
Amoy melambaikan tangannya sampai mobil Malvin tak terlihat lagi.
"Hati hati di jalannya, kamu harus siap siap karena aku akan membuatmu tak bisa berpaling dariku." Amoy berbicara pada dirinya sendiri dengan sangat yakin ia akan mendapatkan Malvin.
Amoy terus tersenyum sepanjang ia berjalan sampai ke depan pintu rumah. Langkahnya terhenti ketika ia baru menyadari ada beberapa mobil, satu milik Sella, satu Milik Ibunya, dan dua lagi mobil yang belum pernah Amoy lihat. Amoy tidak langsung masuk kedalam ia mengintip dibalik celah jendela, ada beberapa orang sedang berkumpul, ada Sella, Betry, pacarnya Sella dan dua orang lagi yang Amoy tidak kenali.
Amoy menguping pembicaraan mereka, mereka semua sedang membicarakan tentang pernikahan. Amoy mendengar Ibu meminta maaf karena Henry tidak bisa ikut berkumpul karena ada pekerjaan. Amoy yang mendengar merasa lega karena ia bisa kabur sekarang, jika ada Ayahnya, Amoy mau tidak mau harus ikut berkumpul juga.
Aisshh mobilnya kan masih ada di Salsa. Amoy.
ketika akan menelpon Miko, Amoy membatalkan niatnya karena pasti sekarang Miko masih berasama dengan Cessa.
Amoy akan tetap pergi kerumah Miko dengan naik taxi, karena hanya rumah Miko yang akan menampungnya dengan sukarela.
Pak supir memberhentikan mobil tepat di gerbang rumah Miko. Amoy masuk seperti ia akan memasuki rumahnya sendiri, para pegawai di sini telah mengetahui siapa Amoy.
"Lily." Teriak Amoy memangil Lily, lalu menghampirinya. "Lagi ngapain ?"
"Ada tugas melukis." mengeluarkan alat-alat melukisnya. Suara hp Lily berbunyi hingga pemiliknya langsung mengabaikan tugasnya
"Ciee, dari siapa tuh." Amoy tersenyum melihat kelakuan Lily yang mirip dengannya ketika mendapat pesan masuk.
__ADS_1
"Pacar aku." Ujar Lily dengan malu malu.
"Punya pacar emang ? Miko tau nggak ."Amoy mencubit kedua pipi Lily dengan gemas.
"Kak Amoy jangan kasih tau Kak Miko ya, dia orangnya sensitif, kalau tau pasti langsung disuruh putus." Lily memanyunkan bibirnya.
"Iya, sini cerita sama kakak, orang nya kaya gimna, ada fotonya enggak."
Lily menunjunkan foto anak laki laki yang seusia dengannya. Amoy mendengarkan curhatan Lily dengan baik, mereka berdua terlihat sangat dekat, Lily juga tak malu mengatakan semua rahasinya pada Amoy.
"Kak Amoy." Lily memeluk Amoy dengan manja, sama sperti ia memeluk Miko.
"Hmm."
"Kan Lily udah punya kak Miko."
"Kak Miko mau aku give away in aja, aku maunya punya kakak kaya kak Amoy."
"Hahaha, emangnya Miko kenapa."
"Kak Miko nyebelin, Kakak jadi istrinya kak Miko aja, biar bisa tinggal bareng disini."
__ADS_1
"Ah kamu ada-ada aja."
"Kak Amoy emang enggak suka sama Kak Miko ?"
"Hubungan Kita enggak kaya gitu, cuma sebatas teman."
"Teman macam apa yang suka tidur bareng ?" Ujar Lily dengan polos.
"Kita tidur bareng cuma pengen ada temen merem bareng." Amoy yang bingung mau buat alasan apa.
"Terus temen macam apa yang ciuman." Masih bertanya dengan polos.
"Ciuman ? itu bukan ciuman, itu cuma enggak sengaja tabrakan." Amoy sepertinya harus lebih hati hati lagi, karena mengingat usia Lily yang sudah mengerti hal seperti itu.
"Aku bukan anak kecil, aku tau ketika orang dewasa menabrakan bibirnya mereka saling mencintai."
"Tau dari mana ?"
"Drama korea."
"Lily, kalau mau nonton pilih pilih dulu ya filmnya."
__ADS_1
Lily melepaskan pelukannya ketika melihat Miko sedang berjalan ke arahnya.
like nya jangan lupa ya ☺