
Setelah libur panjang, dimulai lah awal semester baru, hari pertama masuk kembali Miko sudah mempunyai tanda silang di absennya karena telat dan hari-hari berikutnya pun seperti nya Miko akan mengalami masalah.
~ Tipe Dosen 1
"Toleransi telat nya 15 menit kan bu." Miko tersenyum pada dosen yang sedang mengajar.
~Tipe Dosen 2
"Maaf saya telat." Dosen ini tidak perduli bahkan jika mahasiswa nya hanya menitip absen, tapi Miko masih menghargainya dan tetap masuk kelas Dosen tersebut.
~Tipe Dosen 3
"Permisi pak." Miko yang telat setengah jam, namun karena Miko spesial jadi tidak di permasalahkan oleh Dosen ini.
~ Tipe Dosen 4
"Maaf bu tadi macet dijalan." 1 jam telat bukan masalah bagi Dosen ini selama tidak mengganggu yang lain, dan Miko adalah orang yang cepat memahami dan mengerti setiap mata kuliah sehingga dosen ini tidak mempermasalahkannya .
~Tipe Dosen 5
"Saya telat 5 menit bu." Miko tersenyum mengerti, ia harus mengerjakan tugas tambahan jika ingin tetap masuk kelas ini, karena semakin terlambat maka semakin banyak pula tugas tambahannya.
~ Tipe Dosen 6
"Saya datang tepat waktu."Miko menghela nafasnya, karena satu menit saja belum menginjak ruang kelas ini Miko pasti akan di usir, karena Dosen ini sangat tidak suka jika ada Mahasiswa nya tidak tepat waktu, Dosen tipe ini mempunyai prinsip telat berarti tidak boleh masuk kelas nya dan jika ingin mengganti absen maka harus ikut kelas lain.
"Miko kamu ada masalah." Tanya bu Riek yang sedang mengajar. "Minggu kemarin saja kamu tidak masuk kelas saya, dan Dosen lain juga membicarakan karena sering nya kamu telat masuk.
"Masalah ?" Miko berpikir sebentar. "Masalah nya saya sulit bangun pagi." Ujar Miko dengan jujur.
"Apa susah nya memasang alarm." Heran Bu Riek.
"Alarm saya tidak berfungsi."
"Bagaiamana bisa tidak berfungsi ? sudah lah kamu duduk saja."
"Makasih bu."
"Kita lanjutkan materi minggu kemarin."
~Setelah selesai MK.
"Kayanya lu harus pasang alarm lebih dari satu." Alex mendatangi Miko.
"Sial, kenapa semester ini semua jadwal hampir 80% masuk nya pagi." Miko jadi tidak semangat kuliah.
"Gue ngerti masalahnya." Kevin ikut duduk disamping Miko. "Sepertinya mulai sekarang lu harus mandiri, coba biasakn bangun pagi." Kevin tau karena biasanya jika ada jadwal kuliah pagi, Amoy yang akan membangunkan Miko.
"Gue mau beli minum dulu, lu mau nitip enggak." Ujar Alex yang menawarkan pada Miko dan Kevin.
"Gue nitip air dingin, lu mau apa Ko."
"Samain aja."
Sekarang hanya tinggal Kevin berdua dengan Miko.
"Hubungan lu sama Amoy gimana." Kevin bertanya karena penasaran.
"Seperti yang lu liat." Amoy hanya akan berbicara seperlunya saja, hubungan mereka pun jadi canggung.
"Kenapa jadi gini, kita kumpul bareng jadi canggung, Salsa masih marah sama Amoy, Amoy jadi canggung sama Alex dan lu berdua kaya orang asing." Kevin hanya ingin persahabatannya dengan mereka tetap akur, namun setelah kata 'Cinta' terlibat semuanya jadi hancur.
"Sorry, salah nya dimulai dari gue."
"Miko ada yang mau gue tanyakan, sebenarnya lu sama Amoy saling suka enggak."
__ADS_1
"Enggak bisa dijawab sekarang." Miko akan pergi duluan.
"Lu mau kemana Ko."
"Ke bandara."
"Ngapain ?"
"Nganterin Cessa."
"Emang Cessa mau kemana ?"
"Lanjut S2 di negara P."
"Serius, LDR an dong."
"Enggak."
"Maksudnya."
"Kepo banget lu, gue pergi duluan ya."
Saat di parkiran Miko melihat Amoy dan Salsa, melihat mereka saling bercanda membuat Miko menjadi merasa bersyukur karena setidaknya saat berada di kelas Amoy jadi tidak sendiri, karena Amoy sulit bersosialisasi dengan yang lain.
~
"Salsa, lu mau jadi temen gue lagi ?" Ujar Amoy yang memberanikan diri setelah bersikap egois.
"Lu kaya ngajakin balikan mantan aja." Salsa tersenyum pada Amoy.
Amoy ikut tersenyum namun ia juga akan menangis.
"Jangan nangis, cengeng banget sih lu."
