Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )

Hot Mother 2 ( Akibat Cinta Dari Pertemanan )
Cahpter 44


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Setelah melakukan operasi, Vika saat ini masih terbaring lemah karna pengaruh obat bius tadi.


Alson terus mendampingi istrinya itu tanpa pernah beranjak sedikitpun dari sisi Vika.


Sedangkan Veli dan Vita, di paksa untuk pulang, karna kondisi Virus yang masih berkerumunan, itu sangat tidak baik untuk tubuh kecil Vita. Dan karna untuk kebaikan Veli menurutinya.


"Sayang, setelah ini kamu akan bisa melihatku lagi, cepat bangun ya, aku rindu di saat kamu memaki dan menatapku dengan tajam," lirihnya dengan menggengam erat jemari Istrinya.


Vika sebenarnya sudah bangun, namun dia tidak bergerak dan memeberikan kode apapun pada Alson, "Tuhan, terima kasih karna kamu telah mengirimkan ku sosok pria yang memiliki hati bagaikan malaikat sepertinya, pria yang mampu menerima ku dengan segala kekurangan yang ada, bahkan teringat jelas bagaimana tingkah kasarku denganya, tapi dia masih begitu lembutnya menghadapi ku, entah dengan ungkapan apa aku berterima kasih kepadamu Tuhan, aku benar-benar mencintanya," batin Vika dan mulai menteskan air matanya dalam diam.


Alson menangkap jelas semua itu, dia mengusap lembut air mata yang jatuh dari mata terpejam istrinya, kemudian dia kembali mencium punggung tangan Vika dengan mesra, "aku di sini sayang, kamu jangan takut lagi ya. Aku akan selalu berada di sisimu," janjinya penuh keyakinan.


Vika mulai menggerakan tanganya mencari dan meraba wajah suaminya itu, di saat dia sudah menyentuh pipi Alson, dan mendapatkan kecupan kecil di tanganya, membuat Vika langsung tersenyum sekaligus menangis.


"Sayang, hey kamu kenapa nangis? Aku di sini sayang please dont crying," Seru Alson yang langsung memeluk tubuh Vika.


Vika mengehentikan tangisnya, karna jujur dia merasakan sakit di area mata yang baru saja di operasi itu, dia meraba-raba ke sekelilingnya mencari buku dan pulpen.


Alson yang mengerti, dengan segera mengambilkanya dari atas meja, "ini sayang, kamu mau buku ini kan," ucapnya memberikan buku itu di tangan istirnya.


Vika mulai menuliskan apa yang ingin dia sampaikan kepada Alson, "terima kasih karna sudah menjadikan ku wanita yang paling bahagia di dunia karna telah memiliki suami berhati malaikat seperti mu, aku bangga menjadi wanita yang kamu cintai, aku bangga karna kamu memilihku, aku bangga karna kamu masih mau menerima semua kekuranganku. Alson aku bukanlah wanita sempurna, dan mungkin ke depanya nanti akan ada sifat-sifatku yang akan membuat kamu risih, jika mungkin teruslah cintai aku sampai di akhir kehidupanmu." Tulisnya dengan berantak, namun karna memang Vika mempunyai tulisan tangan yang bagus membuat Alson mudah untuk membacanya.


Alson terharu dengan ungkapan kalimat yang di tuliskan istrinya itu, dia langsung memeluk dan mencium kening Vika dengan penuh kasih sayang, "aku akan selalu mencintaimu, kini, nanti dan selamanya, aku memang tidak bisa menjanjikan. Karna cintaku tumbuh bukan karena menemukan kamu yang sempurna, melainkan karna aku mampu menerima kelemahan-kelemahan mu secara sempurna, dan jika kamu mencintaiku dengan satu degupan jantungmu, maka aku akan mencintaimu dengan ribuan degup jantungku, hanya kamu yang paling istimewa di hidupku, karna kamu mampu membuatku bahagia lewat cara yang orang lain tidak bisa melakukanya." Ungkap Alson dengan tulus, dan penuh dengan rasa cinta yang sempurna.


