Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 71


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Semakin lama, rasa sakit yang dialaminya jauh lebih sakit dibandingkan yang sebelumnya.


Jika kemarin dan tadi dia merasakan sakit sekitaran dua jam sekali, namun sekarang dia merasakan sakit itu setiap dua menit sekali.


“Huftt,,hufftt,” Vika terus berusaha menarik keluarkan nafasnya agar rasa sakitnya sedikit berkurang. Tapi sepertinya itu sama sekali tidak berguna.


Hingga akhirnya Dokter kembali lagi masuk untuk memeriksa pembukaan dari istri Alson tersebut.


“Ini masih pembukaan 4 ya Tuan, kita juga telah memasangkan infus agar bisa membantu Nyonya Vika agar lebih cepat lagi merasakan kontraksinya.” Jelas Dokter wanita yang kini menangani Vika.


“Masih 4 Dok?” Tanyanya kaget.


“Tapi bahkan istri saya sudah tiga hari mengalami kontraksi, dan kalian berkata pembukaan akan bertambah setiap 6 jam sekali, tapi ini apa?” Timpalnya lagi, namun kali ini sedikit emosi, karena merasa pergerakan Dokter wanita ini sangatlah begitu lambat.


Dokter wanita itu hanya bisa menghembuskan nafasnya berat, karena seharusnya di usia yang masih 30 minggu ini, Vika belum waktunya untuk kontraksi, masih ada 5-6 minggu lagi, sampai perkiraan waktu lahiran tiba.


“Yang seperti saya bilang Tuan, kontraksi asli yang di rasakan oleh Nyonya Vika baru terjadi di pagi tadi, itu berarti kontraksi yang kemarin bisa kita sebut dengan kontraksi palsu Tuan.” Terangnya lagi.


Dan kali ini Alson sudah tidak bisa menahan sabar lagi. “Sudah, lakukkan operasi sekarang, terlalu lama jika harus menunggu lagi!” Perintahnya Lugas, tanpa perdulikan Vika yang terus saja menggelengkan kepalanya tidak mau dengan operasi.


Dokter tersebut sempat melihat ke arah Vika sejenak, lalu akhirnya menganggukan kepalanya menyetujui apa keinginan dari Tuannya ini.


“Baik Tuan, segera kami akan menyiapkan ruangan untuk operasi untuk Nyonya.” Serunya dengan menundukkan kepalanya hormat.


“SEGERA!!” Tekan Alson, terdengar tidak sabaran.


Dokter kembali menganggukan kepalanya pelan, lalu segera berpamitan pergi dari ruangan tempat Vika dirawat.


Sedangkan Vika terus saja menggelengkan kepalanya pusing dengan keputusan sepihak yang diambil oleh suaminya.

__ADS_1


Tapi dia juga tidak mau melarang dan mengatakan apa - apa, karena memang rasanya sesakit itu, sampai akhirnya dia lebih baik menyetujui hal ini.


Alson menatap Vika dengan lekat, lalu dia teringat akan satu hal. “Ah, aku lupa jika operasi ini sekalian dilakukkan untuk mensterilmu, agar kita tidak mempunyai anak lagi.” Ucap Alson pelan.


“Kenapa kamu tidak mau punya anak lagi?” Tanya Vika, di sela - sela ringisan sakitnya.


“Karena aku tidak tahan melihatmu sakit begini.”


“Kita sudah mempunyai Vita, dan calon anak kembar kita, jadi aku rasa sekarang cukup tiga saja anak kita.” Ungkapnya, yang dijawab anggukan kepala lagi oleh Vika.


Bagus, karena memang aslinya Vika tidak ingin mau menambah anak lagi, tetapi dia takut jika Alson malah mau menambah.


Tetapi sekarang dia legah, karena mendengar langsung hal itu dari suaminya.


****


Setelah menunggu beberapa saat, kini terlihat Vika yang telah berbaring di sebuah ranjang yang tengah didorong oleh beberapa suster untuk membawanya masuk ke dalam ruang operasi.


Alson menunggu dengan harap cemas di sebelah istrinya, sambil terus mengeluarkan kalimat - kalimat indah untuk menyemangati istrinya, tak terkecuali dia menyebutkan nama - nama Brend tas - tas terbaru yang sudah menjadi incaran istrinya sedari kemarin, agar wanita itu lebih semangat lagi.


**


Setelah melewati berapa proses kini terdengarlah dua suara bayi yang saling bersahut - sahutan, bayi dengan jeni kelamin laki - laki untuk ke duanya yang diberi nama, Khalled Jamier Manopo dan juga Khalid Jamier Manopo.


Ke dua wajah bayi yang bak ketriplek dari Papahnya dan juga Kakeknya Arvan itu, membuat Vika sedari tadi cemberut karena tidak ada satupun anaknya yang mirip dengan dirinya.


Berbeda dengan Arvan yang baru saja datang ke rumah sakit, langsung bergegas menemui ke dua cucunya dan tak lupa untuk melihat keadaan dari anak menantunya.


“Selamat ya Nak,” ucapnya pada Alson dan Vika yang saling menggengam tangan itu.


Alson sama sekali tidak meninggalkan Vika, karena takut istrinya itu membutuhkan sesuatu dan dia harus benar - benar ada di samping iatrinya.

__ADS_1


“Gantengkan Pah, anak Alson Pah,” Alson benar - benar bangga ketika melihat wajah dari ke dua putranya yang begitu tampan itu.


“Tampan, mirip sama Papah,” balas Arvan tak mau kalah, dan langsung bergegas menggendong salah satu cucunya itu.


Jenni tersenyum mendengar ke dua prianya sedang memuji cucunya yang baru lahir itu, dan juga ingin mengambil bayi yang masih ada di dalam tempat tidur.


“Mah, letakan Kali di lengan Papah yang sebalh kanan ini.” Ucap Arvan menunjukkan tangannya yang kosong.


“Papah, kan sudah menggendong Kale, bagian Mamah dong gendong Kali,” protes Jenni yang kini juga tidak mau kalah.


“Tidak, Papah mau gendong dua cucu Papah,” tegas Arvan, yang kini sontak membuat Alson dan Vika saling melirik satu sama lain dengan senyuman.


Vika yang mendapatkan mertuanya Arvan bisa menerima anaknya dengan tangan terbuka itu akhirnya mampu menghilangkan keraguaan jika mertuanya akan membuang dirinya ketika melahirkan.


“Beruntung anak - anakku ini wajahnya mirip Papah dan Kakeknya, hahaha sepertinya mereka takut tidak diakui, sampai wajahnya nyaris tanpa ada bedanya.” Batin Vika, yang merasa bahwa Tuhan mendengar doanya agar putra - putranya ini bisa mengubah suasana suram dan dingin di keluarga tersebut tumbuh dengan kehangatan walaupun hanya sedikit.


**To Be Continue. *


*hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya **😭*


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2