"Haha, siapa yang mau nangis." Jelas sangat terlihat mata Amoy sudah memerah
"Lu tau sendiri, jarang ada yang mau temenan sama gue." Amoy tau kelemahannya adalah sulit bersosialisasi dengan yang lain, namun dengan egoisnya Amoy memutuskan pertemanannya dengan Salsa.
"Gue juga minta maaf, gue emang kesel sama lu, tapi engggak seharusnya gue bicara kasar kaya gitu, lu benar harusnya gue bilang dari awal, gue terima ajakan pertemanannya."
Amoy kemudian memeluk Salsa
"Makasih Sal, gue tau gue egois, gue bersyukur banget punya temen kaya lu."
"Ahh iya iya, lepasin orang orang pada ngeliatin." Amoy memeluk Salsa sambil menangis.
"Enggak mau, gue kangen sama lu."
"Ishh, serius gue malu, lepasin."
"Enggak."
"Sialan lu." Parkiran yang sedang ramai, membuat mereka berdua jadi pusat perhatian. "Kita ngobrol di kafe depan aja." Ajak Salsa agar Amoy mau melepas pelukannya.
"Sal, boleh gue tanya."
"Apa."
"Lu sejak kapan suka sama Malvin."
"Sejak pertama kali dia pindah rumah kesamping rumah gue."
"Pindah ?"
"Iya, dia belum lama tinggal di situ, sebelum lu pdkt sama dia kayanya."
__ADS_1
"Gue kira dia emang udah lama tinggal disana."
"Tapi gue emang udah lama kenal sama dia, dari awal masuk kampus, Malvin yang dulu sama yang sekarang beda banget."
"Beda kenapa ?"
"Dia sekarang lebih keren , Amoy jujur aja gue masih ada rasa sama Malvin, tapi lu enggak usah khwatir karena gue akan coba iklaskan."
"Makasih Sal, lu juga enggak usah khawatir, karena gue beneran cinta sama Malvin, dan yang lu liat di Villa, gue pastikan itu enggak akan terjadi lagi."
"Oh ya gue jadi inget Miko, hubungan lu sama Miko dari awal kejadian di Villa nyampe sekarang kaya gini ?"
"Iya." Amoy tersenyum tapi senyumannya tidak bisa menggambarkan ia bahagia atau tersenyum karena sedih.
"Lu berdua enggak harus kaya gitu juga kali." Salsa juga ikut merasa bersalah karena melihat betapa canggung nya Amoy dan Miko. "Lu berdua udah temenan dari lama, gue rasa kalau lu beneran ninggalin Miko itu sedikit keterlaluan, lu kan masih bisa temenan, temenan ya bukan lebih hehe."
"Gue cuma mau berhenti bergantung pada Miko, jadi enggak semua karena Malvin."
"Kasihan aja gue liat Miko, kaya nya dia juga udah ketergantungan sama lu, liat aja dia kalau ada kelas pagi hampir setiap hari telat masuk kelas."
"Miko juga harus belajar buat mandiri, karena hubungan kita enggak akan selamanya seperti itu."
"Ada telpon tuh." Salsa melihat hp Amoy yang berdering.
"Malvin udah jemput." Ucap Amoy dengan ragu.
"Udah sana pergi, gue enggak papa kok."
"Gue duluan ya Sal."
......
~Bandara~
Miko terus menelpon Cessa, ia harus bertemu Cessa sekarang karena harus mengucapkan salam perpisahan. Setelah berputar-putar akhirnya Miko menemukan Cessa juga.
"Maaf telat, tadi ada kelas."
"Aku kira kamu enggak akan datang." Cessa memeluk Miko.
"penerbangannya kapan ?"
"15 menit lagi."
"Masih ada waktu, ada yang ingin ku katakan."
"Kenapa ?"
"Cessa terimakasih 2 tahunnya, aku rasa hubungan kita enggak akan bertahan, kita putus saja."
"Apa karena kita akan LDR an ?"
"Aku mencintai orang lain, dan aku rasa kamu tau siapa orang nya."
"Apa kamu sengaja, terus memaksaku untuk kuliah di luar negeri agar kamu bisa dengan mudah mendekati dia."
"Bukan begitu, pergi atau enggak nya kamu ke luar negeri hubungan kita memang sudah tidak bisa bertahan, aku hanya ingin kamu menggapi impianmu dan enggak menyianyiakan nya karena orang seperti ku."
"Ada yang ingin aku tanyakan, apa selama 2 tahun ini kamu pernah mencintaiku atau aku hanya pelampiasan mu."
"Aku memang melampiaskannya padamu, aku juga mencintaimu, tapi aku sangat mencintai dia, aku rasa setelah berpacaran dengan mu aku akan melupakannya tapi perasaanku padanya malah semakin kuat."
"Kamu sangat jahat, dan aku begitu bodoh ingin mempertahankan hubungan ini, padahal aku tau dari awal kamu hanya melihatnya."
"Maaf Cessa."
__ADS_1
Cessa kemudian pergi, sementara Miko masih berdiri di tempatnya sampai punggung itu menghilang dari pandangannya.
Jangan lupa like nya 😊