
Setelah diceramahi Miko, akhirnya Amoy mengganti pakaiannya, walaupun ia menggantinya dengan dress yang masih pendek tapi tidak sependek tadi.
"Miko anterin gue ke mall XX yu." Amoy memang tidak membawa mobil. Tadinya Amoy ingin menyuruh Malvin menjemputnya, namun ia merasa tidak enak jika harus dijemput di rumah Miko.
"Naik taxi aja, gue juga mau jalan sama Cessa, mau siap siap dulu."
Amoy berdecak sebal, jika sudah berhubungan dengan Cessa, Miko jadi sering mengabaikannya.
Karena Miko tak mau mengantarnya Amoy akhirnya jadi naik taxi. Setelah sampai depan Mall Amoy langsung buru buru menemui Malvin yang sudah lama menunggu.
"Maaf ya lama, tadi ada sedikit masalah." Ucap Amoy dengan nafas tersenggal karea harus lari.
"Atur nafasnya, padahal santai aja jalannya, enggak usah lari."
"Aku takut kamu nunggu lama." Amoy mengatur nafasnya, dan melihat Malvin yang terus memperhatikannya. " Wajahku kenapa, duh make up nya luntur ya. " Mencari cari kaca kecil yang biasa ia pakai.
"Kamu cantik." Ujar Malvin dengan suara pelan.
"kenapa ?" Amoy sebenarnya dengar suara Malvin yang memujinya, Amoy hanya ingin memastikan pendengarannya berfungsi dengan normal, atau Amoy ingin mendengar Malvin menyebutnya cantik lagi.
"Eh enggak papa kok." Malvin merasa tidak enak, mulutnya seperti refleks mengatakan Amoy cantik. " Jadi mau nonton film yang kemarin ?"
__ADS_1
"Iya."
"Aku pesen tiketnya dulu ya."
Rasanya seperti mimpi, Amoy ingin teriak lalu melompat lompat karena saking senengnya bisa nonton bareng Malvin, andai saja waktu bisa di perlambat ia ingin menghabiskan waktunya dengan Malvin.
"Ayo masuk, bentar lagi filmnya mulai."
"Iya." Amoy berjalan di samping Malvin.
Sampai film nya selesai, mereka menonton tanpa ada yang bicara sedikitpun, karena memang menikmati filmnya atau karena memang canggung.
"Mau makan ?" Ujar Amoy yang menawari Malvin.
"Ayo, nanti aku yang traktir." Malvin baru akan menjawabnya namun Amoy berbicara kembali. "Mau ya, aku pengen traktir kamu, sekarang aku bawa dompet kok."
"Haha, yaudh ayo. mau makan dimana ?"
"Sekitaran sini aja."
Setelah memesan makanan dan harus menunggu makanan nya jadi. Amoy dan Malvin masih merasa canggung.
__ADS_1
"Amoy, ada yang ingin aku bicarkan." Ujar Malvin setelah mengumpulkan keberaniannya.
"Kenapa Vin ?"
"Nanti saja setelah makan."
Karena tak sabar dan penasaran apa yang akan Malvin bicararakan padanya, Amoy sampai cepat cepat mengabiskan makanannya hingga ia tersedak.
"Pelan pelan aja makannya." Malvin menggambil air lalu memberikannya pada Amoy.
"Makasih ya."
Setelah selesai makan, Malvin akan melanjutkan lagi pembicaraannya lalu ia menatap Amoy.
"Mungkin kamu akan kurang nyaman setelah mendengar ini, tapi aku akan tetap mengungkapkannya."
Amoy yang melihat Malvin menarik nafasnya, membuat ia menjadi ikutan menarik nafas juga, belum melanjutkan pembicarannya saja jantung Amoy sudah berdegup kencang.
"Amoy, aku menyukaimu, aku tau mungkin bagi kamu ini terlalu cepat karena kita memang belum lama saling mengenal, tapi aku sudah lama menyukaimu, aku tidak ingin menundanya lagi, karena dulu ku pikir kamu pacaran dengan Miko. Kamu tidak harus menjawabnya sekarang." Malvin terdiam sebentar dan melihat reaksi Amoy.
"Moy, izinkan aku untuk mengenalmu lebih dekat lagi, beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku memang tulus mencintaimu, setelah itu terserah padamu, apapun jawabannya aku akan terima keputusanmu."
__ADS_1
Ku mohon percaya padaku. **Malvin.
Setelah membaca jangan lupa klik tombol likenya ya 😊**