I Love My Friend

I Love My Friend
Perasaan sesungguhnya.


__ADS_3

Karena Dosen yang tidak bisa mengajar pagi hari, jadwal kuliah jadi digantikan sore, Miko yang medengarnya tentu saja merasa sangat senang karena tidak perlu repot repot bangun pagi dan bisa santai pergi ke kampus.


~Parkiran kampus~


Miko melihat Amoy yang baru saja turun dari mobil, baru saja Miko akan memanggil Amoy untuk pergi ke kelas bareng namun harus tertahan karena melihat Malvin yang turun dari mobil yang sama. Mereka berdua saling mengobrol, berbisik dan tertawa, Miko yang melihat tentu saja lebih memilih untuk pergi duluan.


Suasana kelas belum terlalu ramai, banyak mahasiswa yang belum datang.


"Kayanya gue datang kecepetan." Miko ikut duduk bersama penghuni kelas, siapa lagi kalau bukan Kevin, Salsa dan Alex .


"Gue baru mau bilang tumben lu enggak telat."Kevin.


"Matahari mau terbenam bukan terbit." Miko melihat jam karena ini pagi bukan sore.


"Sore guys." Amoy ikut bergabung dengan mereka, walau sedikit canggung.


"Setelah MK selesai, ayo kita pergi nonton, ada film bagus kalau di tonton bareng bareng." Ajak Alex pada teman-teman nya.


"Gue setuju, udah lama kita enggak nongkrong bareng." Salsa yang begitu semangat, karena rindu pada suasana saat mereka berkumpul.


"Gue enggak bisa, kalian aja." Miko.


"So sibuk banget lu, harus semua ikut pokonya." Kevin.


~Mall~


Mereka berjalan menuju bioskop, suasananya begitu ramai karena ini waktu yang tepat untuk menonton.


"Awas." Miko menarik Amoy yang akan menabrak anak kecil yang sedang berlari-lari.


"Makasih." Jika saja Miko tidak memperhatikan Amoy mungkin saja ia akan terjatuh.


"Lu enggak papa." Alex melirik ke belakang dan melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain kejar kejaran. "Bagaimana bisa orang tua mereka sangat ceroboh melepas anaknya pada tempat umum."


"Udah, jangan di permasalahkan, Amoy juga enggak papa, sana lu pesen tiket aja." Kevin


"Kenapa gue." Alex


"Karena lu yang ngajakin, lu yang traktir." Salsa


"Ah sialan kalian, kalau hal kaya gini pasti kompak." Alex sebenarnya tau, uangnya pasti enggak akan diganti.


"Lu udah pesen tiket nya." Tanya Kevin pada Alex.


"Udah." Menunjukan 5 tiket.


"Ayo masuk, udah mau mulai." Amoy.


Karena film nya begitu seru, mereka menonton begitu serius dan fokus, hingga tidak saling mengobrol.


Setelah menonton, rasanya mereka belum puas untuk berpisah sekarang.

__ADS_1


"Sekarang kita karokean." Salsa masih semangat menghabiskan waktu bersama dengan teman temannya.


"Udah malam." Miko melihat jam nya.


"Belum tengah malam ini." Alex menarik tangan Miko.


Alex dan Kevin bernyanyi dengan heboh, mereka berdua terlihat begitu menggila, sementara Miko, Salsa dan Amoy menertawakan tingkah mereka.


"Terimakasih pada semuanya, kalian beruntung karena dapat melihat konser kita secara langsung." Bukannya di beri tepuk tangan Alex dan Kevin malah kenapa lemparan apapun yang bisa di lempar oleh Miko,Amoy dan Salsa.


"Oke selanjutnya siapa yang akan nyanyi." Kevin menawarkan pada yang lain.


"Gue yang nyanyi." Miko berdiri lalu mengambil Mix.


" Terkahir kali karokean Miko yang nyanyi telinga gue jadi sakit." Salsa siap siap memegang telinganya begitu pula dengan yang lain.


Miko telah bersiap-siap untuk menyanyi.


