jendra tersenyum melihat kebahagiaan putrinya. "Vita Papah minta maaf ya kalo dulu Papah pernah membuang Vita, Papah menyesal Nak, tapi-"
"Gak papah kok Pah, kan semuanya pasti pernah salah, tinggal minta maaf semuanya akan di perbaiki, Mamah sering bilang gitu sama Vita, iya kan Mah," sahutnya yang tersenyum ke arah Vika, dengan tatapan penuh kebahagiaan.
Jendra merasa canggung melihat sikap Vika yang seperti tidak menganggap perkataan Vita itu.
"Vita sayang, bolehkan Papah bicara berdua dulu sama Mamah," pintanya pada anaknya.
Vita menganggukan kepalanya pelan sebagai jawabanya. "Boleh kok Pah, ini pasti masalah orang dewasakan, kalo gitu Vita keluar dulu, ccuuppp,,cuupp." Pamitnya sambil mencium pipi Jendra dan Vika, lalu dia segera melangkahkan kakinya keluar menjumpai Veli.
Jendra kini kembali menatap ke arah Vika dengan tatapan yang sulit di artikan. "Sekarang kamu liat kan betapa bahgianya putri kita ketika mengetahui kita akan kembali bersama," seru Jendra yang menunjuk ke arah pintu.
"Dia anak aku, bukan anak kamu." Ketusnya lagi yang begitu kesal jika Jendra menyebutkan anak kita, karna kalimat seperti itu tidak layak di ucapkan dari mulut Jendra.
"Terserah apa katamu, Vika aku hanya menginginkan keluarga kecilku memaafkanku dan kembali bersamaku, meskipun aku harus menggunakan cara apa pun, termasuk merebut hak asuh Vita, aku akan melakukan itu." Ucapnya penuh keyakinan.
Vika yang merasa lelah berdebat dengan Jendra, kini hanya memilih untuk pergi dari tempat itu. "Vita adalah anak ku, jadi sebesar apapun usahamu untuk merebutnya, aku juga akan berusaha mempertahankanya, camkan ini baik-baik.
Setelah itu, tanpa menunggu jawaban dari Jendra, Vika langsung berlalu pergi, dia merasa sudah sangat muak sekali melihat Jendra dengan wajah tidak bersalahnya meminta orang lain untuk kembali.
Di saat Vika sudah di luar, dia melihat Vita dan Veli yang sudah tidak ada lagi. Karna sepertinya mereka berdua sudah pulang.
Vika memilih untuk pergi ke suatu tempat, dimana dia akan mendapatkan ketenangang yang bisa membuat otaknya kembali jernih.
Jujur dia begitu pusing dengan semua ini, di satu sisi dia mencintai Alson dan ingin hidup bersamanya.
__ADS_1
Namun lagi-lagi dia harus di hadapkan oleh sebuah kenyataan bahwa langit dan bumi tidak bisa bersatu.
Dan jika dia memaksa, akan ada banyak hati yang terluka, termasuk Vita dan mungkin akan berpengaruh pisikis putrinya.
Mungkin memang benar jika di dunia ini kita harus saling memaafkan dan memberi kesempatan.
Tapi dengan sikap Jendra yang angkuh seperti itu, membuat Vika ragu jika pria itu akan berubah. Bukan tidak lain jika Vika sudah tidak berkarir lagi di dunia Modeling maka Jendra dan keluarganya akan mengusirnya lagi.
"Aaaaarrrgggghhhhh,kenapa semuanya kadi begini,?"teriak Vika sambil memukul-mukul kemudi mobilnya.
"Kenapa Jendra datang kembali setelah aku dan putriku ingin bahagia, hisskk,,hisskk. Terlalu sakit jika mau di ingat segala perbuatan Jendra. Aarrrrrrgghh aku benci kamu Jendra,,aku benci." Teriaknya dengan mengemudikan mobilnya selaju mungkin.
