
🌹 Happy Reading Gengs 🌹
Di sisi lain, Brio yang baru saja terbangun dari tidurnya, kini terlihat sibuk mencari sosok si pemilik apartemen.
“Sudah bangun?” Tanya Khanza, ketika melihat Brio yang terbangun, dan langsung menuju ke dapur, untuk mencari air minum. ( sudah seperti rumah sendiri bukan )
“Kamu ngapain pagi - pagi berlipat - lipat sepertinya itu?” Tanya Brio pada Khanza yang terlihat sangat aneh.
Dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas, Khanza terus memperhatikan Brio. “Ini itu namanya Yoga.” Protesnya, tidak terima jika Brio mengatakan dirinya berlipat - lipat tidak jelas.
Brio mengedikan bahunya singkat, menunjukan rasa ketidak perduliaannya dengan nama aktifitas itu, dia memilih untuk menuang air dalam gelas, lalu melangkahkan kakinya untuk duduk di sofa depan Khanza.
Khanza yang melihat Brio ingin duduk, langsung segera menurunkan kakinya, dan lebih dulu mengambil gelas dari tangan Brio, lalu meminumnya.
“Kenapa kamu meminum airku?!” Brio menatap tajam ke arah Khanza yang terlihat santai meneguk air minumnya.
“Aku haus.” Respon Khanza singkat, lalu kembali memberikan gelas itu pada Brio.
Dengan rasa kesal, Brio kembali meneguk air yang sisa setengah karena ulah Khanza.
Walaupun baru saling mengenal mereka udah saling berbagi gelas dan makanan. Dari semalam memang mereka terlihat begitu dekat, bahkan sampai Brio lupa mengenai Vita.
Khanza, merasa sangat letih, dan lalu duduk di sebelah Brio. “Apakah kamu tidak ingin melihat berita hari ini?” Tanya Khanza pada Brio.
“Tidak,”
“Kenapa?” Tanya Khanza lagi.
“Aku ingin stop dulu dari media,” jawab Brio singkat.
Khanza menghela nafasnya melihat sikap Brio yang sepertinya tidak ingin tahu bagaimana nasib istrinya saat ini.
“Brio, apakah kamu tidak khawatir dengan keadaanya saat ini? Apa lagi kamu bilang jika dia baru sembuh dari sakitnya.” Khanza mencoba untuk membujuk Brio, agar hatinya tidak baku seperti ini.
Brio menimbang - nimbang apa yang dikatakan oleh Khanza. “Dari awal, memang aku sudah salah, memaksa dia masuk ke dalam hubungan kami ini. Dan sedari awal juga di dalam hatinya hanya ada laki - laki itu,” jelas Brio pada Khanza.
Tidak seperti biasanya, baru kali ini Brio menceritakan tentang kehidupannya pada orang lain. “Jadi, kamu maunya seperti apa sekarang?” Tanya Khanza pada Brio.
Brio menarik nafasnya panjang, lalu mengarahkan wajahnya ke atas, menatap langit - langit palfon, yang begitu tenang. “Hanya menunggu waktu saja, sampai berita ini redup kembali, dan Vita akan hidup bahagia bersama dengan laki - laki pilihannya.” Brio sudah pasrah akan semuanya.
Jika memang dirinya harus melepaskan Vita, maka dia akan melakukkannya. Lagi pula, dari awal tujuannya menikahi wanita itu hanya lantaran permintaan dari Griffin.
“Baiklah, kita lihat ke depannya nanti, apa yang akan terjadi.” Tungkas Khanza, yang tidak ingin memaksa apa - apa lagi untuk pria itu.
Jika memang itu adalah pilihan Brio, sebagai teman, dirinya akan mendukung saja.
Brio sendiri, merasa jika umur Khanza dengan dirinya tidak beda jauh, sehingga Khanza terlihat lebih menarik hatinya, karena sikap dan sifanya yang terlihat begitu dewasa, dan membawa kedamaian untuknya.
“Aku akan pergi ke supermarket, untuk membeli beberapa belanjaan untuk stok seminggu ke depan, apakah kamu mau ikut? Atau hanya di sini saja?” Tanya Khanza pada Brio.
“Aku akan mengantarmu.” Ujar Brio yang memilih untuk menemani Khanza berbelanjaan Mingguan.
__ADS_1
Dirinya merasa jenuh jika hanya di rumah saja, dan memilih untuk melihat - lihat seputaran - seputaran saja.
***
Brio dan Khanza terlihat sudah berada di dalam mobil, membelah jalanan yang begitu macet, membuat ke duanya harus lebih sabar lagi menunggu.
“Hufft, sepertinya kita belanja di Grand Mall saja, lebih dekat dari jangkauan kita.” Ujar Khanza, yang memperlihatkan Maps dari ponselnya pada Brio.
“Baiklah.” Balas Brio, yang langsung mengarahkan mobilnya ke arah Grand mall sesuai permintaan Khanza.
***
Ketika baru sampai di parkiran, Brio dan Khanza terlihat sangat serasi sekali. Khanza dengan celana Jeans robek - robek yang begitu pas, sehingga membentuk lekukan kaki dan bokingnya, di kombinasikan dengan atasan bewarna hitam lengan panjang, namun memperlihatkan punggung mulusnya di belakang serta tak lupa Heals cantik yang terpasang di kakinya membuat kesan begitu manis khas wanita dewasa.
