I Love My Friend

I Love My Friend
Cepet sembuh


__ADS_3

Tok tok, Miko beberapa kali mengetuk pintu depan rumah Amoy, karena Amoy tidak menjawab telpon dari Miko jadi Miko langsung datang kerumah Amoy dengan penuh pertimbangan, takut jika ada keluarga Amoy tapi Miko lebih takut terjadi apa apa sama Amoy makanya ia nekat datang.


Seorang wanita setengah baya membukan pintu.


"Cari siapa ?"


"Maaf anda siapa ya ?" Miko merasa asing pada wanita itu.


"Saya bekerja di sini, nona Amoy yang menyuruh saya untuk beres beres."


"Oh, Amoy nya mana ?"


"Nona masih tidur."


Miko merasa lega karna ia kira terjadi sesutu sama Amoy.


"Kalau gitu, saya mau menemuinya dulu."


"Tapi nona masih tidur."


"Enggak apa apa, biar saya yang ke kamarnya."


"Mau apa seorang laki laki muda ke kamar perempuan yang masih lajang ?" Ujar pegawai itu yang merasa curiga pada Miko.


"Ada yang mau saya lakukan."


"Melakukan apa? Memangnya tuan ini siapa nya nyonya."


"Saya temennya."


"Temen ? saya rasa enggak baik kalau tuan masuk begitu saja ke kamar nona, lebih baik nanti saja setelah nona bangun." Pegawai itu masih berusaha agar Miko tak macam macam.

__ADS_1


"Saya kira anda salah paham, saya dan Amoy berteman baik, jadi tidak usah khawatir." Miko masih berusah meyakinkan pegawai itu.


Pegawai itu baru saja akan mengusir Miko, namun terhenti karena melihat kemunculan Amoy.


"Tidak apa apa bi, biarkan dia masuk."Ujar Amoy.


Miko melihat pegawai itu dengan tatapan penuh kemenangan.


"Maaf nona saya kira dia orang mesum."


"Hahaha, mukanya memang mirip orang mesum."


Miko melihat Amoy dengan sebal, bukannya membela Amoy malah ikut mengejeknya.


Miko mengikuti Amoy yang masuk kedapur untuk mengambil minum.


"Demannya gimna." Menempelkan telapak tangannya pada kening Amoy.


"Syukur deh, ini aku bawa sarapan." Miko yang biasanya malas bangun pagi tapi gara gara Amoy yang sedang sakit ia rela meninggalkan kasurnya.


"Makasih, perhatian banget sih."Mencubit kedua pipi Miko setelah itu memeluknya, entah kenapa Amoy merasa kangen sama Miko setelah beberapa hari menghindarinya.


"Amoy."


"Hmm"


"Lu bau, sana mandi dulu." Miko melepaskan pelukan Amoy.


"Hah." Menyemburkan nafas baru bangun tidur pada hidung Miko. "Rasakan semburan naga "


"Njiir jorok banget sih lu, sana jauh jauh."

__ADS_1


"Hahaha," Amoy merasa puas mengerjai Miko. "Mana sini makanannya, gue mau makan dulu."


Miko memerhatikan Amoy yang sedang makan.


"Apaan sih lu ngeliat gue mulu, awas nanti terpesona."


"Cihh, apanya yang bisa buat gue terpeson. lu berantakan banget sih."


"Ya orang baru bangun tidur."


Setelah selesai makan dan membereskannya lalu Amoy pergi menuju kamar, semenatara Miko masih membuntuti Amoy.


"Gue mau mandi dulu ya, udah lengket banget nih badan dari kemarin enggak mandi bau asem."


"Akhirnya mengakui juga kalo lu bau." sambil menunggu Amoy mandi, Miko merebahkan badannya di tempat tidur Amoy.


Setelah mandi Amoy merasa segar kembali. Amoy sangat merasa bersyukur Kemarin Miko mau mengurusnya, kalau tidak mungkin demamnya akan berekepanjangan.


"Miko makan siang kita keluar yu, gue yang traktir." Amoy baru keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melilit badannya.


Miko tidak menyaut, Amoy lalu menghampirinya dan melihat Miko yang sudah tertidur dengan pulas. Karena AC dikamar Amoy mati, Miko membuka bajunya, sedangkan tangan satunya memegang kipas angin kecil lucu berwarna pink.


"Makasih Miko, lu emang yang terbaik." Ujar Amoy mengatakannya dengan sangat pelan pelan.


Terdengar suara dari hp Miko, lalubAmoy menggambilnya.


Videocall dari Cessa


Terlintas pikiran jahat yang melewati otak Amoy. Apa yang akan di pikirkan Cessa nanti ketika melihat Amoy yang hanya menutupi bagian tubuhnya dengan handuk dan melihat Miko yang berbaring di tempat tidurnya dengan bertelanjang dada.


Like, sisipkan Komentar dan kalo bisa vote juga ya 😅

__ADS_1


__ADS_2