"I see, I love you Alson," tulis Vika lagi di dalam bukunya.

__ADS_1


"I love you to darling, cupp," balas Alson dan memberikan satu kecupan sayang pada Vika.


"Beristirahatlah, aku akan selalu di sini dan tidak akan pernah meninggalkanmu walau sedetik, paling hanya mandi saja supaya tetap wangikan, heheh," candanya pada Vika, agar suasana tidak terlalu tegang.


Dan benar saja, Vika sedikit tersenyum dengan ucapan suaminya itu, sambil menutup hidungnya, berpura-pura menahan bau. "Astaga sayang, kamu mau tau gak satu rahasia. Tapi kamu diam ya jangan kasih tau siapa-siapa," bisiknya dengan pelan. Dan di jawab anggukan kepala oleh Vika.


"Sebenarnya aku belum mandi TIGA hari sayang, terakhir mandi pas sebelum pernikahaan kita, skrng gak pernah mandi lagi, coba kamu cium ketekku sayang, aku gak baukan," ungkapnya, yang sontak mendapatkan pukulan sembarang dari Vika.


Keteplaaakkkk tangan Vika dengan spontan memukul pipi Alson, "addduuuhh sayangg kenapa kamu pukulll akuu," ringisnya menahan sakit.


Tangan Vika, bergerak-gerak seperti menunjuk ke arah sembarang, "apa sih sayang, kamu tunjuk apa? Kamu mau aku peluk," godanya, yang mendapatkan jawaban Vika menyilangkan tanganya.


"Lalu?" tanyanya dengan polos.


Dengan kesal Vika menggerakan tanganya seperti orang sedang mandi, "oh mandi, nantilah sayang, tunggu kamu sembuh, nanti kita mandi berdua kan," jawabnya dengan santai.


Vika meraba dan mencari sesuatu di sebelahnya, dan mendapatkan pulpen di sampingnya, plaaakkk Vika melemparkanya ke sembarangan arah, dan masih menggerakan tanganya menyuruh Alson untuk mandi. "Iya-iya aku mandi, galak amat sih mbak," serunya dengan pelan. Lalu berjalan melangkah ke sofa dengan berjinjit supaya tidak terdengar oleh Vika kalo dia tidak mandi, melainkan bermain game.


*****


Berbeda dengan pasangan Alson dan Vika. Kali ini Robert sedang berada di Markas Cyberya untuk mejalankan perintah Arvan untuk melamar Gina.


Robert melangkah masuk dan melihat Gina yang sedang meneliti sesuatu di komputernya, "Gina, besok perisiapkan dirimu kita akan menikah," ucapnya melamar Gina.


"Maksudnya menikah apa?" tanya Gina balik bingung dengan ucapan itu.


"Kamu sudah tidak ada pilihan lain Gina, aku mau menikahi mu, kita udah stuck kalo enggak kita akan jadi tua, kamu mau," ungkapnya melamar Gina yang sama sekali tidak ada kesan romantis.

__ADS_1


Gina menatap tidak percaya dengan pria di hadapanya ini, "bagaimana bisa dia melamar ku tapi seperti orang yang ngajak berantem, mana cuman bawa diri aja lagi, gak bawa cincin atau apalah itu yang kaya di tv-tv," batin Gina memandang pusing ke arah Robert.


"Aku tidak mau," jawabnya telak.


"Tidak mau apa?" tanya Robert.


"Tidak mau menikah denganmu," tuturnya tegas.


"Kenapa?" tanya Robert lagi.


Gina menoleh kepada Robert dengan menunjukan jarinya yang kosong, "tunggu kamu mengisi jari ku ini dengan cincin maka kita akan menikah," jawab Gina yang membuar Robert menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hutang dulu saja, besok kita menikah nanti Cincinya di belakang, udahlah mas kawinya aku bayar cicil." Balas Robert frustasi.


"What, cicil," seru Gina yang meratapi dirinya yang di hargai cicilan oleh calon suaminya.


Visual Gina



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


**Jangan pelit! Mimin, *Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


Follow IG Author @Andrieta_Rendra


__ADS_2