Sedangkan Brio, dengan celana Jeans panjang, Tshirt serta jaket dan sepatu, terlihat begitu Tampan dan menawan. Sehingga banyak pasang mata yang menatap mereka, dan memuji keserasian pasangan itu.
“Kamu ambil troli itu deh!” Pinta Khanza, ketika mereka sudah berada di depan supermarket yang berada di dalam Mall.
Dengan patuh Brio pergi mengambil Troli itu, dan mengikuti Langkah Khanza yang berjalan ke sana dan kemari mengambil beberapa barang yang diperlukan untuk seminggu.
“Untuk apa kita kebagian sayur mayur ini?” Tanya Brio pada Khanza.
Karena dia tidak mengira jika Khanza akan berbelanja seperti Mommynya, yang sampai bahan lauk dan panganpun di beli.
Secara wanita yang hanya tinggal di apartemen, jarang sekali ada wanita yang mau masak untuk makananya sendiri. “Memangnya seminggu ini kamu tidak makan?” Tanya Khanza sinis kepada Brio.
Lagi dan lagi, Brio dibuat kagum oleh Khanza, yang begitu ahli dalam memilih Ikan, Ayam, udang dan lain - lain.
“Waahhh, serasi sekali pengantin baru itu.” Ucap seorang ibu - ibu, kepada temannya.
“Iya benar, jadi ingat waktu kita muda dulu ya.” Sahut ibu - ibu yang lainnya.
Sontak aja Khanza dan Brio langsung melirik satu sama lain dan senyum - senyum seperti yang dikatakan ibu itu benar adanya.
“Apakah sudah selesai?” Tanya Brio, yang merasa kakinya sudah sangat lelah, menemani Khanza berbelanja Mingguan.
“Sudah, yuk, langsung ke kasir saja.” Ajak Khanza, yang ternyata di kasirpun mereka harus mengantri panjang, karena saat ini memang supermarket itu sangat - sangat ramai.
Dua puluh menit, Brio dan Khanza berdiri, namun antriannya masih beberapa orang lagi.
Khanza juga sudah merasa kakinya begitu sakit, berdiri menggunakan heals tinggi. Membuat Brio berinisiatif untuk berjongkok. “Duduk di sini!” Perintahnya pada Khanza.
Sontak saja wanita itu menoleh, diikuti dengan beberapa pengunjung yang duduk tidak jauh darinya.
“Brio, kamu ngapain?” Tanya Khanza, merasa malu dengan tindakan Brio saat ini.
Brio yang tidak ingin kebaikkannya di sia - siakan, langsung menarik Khanza, untuk duduk di atas pangkuannya. Khanza yang terkejut, tubuhnya langsung terjatuh begitu saja.
Sungguh malu rasanya, Khanza mendapatkan banyak mata yang menatap ke arah mereka, sampai wanita itu akhirnya menutup wajahnya menggunakan tas agar tidak seberapa malu.
Lima belas menit kemudian, barulah giliran mereka untuk membayar di kasir. “Berapa?” Tanya Brio pada Khanza, yang sama sekali tidak dijawab oleh wania itu.
__ADS_1
Khanza hanya membalasnya dengan senyuman, dan lalu mengeluarkan kartu debitnya untuk diberikan ke kasir. Namun di saat bersamaan Brio juga memberikan kartunya kepada kasir. “Biar aku yang bayar!” Tegas Brio pada Khanza.
“Tidak, biarkan aku yang bayar, ini belanjaan aku.” Bantah Khanza, merasa tidak enak jika harus Brio yang membayarkan tagihannya.
Perdebatan siapa yang bayar itu akhirnya terhadi, hingga wanita kasir itu sempat merasa bingung, kartu mana yang akan dia ambil. Sampai hatinya meyakinkan dirinya untuk mengambil kartu milik Brio, dengan alasan Briokan Laki - laki yang harus membayar tagihan perempuan.
“Baik, Pak, total belanjaanya, sebesar 7 juta 6 ratus ya.”
“Ini struk belanjaanya pak.” Ujar wanita itu, memberikan kartu dan struk belanjaan kepada Brio.
“Terima kasih.” Sahut Brio dan juga Khanza.
“Nanti akan aku ganti.” Bisik Kanza, merasa tidak ingin berhutang budi pada Brio.
“Up to yo.” Balas Brio, yang malas kembali berdebat dengan Khanza.
Kalian Tim Mana sih Gengs? Khanza atau Vita ??? 😘
Khanza
Vita
Brio
Langit
*To Be Continue. **
Note: teman - teman, Mohon Maaf ya, Mimin mau ngabarin, kalau Give Awaynya Mimin Pindah untuk Karya It’s So Hurts. Karena Mimin tidak bisa melihat hasil kalian jika tertumpuk dengan poin - poin yang lama.
Jadi Mimin pindah ya, Dukungan Give Away karyanya untuk Karya It’s So Hurts 🙏🏻🙏🏻
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1