🎶 Someone you loved ~ Lewis Capaldi🎶


I'm going under and this time I fear there's no one to save me


This all or nothing really got a way of driving me crazy


I need somebody to heal


Somebody to know


Somebody to hold


It's easy to say


But it's never the same


I guess I kinda liked the way you numbed all the pain


Now the day bleeds


Into nightfall


And you're not here


To get me through it all


I let my guard down


And then you pulled the rug


I was getting kinda used to being someone you loved


"Ini lagu sedih, lu yang nyanyi jadi tambah menyedihkan lagu nya." Alex melepas tangannya yang menutup telinga, dan merasa lega bagian Miko yang menyanyi sudah terlewatkan.

__ADS_1


Setelah semuanya bernyanyi mereka kemudian memutuskan untuk pulang karena malam sudah semakin larut.


Alex seperti biasa pulang bersama dengan Salsa, sedangkan kevin sendiri.


Amoy menelpon Malvin untuk menjemputnya, namun Malvin tidak bisa karena sedang ada acara keluarga.


"Pulang bareng gue aja." Miko membukakan pintu mobilnya untuk Amoy.


"Gue naik taxi aja."


"Udah malem, balik bareng Miko aja." Kevin.


Karena yang lain menyuruh Amoy untuk pulang bersama Miko, Amoy menurutinya karena merasa tidak enak.


"Tunggu." Salsa berbisik pada Amoy. "Kayanya lagu yang Miko nyanyikan tadi buat lu, dia terus ngelirik ke lu."


Mereka semua berpisah di parkiran, Miko akan mengantarkan Amoy pulang, belum lama di perjalan tiba tiba turun hujan.


"Hujan, ayo berteduh dulu." Miko akan memarkin mobilnya di tempat makan.


"Lanjutkan saja."


"Kamu takut, kalau berkendara saat hujan." Miko tidak mendengarkan Amoy. "Ayo turun, sekalian makan malam dulu."


Amoy mengikuti Miko masuk kedalam dan memesan makanan, mereka saling terdiam tanpa ada yang mengajak mengobrol.


"Ada yang ingin aku pastikan, apa kamu mencintai ku ?" Amoy menatap Miko yang masih sibuk dengan makanannya. "Bukan sebagai teman, kamu tau maksudku."


"Iya." Jawab Miko dengan singkat tanpa melihat Amoy.


Amoy mengehela nafasnya, untuk kedepannya Amoy tidak tau harus bersikap bagaimana.


"Sejak kapan ?" Amoy tidak menyangka Miko memiliki perasaan seperti itu padanya.


"Sejak SMP, bisa di bilang itu cinta pertama."


"Bisakah kita berbicara dengan serius." Amoy melihat Miko yang masih sibuk meniup mie nya, Amoy mengira Miko terlalu menganggap gampang untuk membicarkan hal seperti ini.


"Berbicara dengan serius ? itu lebih menyakitkan." Sekarang Miko ikut menatap Amoy.


"Lupakan apa yang kamu bilang tadi dan aku pun akan melakukan hal yang sama, anggap saja kita tidak pernah membicarakannya."


"Lupakan ? jika itu mudah tanpa kamu suruh pun dari dulu aku akan melupakannya, bisa kamu hitung berapa tahun aku menyukaimu, dan selama itu kamu memperlakukan ku semau mu, kamu datang dan pergi dari hidup ku, bersenang senang dengan laki-laki lain kemudian kamu akan datang padaku dan menangis, apa kamu pernah bertanya bagaimana perasaanku ?"


"Maaf Miko, aku enggak tau kamu menyukaiku, bahkan aku enggak pernah memikirkannya, seharusnya aku lebih peka, seharusnya aku menyadari bagaimana hubungan kita, kita melakukan banyak hal bersama, bahkan kita tidur bersama, berciuman, saling bersentuhan, tanpa aku pikirkan bagaimana perasaanmu, karena aku hanya menganggapnya kamu berpikir sama dengan yang aku pikirkan, aku benar-benar meminta maaf untuk hal itu, dan maaf aku tidak memiliki perasaan yang sama dengan mu."


"Aku tau, kamu enggak mencintaiku dan itu salah satu alasan kenapa aku enggak pernah mengungapkannya."


Amoy menundukan kepalanya, rasanya tidak sanggup jika harus bertatapan dengan Miko.


"Ayo pulang, udah malam." Miko duluan pergi ke mobil nya, bahkan untuk jalan berdampingan pun untuk kedepannya akan terasa sulit.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊


__ADS_2