I Love My Friend

I Love My Friend
Liburan bareng teman


__ADS_3

Karena Kevin orang yang paling semangat untuk berlibur ke daerah pegunungan, maka ia yang menjemput temannya satu persatu dengan mobil offroad nya, pertama ia menjemput Salsa, Alex, Miko dan terakhir Amoy, setelah siap semuanya tak ingin membuang waktu, Kevin langsung melajukan mobilnya.


Setelah 8 jam perjalan akhirnya mereka tiba di desa yang dituju, jalanan yang turun naik dengan pohon pohon di sepanjang jalan membuat suasana nya begitu berbeda dari setiap hari yang mereka lihat di kota. Angin yang berhembus pun sudah mulai terasa dingin namun begitu menyegarkan.


"Lihat pemandangan disana indah bukan ?" Ujar Amoy yang menikmati perjalannya, walaupun badannya sudah pegal tapi rasa pegal nya terbayar dengan indahnya pemandangan di sekitar jalan yang mereka lalui.


"Gue mau pindah ke sini aja, udah bosen banget hidup di kota." Salsa.


"Belok kemana lagi." Ujar Kevin bertanya pada Alex yang tau tempatnya.


"Belok kiri, bentar lagi juga nyampe."


Sebuah Villa mewah berwarna putih bersatu dengan hijaunya pepehonan membuat Villa tersebut terlihat sangat begitu menawan.


"Lu kok baru bilang punya Villa di sekitar sini." Ujar Miko yang terpesona pada indahnya tempat ini.


"Tau gitu dari dulu kita liburan ke sini." Kevin.


"Villa nya belum lama selesai di bangun."Alex.


"Oh pantesan, lain kali ajak lagi kita ke sini ya." Amoy.


"Apa sih yang enggak buat lu." Alex.


"Mulai deh." Salsa.


"Di sini ada berapa kamar ?" Amoy.


"3 kamar." Alex.


"Gue mau pilih kamar nya duluan, ayo Sal." Amoy.


Salsa dan Amoy memilih kamar yang akan mereka tempati, mereka memilih kamar yang menghadap ke danau buatan. Amoy berjalan ke arah balkon memandangi danau tersebut.


"Gue pengen mandi disana." Ujar Amoy yang berbicara pada Salsa.


"Gue dengan senang hati nyeburin lu."


"Ishh, sebelum gue jatuh gue tarik lu biar ikutan jatuh juga."


"Haha, gue bakal kabur sebelum lu narik gue."


"Sana yu, gabung sama mereka." Menunjuk ke bawah, melihat Miko, Kevin dan Alex yang sedang bercanda.


"Bahan-bahan buat masak kalian udah beli." Ujar Amoy yang bertanya pada mereka.


"Udah, masih ada di mobil."Kevin.


"Ambil dulu, terus bawa ke dapur." Amoy.


Miko dan Alex membawakan belanjaan makanan ke dapur, di sana sudah ada Amoy yang menunggu.

__ADS_1


"Beli apa aja kemarin." Amoy melihat-lihat isi nya. Ayam, daging sapi, sosis, atau apapun yang bisa menjadi menu yang di bakar, bahkan ada mi instan. "Mana lagi ?"


"Udah itu aja." Alex.


"Buat bumbu-bumbu nya enggak beli ?"


"Kita kemarin beli itu aja." Miko


Harusnya Amoy ikut belanja karena mereka tidak tau bahan bahan dapur.


"Supermarket di sini dimana ?" Amoy bertanya pada Alex


"Untuk di sekitaran sini enggak ada supermarket, adanya pasar tradisioanal yang tadi kita lewati." Alex.


"Lex bantuin gue dong." Kevin berteriak dari luar, karena ia di tinggal sendiri untuk merapihkan alat pemanggang.


"Gue kesana dulu." Alex


"Ko ayo ke pasar."


"Mau ngapain ?"


"Masih banyak bahan yang harus di beli, mau beli sayurannya juga."


"Capek ah, baru juga nyampe."


"Ayo berangkat, nanti ke sorean."


"Kevin, kunci mobil lu mana." Miko menghampiri Kevin.


"Mau kemana ?"


"Pasar, banyak bahan yang harus dibeli, belanjaan kalian kemarin banyak yang kurang." Amoy.


"Ohh, disana tuh dijaket gue." Menunjuk tempat duduk yang tak jauh dari mobil.


