I Love My Friend

I Love My Friend
Bonus


__ADS_3

Miko terus melihat hp nya. Berkali kali ia telpon dan mengirim pesan pada Amoy namun belum ada satupun yang dibalas. Minggu ini rencananya Miko akan mengajak Amoy jalan, karena sudah lama mereka tidak liburan bareng. Karena jadwal kuliah yang padat dan tugas yang menumpuk belum lagi Miko harus membagi waktunya untuk Cessa juga.


Saat lagi marah Amoy memang suka mendiamkan Miko. termasuk telpon dan pesannya diabaikan. Biasanya Miko tau letak kesalahnya dimana. Namun masalah kemarin membuat Miko bingung ia tidak paham Amoy kenapa marah padanya. Karena telpon tak dijawab. Miko memutuskan untuk langsung pergi menemui Amoy dirumahnya.


Amoy masih tertidur pulas dengan selimut yang menutupi semua badannya. Karena hari ini libur ia ingin mengabiskan waktunya bersama kasur yang setia menemani. Setelah puas dengan tidurnya Amoy terbangun dengan kepala yang sakit karena lamanya ia tidur.


Sebelum beranjak ke kamar mandi, Amoy melihat hp nya dulu lalu melihat beberapa panggilan dari Miko dan pesan yang begitu banyak. Saat Amoy akan menelponnya balik. Miko kembali menelpon Amoy menyuruh Amoy untuk membukakan pintu rumahnya.


Di bukanya pintu depan. Amoy melihat Miko sudah berada dihadapnnya, ia merasa bingung ada apa Miko kerumahnya sepagi ini (jam 10 saat libur menurut Miko itu masih pagi banget). Miko yang sudah berpakain rapih dan wangi seperti biasa. Berbalik dengan Amoy yang baru bangun tidur dengan pakain lecek dan rambut berantakan serta kotoran mata yang masih menempel.


"Kenapa ?" Amoy mengangkat sebelah alisnya.


"Pengen main aja." Miko mendadak menjawab dengan kaku.


Amoy tak menjawabnya lalu ia pergi lagi ke kamarnya di ikuti oleh Miko. Amoy mengambil handuknya karena mau mandi dan Miko terduduk diam di tepi tempat tidur Amoy.

__ADS_1


Gue kenapa jadi gugup gini. Miko.


Beberapa menit sudah Amoy di kamar mandi. Ia keluar hanya dengan handuk yang melilit badannya. Lalu menggambil pakainnya dan kembali lagi ke kamar mandi.


Miko yang melihat Amoy berpenampilan seperti itu membuat jiwa laki lakinya meronta, ia seharusnya sudah terbiasa dengan hal ini. Pandangannya pun terus mengikuti Amoy hingga ia tak telihat lagi.


Jangan mikirin yang macem macem. Jangan lakuin hal yang konyol. Amoy itu temen lu bukan cewek bayaran. Ahhggg masa gue bandingin Amoy dengan cewek bayaran.Miko.


"Tumben lu pagi pagi udah kesini." Amoy keluar dari kamar mandi, ia memakai kaos polos yang besar dan celana pendeknya karena penampilan seperti inilah yang menurut Amoy kategorikan sebagai pakaian ternyaman.


"Marah ?".


Rupanya Miko ngira gue marah ya. Emang sih kemarin agak kesel. Amoy.


"Siapa yang marah." Amoy melanjutkan bicaranya.

__ADS_1


"Lah lu kenapa nyuekin gue, telpon gue juga gak diangkat."


"Kemarin gue lagi bosen aja ngomong sama lu, tadi juga gue baru bangun tidur, jadi gak tau kalau lu telpon." Amoy mendekat untuk duduk disamping Miko.


"Hah, alesan apa itu ? masa lu bosen ngomong sama gue." Tak percaya alasan yang Amoy berikan.


"Kenapa emng ?"


Miko tak menjawabnya lagi, ia malah memeluk Amoy, masalah kemarin biarlah berlalu.


"Koko." Amoy memanggil Miko dengan panggilan sayangnya.


"Iya." nada bicara Miko berubah menjadi lembut.


Amoy mendekatkan wajahnya pada Miko. Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Amoy melingkarkan tangannya pada leher Miko lalu mecium lembut bibir Miko, ada perasaan lega setelah Amoy menahannya dari kemarin. Miko membalas ciuman Amoy, mereka berdua saling menikmati ciuman itu tanpa diselimuti rasa nafsu. Melainkam ciuman seperti orang yang takut kehilangan dan saling berbagi kasih sayang yang tulus. Setelah berciuman.Lalu Amoy menyandarkan wajahnya pada dada bidang Miko.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol 👍. biar authornya makin semangat ngelanjutin ceritnya 😊


__ADS_2