Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Chapter 36


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


"Sampai kapan kamu mau melawan Uncle Arvan Al?" Tanya Aiden dengan serius.


Alson bergedik tidak perduli, "sebenarnya aku sedikit memaklumi sikapnya yang seperti itu, cuman ya begitu lah, dia terlalu berlebihan bahkan Tuhan saja dia benci apa lagi kehidupan," Seru Alson yang memang merasa lain dengan Papahnya saat ini.


Aiden terlihat mengiyakan perkataan dari sepupunya itu, "baiklah aku akan mendukung apa pun keputusanmu, nanti akan ku bawakan pendonor untuk mu, jika nyonya Freya ku mengizinkan aku.... ya you know lah oke." Kalimatnya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Freya.


Alson kembali tersenyum menanggapi kalimat dari Aiden itu, "ehm ya ya terserah dari kamu saja," jawabnya sambil terkekeh. "Ehm oh iya Aiden, sepertinya aku harus pamit lebih dulu karna Vika membutuhkan ku sekarang, oke bye," pamitnya dengan segera melangkahkan kakinya pergi.


Dan setelah kepergian Alson, Aiden semakin memeluk erat pinggang Freya agar tidak bisa menjauh darinya, "lepasin Aiden sakit," Rintihnya karna Aiden terlalu erat memeluknya.


"Aku hanya ingin mengingatkan jika kamu adalah istriku," bisik Aiden di telinga Freya. "Kamu sudah beratus-ratus kali mengatakanya, bahkan orang bodoh juga akan tau jika aku adalah istrimu," jawabnya dengan ketus.


Lalu Aiden langsung melu***mat bibir Freya tanpa menghiraukan dimana dia berdiri, "Aiden lepas, ini tuh tempat umum! Punya otak gak sih," bentak Freya yang selalu kesal, dan berusaha lepas dari pelukan posesif itu. Dan langsung masuk ke dalam mobil.


Aiden yang tersadar sudah melepaskan Freya, segera berlari masuk ke dalam mobil, "kamu istriku Freya, kamu istriku," kalimatnya berulang-ulang kali, yang setiap detiknya selalu mengingatkan status nyonya Lesham itu.


"Aiden cukup, aku lelah kamu selalu mengatakan hal yang sama! Cukup sekali kamu mengatakanya aku juga sudah paham!" Freya mendadak pusing, setelah kejadian itu Aiden menjadi gila dengan mengatakan hal yang sama bahkan sikapnya menjadi luar biasa posesif.


"Jika kamu sudah tau jika kamu istriku, maka bersikaplah sebagai seorang istri dan hargai aku sebagai suamimu," bentak Aiden yang tidak tau kemana arah pembicaraanya.


Freya menggelengkan kepalanya malas mendengar semua kalimat Aiden yang tidak masuk akal, "24jam aku bersamamu, tanpa satu detikpun kamu biarkan aku bergerak sendiri, bahkan mandi dan lain-lainpun kamu selalu mengikutiku, lalu kurang menghargai apa ? Aku rasa kamu sudah gila." balas Freya.


Aiden hanya melirik sekilas ke arah istrinya yang kini menatap ke arah luar, "kamu bilang menghargai tapi kamu tidak ingin melihatku malah menatap ke arah luar, kamu istriku Freya kenapa kamu melihat ke arah luar ha? Suami kamu aku bukan di luar," bentak Aiden yang merasa sakit hati jika sedetik saja Freya tidak menatapnya.

__ADS_1


Ingin rasanya Freya mengumpat saat ini, dia merasa muak dengan menatap Aiden setiap saat dan detik hanya dia yang boleh di liat, seakan-akan di dunia ini tidak boleh ada pemandangan selain dirinya.


"Nah puas kamu! Sekarang jalan dan pulang! Biar aku bisa melihatmu dengan puas." balas Freya yang memilih mengalah untuk kebaikan.


Sedangkan di sisi lain, Alson baru saja tiba di rumah Vika, dengan di sambut hangat oleh Vita dan Veli yang sudah menerimanya. "Ehm Uncle ayo kita makan dulu, Mamah sudah ada di meja makan," seru Vita dengan menarik tangan Alson agar segera ke meja makan.


Alson mengikuti langkah kaki Vita yang masuk, dan melihat sosok kesayanganya tengah duduk dengan diam menunggu siapapun yang menyuapinya. "Sayang hey, kamu sudah makan?" tanya Alson basa basi, yang di jawab gelengan kepala oleh Vika.


"Aku suapin ya," ucapnya lagi, melihat Veli yang masih sibuk di dapur bersama dengan masakan-masakanya.


"Kamu mau makan apa sayang? Ini ada ayam, sayur, telor," tanya Alson yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Vika.


Alson tersenyum karna sekarang Vika sudah bisa merespon nya dengan baik, dengan sabar dan telaten Alson mulai menyuapi kekasihnya itu, dengan Vita yang sedari tadi melihat kemesraan mereka berdua.


Alson menatap ke arah Vita dengan tatapan ramahnya, "om tidak bisa menyembuhkanya namun om bisa berusaha untuk mencari seseorang yang bisa menyembuhkan Mamah, Vita banyak berdoa ya agar secepatnya om bisa mendapatkan pendonor untuk Mamah," lirihnya lagi.


Vika menahan sendok yang masuk ke dalam mulutnya, lalu meraba dan mengarahkanya ke mulut Alson, karna dia sangat tau jika Alson pasti juga belum makan. "Sayang aku makan nanti ya, sekarang kamu dulu," tolaknya namun Vika tetap mengarahkanya pada Alson walaupun isi dalam sendok itu sudah jatuhan dan kosong.


Alson yang tak ingin menyakiti kekasihnya, berpura-pura makan dari sendok kosong itu, dan benar saja Vika langsung tersenyum merasakan itu semua.


"Kamu cantik kalo tersenyum sayang," pujinya yang membuat Vika tersipu malu.


Cuuuppp Alson mencium singkat pipi Vika yang merona akibat pujianya, "kita ke taman bunga ya hari ini, kamu masih ingin ke sana kan," serunya yang lagi di jawab anggukan oleh Vika. Dan detik selanjutnya Vika langsung memeluk tubuh Alson dengan begitu hangat.


"Heheh aku tau kamu mencintaiku sayang, peluk aja terus aku kangen sama pelukan kamu ehehhe," tawanya yang merasa bahwa Vika sudah sedikit demi sedikit berubah menerima keadaanya.

__ADS_1


Plaaaakkk Vika memukul Alson tanpa tau di mana, "addduuhhhh udah mulai galak lagi rupanya ya, ehmm, rasakan ini," goda Alson dengan menggelitik tubuh Vika, dan membuatnya tertawa tanpa suara.


Vita sudah terlebih dulu meninggalkan meja makan, karna dia tidak ingin berlama-lama menjadi obat nyamuk melihat Mamah dan Om Alson yang sedang bermesraan itu.


Sedangkan Veli yang melihat Vika tertawa bahagia, kini menangis dalam diam, "seandainya Lord Arvan tidak mengancam Ibu, maka Ibu tidak akan pernah memaksamu untuk menerima Jendra kembali Vik, lihatlah sekarang Ibu sudah bingung dengan langkah apa yang ingin ibu ambil, ibu takut denganya namun kamu bahagia dengan putranya," batin Veli yang merasa sesak setiap kali ancaman itu datang kepadanya.


"Sayang kita nikah yuk," ucap Alson tiba-tiba membuat senyum dan tawa Vika berhenti seketika.


Plaaaakkkk Vika kembali memukul Alson di sembarangan tempat, "aduhh sayang sakit, akukan cuman ngajak nikah bukan ngajak berantem," keluhnya mengelus pahanya yang sakit akibat pukulan dari kekasihnya.


Vika dengan cepat menunjuk ke arah mata dan mulutnya, sebagai kode bahwa dia adalah wanita Cacat, "aku gak perduli, kamu cacat atau enggak yang jelasnya aku sayang sama kamu, biar aku yang jadi mata untuk mu berjalan dan biar aku yang jadi suara untuk mengungkapkan isi hatimu," ucapnya pelan sambil mengusap lembut wajah kekasihnya.


"I Love you much and Forever Vika,"


To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra

__ADS_1


__ADS_2