
๐น Happy Reading ๐น
Keesokan harinya, Vika terbangun di awal pagi untuk melakukan aktivitas jogging.
Bahkan di saat matahari belum menampilkan cahanyanya saja dia sudah berlari mengeliling komplek perumhaanya sebelum dia kembali untuk membuat sarapan pagi.
"Hufft,,lumayalah lari 4km," gumamnya lalu melakukan gerakan kecil di depam rumah untuk merenggangkan otot-ototnya.
Dan tiba-tiba saja mata Vika membulat melihat sosok Alson yang datang dengan wajah yang pucat.
"Uuuhhhhhh aaaaaahhhhhahaaaaaa," Alson akhirnya bisa bernafas lega kembali tepat di hadapan Vika, membuat wanita itu mendadak bingung dengan apa yang di lakukan oleh pria ini pagi-pagi buta datang ke rumahnya.
Alson terlihat mulai mengatur pernafasanyanya kembali, seperti orang asma yang baru mendapatkan oksigen. "Aahhhh akhirnya aku bisa bernafas kembali," lirihnya pelan yang semakin membuat Vika menatapnya dengan ilfil, lalu menempelkan tanganya di kening Alson.
"Are you okay?" tanya Vika ingin memastikan kondisi Alson yang menampilakan wajah pucatnya.
Mendapatkan perhatian kecil dari gadis tamanya, membuat Alson mendadak seperti berada di hamparan bunga yang bermekaran, "I'm not okay, I fell hurt,hiskk,hiskk," adunya pada Vika dengan menampilkan wajah yang menyedihkan.
Sontak Vika langsung panik di buatnya, "kenapa? Apa yang sakit? Mau ke dokter gak sih?" cercanya yang merasa khawatir dengan anak hilang ini.
Alson sontak kegirangan di saat Vika memperhatikanya seperti itu, "gak tau kenapa aku tuh gak bisa bernafas semalam, dan barusan pas ketemu kamu aku langsung bernafas, itu tandanya berarti kita harus segera nikah supaya aku gak mati muda,hisskk,,hisskk," serunya yang langsung di hadiakan bogeman mentah dari Vika.
Buggghhhhhhh, "aaaddduhhh sakiit," teriak Alson yang membuat tetangga Vika menoleh ke arah mereka.
"Wah ada apa itu mbak? KDRT ya." Tuduh ibu tetangga itu yang membuat Vika tersenyum kikuk di buatnya.
"Bu,,bukan bu, Maaf bu,,ini kurir salah antar barang, kan lagi ikut yang viral-viral itukan heheheh." ucapanya dengan senyum yang terpaksa lalu beralih kembali pada Alson.
"Makanya mas, kan saya udah bilang gak mau terima paketnya ini gak sesuai, lagian ngantar paket pagi buta, kerajinan sekali masnya ini," ucap Vika dengan suara yang nyaring agar tetangga seribu dinding itu dengar.
"Kurir? Antar barang ? Aku? Tapi aku-" Alson bingung dengan sandiwara apa ini.
"Makanya mas jangan go**blokkk, ini tuh salah mas di liat dulu barangnya, go***bllokkk, belajar lagi deh mas biar gak Go***bbblllookk," sambungnya lagi agar tetangga seribu dinding itu percaya jika ini bukanlah kasus KDRT.
Alson yang mendengar Vika mengatakan itu berulang-ulang dan melirikan matanya ke arah luar, sontak langsung menggulung lengan bajunya, dan melangkah keluar, "Siapa goblok? Sini biar aku hajar orangnya!" sahut Alson yang membuat Vika salah tingkah dan menarik baju Alson untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Masuk," bentak Vika dengan menarik Alson paksa.
"Adduuhh sayaaangg, lepasiinnn!! Aku mau kasih pelajaran sama goblok itu, biar gak main-main dia sama calon istriku.
__ADS_1
Namun Vika sama sekali tidak memperdulikanya, dia menarik paksa anak orang ini agar masuk ke dalam rumahnya dan tidak menjadi tontonan tetangga.
"Duduk!!" Titah Vika yang merasa pusing dengan tingkah satu pria ini.
Dan dengan patuh Alson mengikutinya. Dan duduk bagaikan anak kucing yang takut pada macan betina.
"Siapa yang suruh kamu bertamu pagi-pagi di rumah orang ha?" bentak Vika mulai mengintrogasi tersangka ini.
"Gak ada, tapi itu kan-"
"Kan apa?" bentak Vika lagi.
Krucucucck suara perut Alson terdengar sangat nyaring. "Itu karna aku lapar," jawabnya dengan lesuh, membuat Vika membulatkan matanya besar melotot ke arah bosnya ini.
