
Miko bangun dari tidurnya menatap lekat
Amoy yang masih berbaring, padahal waktu sudah menunjukan tengah malam tapi mereka masih enggan menutup mata untuk mengisitirahatkan badan.
"Siapa ?" Tanyanya sekali lagi.
"Nanti gue kasih tau."
"Siapa ?" Masih bertanya hal yang sama karena penasaran.
"Nanti kalau gue udah dapetin dia gue kasih tau ?"
"Gue harus tau dulu orangnya, sebelum lu ngelangkah terlalu jauh." Sekarang terlihat raut wajah serius Miko.
"Dia orang baik baik kok." Meyakinkan Miko, karena Amoy tau Miko tidak akan melepas Amoy begitu saja apalagi setelah kejadiannya dengan Dion.
"Udah berapa lama lu kenal dia ? Sampai lu bisa nyimpulin dia orang yang baik." Sorot mata takam Miko masih mengintimidasi Amoy.
"Bukan masalah lama atau nggaknya, belum tentukan orang yang kita kenal lama tapi bisa aja dia jahat kan." Membela dirinya sendiri, karena Amoy memang belum kenal dia lama.
"Moy." Menggenggam tangan Amoy." Jangan asal cari pacar, jangan jadikan alasan karena lu merasa kesepian, lu harus tau dulu orangnya kaya gimana, karakternya, sifatnya, dan bagaimana cara dia perlakukan orang lain." Sorot tajam mata Miko kini melunak, hanya terpancar kehangatan bahkan dengan hanya melihat matanya saja. Miko sudah menggambarkan bagaimana rasa sayangnya pada Amoy.
"Iya ko, gue bakalan hati hati." Amoy menggenggam balik tangan Miko, Meyakinkannya bahwa semua akan baik baik saja.
__ADS_1
Amoy merasa ia harus memberitahu Miko tentang dengan siapa ia dekat, dengan siapa ia berhubungan. Entah kenapa Amoy harus mendapat restu dari Miko tentang kehidupan pribadinya sendiri.
"Gue kasih tau deh inisial namanya."
"Mau main tebak tebakan ?" Miko tersenyum lembut pada Amoy
"Nama depannya diawali huruf M ."
"Miko." mengatakan namanya sendiri yang memang berawalan dari huruf M.
"Hahah apaan sih lu, pokonya bukan orang yang nyebelin kaya lu."
"Tapi ngangeninkan."
"Ih nggak tuh, gue gak ketemu lama sama lu biasa aja. Lu nya aja yang ngekor terus." Kenyataan bawha memang Miko yang tak tahan jika tak bertemu Amoy.
"Nggak ! tidur yu. udah malem nih."
~Malam yang terasa singkat karena mereka hanya tidur beberapa jam.
Miko keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit bagian bawahnya. Di carinya celana dalam dan melihat isi dari lemari itu sebagian sudah terganti dengan pakaian dalam wanita.
"Moy lu mau pindah kerumah gue." Teriak Miko yang melihat tempat pakain dalamnya sudah di penuhi bra dan celana yang imut imut.
__ADS_1
"Buat stok kalau gue lagi nginep di rumah lu." Amoy yang tak kalah berteriak.
Miko hanya menghela nafas, sekarang kamar pribadinya memang terasa bisa di masuki apa saja.
"Moy masak dulu sana." Miko yang memang sedang ingin makan masakan Amoy.
"Males ah, gue kan tamu disini."
"Lu mah jadi tamu ngerepotin banget."
"Masalah buat lu ? suka suka gue dong."
kalau bukan Amoy yang ngeropotin dan jika tamu ada yang berkelakuan seperti Amoy di rumahnya. Miko akan menendang tamu tersebut bahkan sebelum ia masuk.
"Sana masak, gue sengaja nggak nyuruh pegawai buat nggak masak, karna ada lu."
"Ah lu gimana sih, suruh masak pegawai lu sekarang." perintah Amoy
"Nggak mau, Peraturannya kalau ada lu dirumah gue, berati lu babu nya."
"Anjiir, peraturan apaan itu, mana ada tamu dianggap babu." Protes Amoy.
"Wilayah gue, terserah gue dong mau ngelakuin apa aja."Mendekatkan wajahnya pada Amoy.
__ADS_1
"Iya, iya gue masak." Amoy memilih cara aman, karena Miko bisa saja tak akan diam.
Klik tombol 👍 dan jangan lupa vote☺