"Lu tau kan jalannya." Khawatir Miko lupa jalan, karena Amoy juga lupa.


"Tenang aja." Walau hanya satu kali lewat, Miko akan cepat mengingatkannya.


Di sisi kanan dan kiri jalan banyak sekali perkebunan sayuran, karena mayoritas penduduk di sini sebagai petani. Amoy yang sedang berada di sini jadi tertarik untuk menghampiri para petani yang sedang bekerja, banyak sekali pertanyaan yang ingin Amoy ajukan karena Amoy bisa mendapat banyak ilmu dari mereka.


"Gue pengen ke sana ko, mampir dulu yu" Menujuk ke sisi jalan.


"Lain kali aja, nanti yang lain nungguin."


Amoy dan Miko tiba di pasar tersebut, ternyata pasar di sini lebih bersih dari dugaan Amoy.


"Beli sayuran dulu." Amoy mecari cari sayuran yang berlabel organik dan tidak menemukannya, dan akhirnya membeli sayuran yang bebas di jajarkan pada sepanjang pasar, dengan penuh pertimbangan karena Amoy tidak tau seberapa banyak pestida yang tekandung dalam sayuran yang terlihat sangat bagus dan segar.


"Kenapa enggak pilih yang ini mbak, sayurannya jelas lebih bagus yang ini." Ujar si penjual.

__ADS_1


"Saya beli yang ini saja." Amoy memilih sayuran yang sedikit robek-robek dan sedikit terdapat bekas gigitan ulat, karena kemungkinan kandungan pestisida tidak terlalu banyak karena hama masih mau memakannya.


Setelah memberi sayuran dan bahan lainnya Amoy dan Miko harus cepat kembali ke Villa karena tanpa di duga langit sudah menunjukan tanda tanda akan turunnya hujan.


"Dimana yang lain." Amoy melihat ke arah sekelilingnya di dalam pun mereka tidak ada.


"Gue telpon mereka dulu." Miko menelpon satu persatu Alex, Kevin dan Salsa.


📞Miko :'Kalian dimana ?'


📞Alex : 'Kita ada di tempat yang ada di belakang Villa,'


📞Miko : ' Ngapain ?'


📞Alex : 'Melihat pemandangan, dari sini matahari terbenam akan terlihat lebih bagus."


📞Miko : 'Gue sama Amoy kesana.'


📞Alex ; 'Ok, kita tunggu, setelah ke belakang Villa lu jalan lurus aja, jalan kaki sekitar 10 menit juga sampai."


"Mereka dimana." Tanya Amoy pada Miko.


"Tempat belakang Villa, katanya lagi liat pemandangan, ayo kesana."


Baru setengah jalan, kemudian hujan turun sebelum Amoy dan Miko sampai.


"Ke sana Ko." Amoy munjuk pada saung bambu untuk berteduh. "Akhir akhir ini hampir setiap hari hujan." Amoy sedikit berlari agar baju nya tidak kebasahan.


"Wajar aja, udah musim hujan."


"Aghh baru kerasa dingin." Amoy tidak memakai jaketnya, tempat yang lembab membuat udara nya semakin dingin.


"Gue enggak mau kasih jaket gue." Miko menatap Amoy yang sedang menatapnya.


"Cihh, gue enggak minta." Amoy merasa sebal pada Miko.


"Tapi gue bisa berbagi." Miko menarik Amoy hingga Amoy memeluknya, jaket Miko yang besar mampu menutupi tubuh nya dan tubuh Amoy.


"Hangat." Ucap Amoy dengan pelan. Miko merapatkan pelukannya, memeluk Amoy seperti ini membuat Miko merasa sangat nyaman.


"Hujannya berhenti, tumben cuma sebentar." Amoy melepas pelukannya. "Ayo lanjut kesana."


Sebelum berjalan kembali, Miko melepas jaketnya dan memakainnya pada tubuh Amoy.


"Katanya enggak mau kasih pinjem."


"Nanti lu sakit, yang ada malah jadi kacau liburannya. Ternyata memang dingin ya." Setelah melepas jaket udara dinginnya baru terasa, Miko menggegam tangan Amoy kemudian memasukannya kedalam kantung jaket yang di pakai Amoy. Amoy hanya menatap Miko sebentar kemudian menghalihkan pandangannya ke depan.


Karena tangan mereka saling berpegangan membuat Miko dan Amoy berjalan berdampingan.


Setelah membaca jangan lupa like nya 😊

__ADS_1


__ADS_2