"Terus kalo lapar kenapa ke rumah ku paijo," keluhnya yang sudah pusing dengan anak siapa yang lepas ini.
"Memangnya gak boleh ke sini?"
"Gak boleh," tegasnya yang membuat Alson mengerucutkan bibirnya maju seperti bimoli.
"Ken-"
Mendengar jawaban itu Alson langsung berdiri dan mencium kening Vika, cccuuuppppp
"Wooyyy kenapa kamu cium aku?" emosinya memuncak dengan tanduk yang sudah berdiri.
Namun bukanya takut Alson malah tersenyum dengan puas. "Karna kamu calon istri ku, dan itu hak aku," skak matt, membuat tanduk Vika lenyap seketika.
Alson yang merasa menang kali ini, langsung melangkah mencari kamar Vika untuk menumpang mandi.
"Kamar kamu dimana ? Aku mau mandi," serunya dengan tidak tau malu langsung masuk dan memeriksa kamar atas.
"Sayangg, ambilkan pakaian ku di mobil dong, aku udah terlanjur buka baju nih, nanti ada yang liat roti sobek ku loh," teriaknya benar-benar membangunkan seisi rumah.
"Brisik," jawab Vika dengan kesal, namun mau tidak mau dia menuruti permintaan Alson itu dan mengambil pakaian kerja Bosnya yang tidak tau diri itu.
Dan tak lama kemudian, Vika kembali masuk ke dalam rumahnya, namun bibirnya terasa keluh melihat ibunya tepat di hadapanya.
"Baju siap itu Vik? Dan tadi ibu mendengar ada suara laki-laki, dia siapa?" bentak Veli dengan keras, dia benar-benar tidak ingin jika putrinya itu kembali salah jalan lagi.
__ADS_1
Vika merasa bingung dengan jawaban apa yang akan dia berikan kepada ibunya.
"Saayaaanngg, mana pakaian kantorku?" Teriak Alson lagi yang mendadak membuat Vika semakin tidak bisa berkutik di hadapan Veli.
"Cepat kamu berikan pakaian pria itu, dan kalian berdua cepat menghadap ibu!" Tegas Veli dengan sorot mata yang mematikan.
Lalu melangkah masuk ke dalam kamar Vita, untuk membangunkan cucunya itu.
Vika yang melihat ibunya sudah pergi langsung segera masuk ke dalam kamarnya dengan penuh emosi.
Braaaakkkk dia membanting pintu kamarnya dengan keras membuat Alson yang sedang merapikan rambutnya itu terkejut.
"Sayang kamu itu apa-apaan sih, kamu mau buat aku mati muda," seru Alson sambil memegangi jantungnya yang terasa ingin copot itu.
Vika melangkah ke hadapan Alson dan langsung memberikan baju itu. "Kamu tu ya , gak henti-hentinya buat aku dalam masalah, kamu tau gak sih di rumah ini tuh ada ibu dan anak aku, kamu teriak-teriak kaya gitu dari kamar aku, kamu mikir gak sih ibu ku pasti akan berpikiran macam-macam tentang kita, nanti di kira kalo aku ada main gila sama kamu, susah sih kamu itu bule yang di kehidupan negaranya itu bebas, tapi ini tuh Indonesia Paijo, Indonesia, di sini tuh gak boleh laki-laki dan perempuan yang belum nikah satu kamar, kamy ngerti gak sih." seru Vika panjang lebar, namun satu kalimatpun gak ada yang bisa masuk dalam otak Alson.
Dan sejenak dia terlihat berfikir untuk mengerti Vika tadi bicara apa, dan di saat dia selesai merangkainya, Alson hanya mengambil di kata akhir saja. "Kalo begitu kita nikahlah, biar bisa satu kamar," jawabnya dengan santai, membuat macan di sebelahnya lagi-lagi mengeluarkan tanduk bantengnya.
Buuuggghhhhhh, satu bogeman mentah yang sangat kuat di berikan oleh Vika, membuat Alson tekepar dan langsung kejang-kejang.
Sedangkan Vika langsung tersenyum puas menatap penuh bangga pada kepalan tanganya yang berhasil memberikan Bogeman maut itu.
"Macam-macam sih, mati kan loe." Gumam Vika yang melihat Alson tekapar pingsan.
Rencana mimin mau kasih roti sobek, tapi di tunda dulu deh, mimin masih mau puas-puasin dulu meluk roti sobek mimin๐ฅฐ๐ฅฐ
Jadi kalian liat mimin aja dulu ya, cantik kan mimin,, iya makasih loh udah di bilangin cantik, mimin tau emang mimin yang paling cantik๐๐
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangkan jempolnya๐
*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1
Follow IG Author @Andrieta_Rendra