
Amoy masih memeluk Miko, ingin sekali ia menceritakan semau kejadian tadi pagi. Tapi Amoy tau Miko pasti tidak akan diam begitu saja, mungkin Miko juga bakal membuat keributan dan menghajar Dion. Amoy tidak ingin Miko terluka atau ia tidak ingin Dion yang terluka karena masih terbesit rasa cinta.
"Ko, jangan ninggalin aku ya".bisik Amoy dengan pelan.
"Kenapa ngomong kaya gitu Moy, aku gak akan ninggalin kamu, kamu salah satu orang terpenting dalam hidupku". Miko mengeratkan pelukannya.
"Makasih ko, aku nggak tau apa yang terjadi kalau kamu nggak ada dihidupku".
"suttt, sekali lagi jangan ngomong kaya gitu". Miko mencoba untuk memenenangkan Amoy. "Cerita sini sama aku, kamu ada masalah apa ?".
"Nggak ada masalah apa apa ko". melepaskan pelukannya "Aku tiba tiba saja rindu kamu".
"Jangan bohong, pasti ada yang terjadi". Miko menatap Amoy meyakinkanya untuk bercerita.
__ADS_1
"Ayo kita pacaran". Amoy balas menatap Miko.
Miko menghela nafas tau gadis di depannya ini berbohong, tau perkatannya tadi hanyalah bualan. "Kenapa tiba tiba ngajakin pacaran".
"Kenapa ? emang kamu nggak suka sama aku, emangnnya kamu nggak sayang sama aku?. Kamu tau sendiri kita saling membutuhkan".
"Ada masalah dengan Dion ya ?". Miko langsung bicara pada intinya.
"Enggak". Miko masih menatap Amoy, tak puas dengan jawabannya. Di depan Miko, Amoy memang tidak bisa berbohong, Miko selalu tau keadaan Amoy, suasana hatinya seperti apa, ia bisa menebaknya dengan mudah karena ia adalah laki laki yang sudah lama berada dikehidupan Amoy.
Krukkkkk suara perut Amoy menghentikan kesunyian. "Miko, gue laper".
"Ya ampun, gue lupa belum ngasih makan peliharaan tersayang". sambil mengacak acak rambut Amoy.
__ADS_1
"Ih Miko jangan diacak acak rambut gue, nanti jadi jelek".sambil merapihkan rambutnya kembali.
"Nggak gue berantikin rambut lu juga. Lu udah jelek haha".
"Orang cantik kaya gini masih dibilang jelek, mata lu kali yang nggak normal".
"Eh siapa aja yang ngeliat lu sekarang, mungkin udah kabur, gue tadinya mau kabur tapi kasihan aja sama lu karena abis putus cinta" tak menghentikan tawanya. " Sana bersihin dulu muka lu, udah mirip kaya orang gila aja. lebih serem malah".
"Mikoooooo". Amoy melempar bantal, tapi Miko masih bisa menghindar.
"Gue mau ke bawah dulu, mau nyuruh si bibi buat siapin makan". Sambil menutup pintu kamarnya.
Amoy berjalan menuju kamar mandi, mungkin ia sekalian mau numpang mandi juga karena badannya sudah merasa lengket. Ketika di depan cermin Amoy kaget sendiri dengan penampilannya, benar kata Miko ia sudah mirip dengan orang gila bahkan memang lebih seram. Maskaranya lebih parah, berantakan kemana mana lingkaran matanya juga sebagian berwarna hitam. Rambutnya sudah macam singa yang tak diurus. Mungkin dari tadi orang orang melihatnya dan berpikir bagaimana orang gila bisa masuk ke tempat wisata yang keamanannya ketat. Amoy merasa malu untung saja ia dengan Dion pergi ke wisata yang jauh dari rumah, sehingga tidak ada yang mengenalinya.
__ADS_1
Setelah Amoy makan, Miko mengantarkan Amoy pulang dengan selamat. Amoy merasa lega karena setelah bercerita pada Miko, hatinya menjadi lebih tenang. Tapi ia juga takut, apa yang akan Miko lakukan pada Dion.