Bahkan sangkin frustasinya dia, tanpa dia sadari jika dia sudah menerobos lampu merah.
Brrraaakkkkkk,,bruuuggghhh,,brraaaakkk.
Mobil Vika hancur berkeping-keping hingga tanpa sisa. Membuat seluruh warga yang melihat langsung menghampirinya.
Melihat bensin yang tercecer dari mobil Vika, membuat Warga lebih berusaha mengeksekusi Vika sebelum mobil itu meledak.
Bahkan terlihat jelas jika di leher Vika ada sebuah kaca mobil yang menancap sempurna.
Dengan keadaan yang setengah sadar, Vika melihat sebuah bayagan Alson yang tersenyum ke arahnya. "Aku mencintaimu." Batinya yang sudah tak mampu mengeluarkan suaranya lagi, dan karna sudah tidak tahan lagi menahan sakit. Vika langsung tidak sadarkan diri, namum Warga berhasil mengeluarkanya dari dalam mobil.
Boommmm,,booooommm, mobil Vika meledak dengan membawa dua mobil yang menabraknya tadi.
Namun beruntungnya Vika dan penghuni mobil itu berhasil di selamatkan walapun dengan keadaan yang sangat parah. Bahkan salah satu dari mereka ada yang meninggal di tempat.
"Ayo cepat bawa mereka ke rumah sakit, woy," seru beberapa warga yang ingin secepatnya menolong korban-korban ini.
Dan dengan membopong tubuh Vika, mereka memasukanya ke dalam ambulance yang sudah mereka hubungi tadi dan langsung membawanya ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.
Sesampainya di rumah sakit, Dengan sigap dokter langsung menangani Vika dan membawanya masuk ke dalam ruang tindakan.
__ADS_1
Sementara Vika di tangani, pihak rumah sakit mencoba berusaha untuk menghubungi Vika keluarga Vika. Namun tidak ada yang menjawabnya.
Hingga pihak rumah sakit mendapatkan sebuah panggilan di ponsel korban yang sempat di amankan oleh pihak polisi tadi.
"Hallo selamat siang." Sapa pihak rumah sakit ketika menjawab panggilan di ponsel Vika.
"Hallo, ini siapa? Vika kekasih saya mana ya ?" tanya penelpon di ujung sana yang tidak lain adalah Alson, yang baru saja pulang dari kegitaan jogging paginya dan melihat bungkus makanan di depan pintu apartnya.
Dan mendapatkan itu Alson langsung segera menghubungi Vika untuk meminta maaf karna tidak menjawab panggilanya.
"Maaf Pak. Kami dari pihak rumah sakit, ingin mengabarkan bahwa nona Alvika Natalie telah menjadi korban kecelakan di jalanxxxxx, dan sekarang dia masih dalam penanganan dokter yang ada." jawab Suster itu.
Deeeegggggg Alson langsung lemah seketika mendengar kabar itu. Tubuhnya bahkan sudah tidak mampu berdiri dengan tegap lagi.
"Rumaah sakit mana ini?" Tanyanya dengan suara yang mulai parau menahan luka.
"Rumah sakit medic.ed pak." Jawab Suster itu.
Dan tanpa menjawab lagi, Alson segera melangkahkan kakinya untuk menuju rumah sakit itu.
"Jangan sampai ada apa-apa dengamu sayang, jangan tinggalkan aku,,hisskk,,hisskk, please aku gak mau sendirian di dunia ini." Tangisnya yang merintih takut kehilangan sosok yang begitu dia cintai.
Baginya Vika adalah sosok sempurna yang mampu merebut hatinya, dulu dia masih mencintai Briell, namun ketika dia mengetahui bahwa adiknya lah yang menikahi kekasihnya, maka di saat itu Alson berusaha melupakanya dengan Tuhan yang mengirimkan sosok Vika yang mampu membuatnya jatuh cinta kembali, dan bersama dengan Vika, membuatnya mengerti dari arti sebuah perjuangan cinta.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra