
🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹
Sudah dua minggu berlalu, dan keadaan Vita masih terus saja seperti itu, hingga kali ini baik Brio dan juga Mario tidak mempunyai pilihan lain, selain memanggil Jendra untuk mengatakan sebenarnya apa yang terjadi pada diri Vita di masa lalu.
“Vita sayang,” panggil Brio begitu lembut kepada istrinya yang sudah dua minggu ini terlihat seperti mayat hidup.
Sakit, itu yang dia rasakan di dalam hatinya, kesepian itu perasaanya. Sebagai keluarga yang berkuasa, hal seperti ini sangatlah membuat Brio merasa malu sendiri. Karena dia tidak mampu untuk menyembuhkan istrinya sendiri.
“Vita, sayang, katakan kepadaku! Apakah kamu tidak lelah dengan jiwa yang seperti ini? Apakah kamu tidak merindukannku? Apakah kamu tidak kasihan dengan baby V?” Brio mengusap lembut kepala istrinya, sambil mengarahkan tangan Vita ke atas perut yang saat ini sudah mulai membuncit.
Tidak lama kemudian, Mario dan Eden masuk ke kamar anak – anak mereka, dengan membawa seorang dokter ahli beserta dokter kandungan khusus menangani masalah janin Vita.
“Brio sayang, bisakah kamu memberikan ruang untuk dokter Amer dan dokter Cici untuk memeriksa keadaan Vita?” tanya Eden dengan lembut kepada putranya.
Brio menganggukan kepalanya pelan, lalu berdiri dari posisinya untuk memberikan waktu pada dokter – dokter tersebut.
Eden mengusap lembut punggung belakang putranya, begitu juga dengan Mario yang langsung mengecup singkat kening Brio sebagai ungkapan dukungan mereka.
“Terima kasih Mom, Dad, karena sudah selalu berada di sisi Brio untuk melewati semua ini,” ucap Brio dengan tulus kepada mereka.
“Sayang, kita ini adalah keluarga, Daddy sama Mommy adalah orang tua kamu, jadi tentu saja kita akan selalu ada untuk menemani anak – anaknya melewati masa – masa sulit,” sahut Mario dengan tersenyum manis menatap putranya.
“Yang dikatakan oleh Daddy kamu itu adalah betul sayang, apa lagi di antara orang tua dan anak itu, seharusnya tidak akan pernah ada kata terima kasih, karena Mommy dan Daddy melakukan semuanya ikhlas untuk kamu,” seru Eden yang selalu saja menjadi panutan terbaik untuk anak – anaknya.
Brio sangat bersyukur karena terlahir dari keluarga ini, dia benar – benar sangat beruntung, karena meskipun dia sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, Mommy dan Daddynya ini sama sekali tidak menghukumnya ataupun membuangnya.
“Apakah istriku akan sembuh dok?” tanya Brio, ketika melihat dokter Amer baru saja ingin memeriksa pasiennya.
Amer menjawab pertanyaan Brio dengan sedikit tersenyum, “biar kita periksa terlebih dahulu ya Tuan,” jawab Amer, yang membuat Brio langsung terdiam.
“Kita tunggu saja ya sayang,” ucap Eden lagi, meminta agar anaknya itu tenang terlebih dahulu.
Tidak lama kemudian, ketika mereka sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Vita.
Dari arah luar, terlihat anak buah Mario yang datang bersama dengan pria yang merupakan kunci dari segalanya.
“Vita,”
“Sudah datang kamu rupanya,” tungkas Mario, ketika melihat sosok Jendra yang sedang lari mendekat ke arah putrinya yang sedang berbaring lemah di atas tempat tidur.
Jendra menolehkan sedikit pandanganya menatap Mario yang berdiri di depan putrinya.
__ADS_1
“Sejak kapan Vita mulai seperti ini?” pertanyaan itulah yang keluar dari mulut Jendra untuk pertama kalinya ketika dirinya melihat kondisi putrinya.
Brio terdiam sejenak, lalu ingatanya kembali pada saat dirinya sedang berada di luar saat itu.
“Pada hari kami pulang dari rumah sakit, Vita ingin membeli es krim di seberang jalan, lalu ketika dia kembali Vita sudah terdiam dan tidak bersuara, dia hanya menangis dan menangis tanpa henti,” jawab Brio, yang membuat dokter Amer menatap Jendra dengan bingung.
Ya, Mario memang sengaja mendatangan Dokter Amer ke sini, karena dalam daftar riwayat depresi Vita, Dokter Amer inilah yang menangani Vita.
Oleh sebab itulah, Jendra mengenalinya dan tidak menyangka jika Mario akan mengetahui semua rahasia yang telah mereka tutup rapat.
“Jangan tinggalkan aku Langit, please,” suara Vita kembali terdengar, dan betapa terkejutnya Jendra dan Amer ketika mendengar nama itu kembali disebutkan oleh gadis itu.
Namun berbeda dengan Brio, Mario dan Eden, yang sepertinya sudah mulai terbiasa ketika Vita mengucapkan kalimat itu.
“Kenapa kalian berdua terkejut?” Tanya Mario dengan sinis kepada Jendra dan Amer.
Jendra menggelengkan kepalanya pelan, “kenapa dia bisa menyebutkan nama itu kembali Jen?” tanya Amer pada Jendra, yang sebenarnya tidak tahu apa – apa.
“Apakah kalian mengenali nama itu?” tanya Brio yang sudah merasa cukup jengah dengan rasa penasaraanya.
“Siapa sebenarnya Langit? Kenapa namanya begitu dahsyat, sehingga bisa membuat Vita yang dulunya adalah gadis periang sekarang berubah menjadi seorang gadis yang bahkan seperti tidak memiliki kehidupan sama sekali,” Brio sudah begitu kesal dengan keadaan ini.
Dia ingin sekali cepat mendapatkan jawaban siapa Langit sebenarnya.
“Masa lalu?” Gumam Brio dengan pelan.
“Tapi kalian jangan khawatir, saya sudah memberikan obat kepada Vika, dan dengan keyakinan 70% saya pastikan Vita akan sadar walaupun tidak seperti sedia kala, karena pastinya semuanya akan perlu proses untuk mengembalikan kesadarannya lagi.” Terang Amer pada seluruh keluarga.
Karena dia mempunyai formulasi yang memang dia ciptakan untuk penderita Depresi Kronis seperti Vita.
Membuat Mario rasanya ingin sekali tertawa mendengar jawaban dari Amer. “Apakah kamu yakin, jika satu kali suntikan seperti itu bisa menyadarkan menantuku?” Mario benar – benar meremehkan Amer yang notabennya adalah dokter khusus yang menangani penyakit ini.
“Biar kita bukti nanti saja Tuan,” jawab Amer dengan sedikit tersenyum manis.
***
Di saat semuanya telah selesai melakukan rangkaian pemeriksaan untuk Vita, kini Brio maupun Jendra, sama – sama sedang terdiam satu sama lain.
Sedangkan Mario dan Eden, kini masih duduk di dalam ruangan Vita, untuk menunggu menantu mereka itu terbangun.
Karena jika dia tidak terbangung, dokter Cici belum boleh melakukan pemerikasaan Janin kepada Vita. Karena Eden ingin Vita langsung mendengar sendiri suara Janin di dalam perutnya.
__ADS_1
Suara detakan jantung, yang dia harapkan bisa menyadarkan ibunya, jika ada nyawa yang menginginkan kehidupan baru dan betergantungan kepadanya.
**
“Apa yang Anda maksud dengan masa lalu?” tanya Brio langsung to the point kepada mertuanya.
Dia begitu penasaran, apa yang sebenarnya di lakukan oleh Vita dan Langit di masa lalu? Kenapa sampai Vita mengalami depresi seperti itu?
Karena selama ini Brio sendiri sudah menyiksa dan bahkan merusak mental dari Vita, tetapi wanita itu sama sekali tidak bereaski apapun.
Vita malah terlihat semakin tegar dan bahkan tidak takut sama sekali dengan dirinya.
Tetapi sekarang? Kenapa laki – laki yang bernama Langit itu, sepertinya mampu meluluh lantahkan hati Vita.
“Papah juga bingung, kenapa nama Langit tiba – tiba muncul kembali di dalam ingatan Vita.” Lirih Jendra pelan.
Brio menggelengkan kepalanya pusing, kenapa jawaban Jendra sama sekali tidak masuk di dalam pemikiraanya.
Kenapa jawaban dari pria itu sangat beda dengan pertanyaan yang dia ajukan.
“Lalu siapa sebenarnya Langit Pah? Kenapa Anda sepertinya sangat mengenali nama itu?” Brio sedikit memaksa Jendra untuk berkata jujur tentang semuanya.
Jendra yang sedari tadi hanya menatap ke depan dengan pandangan kosong, kini mulai kembali mengalihkan pandanganya menatap ke arah Brio, yang saat ini juga sedang menatapnya.
“Jika Langit benar – benar kembali, maka saya yakini tidak akan pernah bisa kamu mendapatkan hati Vita,” jawab Jendra lagi. Namun lama kelamaan, jawaban yang diberikan oleh Jendra ini sangat – sangat ambigu.
Membuat Brio ingin sekali meledak ketika mendengar pernyataan yang sama sekali tidak masuk diakalnya.
“Pah, please, jawab pertanyaan aku diawal!!! SIAPA LANGIT SEBENARNYA??!!!”
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*