I Love My Friend

I Love My Friend
Keluarga Miko


__ADS_3

Setelah pulang kuliah. Hari ini Miko tak langsung pulang ia harus menjemput Lily ke sekolahnya. Karena Pak Darma, supir yang biasa mengantar jemput Lily sedang sakit. sehingga Miko yang menggantikannya. Yang lain sudah banyak yang keluar tapi Miko belum melihat kemunculan Lily dari gerbang.


Miko yang bediri disamping mobilnya menjadi perhatian bagi murid disini terutama para siswi. Mereka berbisik bisik bahkan ada yang terlewat kencang berbicara sehingga terdengar oleh Miko.


"Lihat cowok itu ganteng banget." Salah satu siswi yang spontan berbicara.


"Mana mana." Heboh yang lainnya.


"Yang berdiri di samping mobil hitam." menunjuk dengan tangannya.


"Wah iya, mobilnya juga keren."


Masih bocah juga genit banget. Ade gue gitu nggak ya. Miko.


Lily yang sudah siap siap untuk pulang, tertahan oleh temannya yang heboh sendiri.


"Lu kok balik lagi. katanya mau pulang ?" Lily berbicara pada temannya.


"Tempat pensil gue ketinggalan, Tau nggak ? di depan ada cowok ganteng banget."


"Siapa." ujar salah satu teman Lily.


"Liat aja, ayo pulang sekarang takut tuh cowok keburu balik."


Lily dan teman temannya bersemangat untuk melihat siapa cowok ganteng yang dimaksud temannya itu dan rasa penasaran mereka akhrinya terjawab.


"Nah itu." menunjuk pada Miko.


Miko melambaikan tangan pada Lily, tapi yang histeris teman temannya. Mereka menyangka Miko melambaikan tangan pada mereka.


Hahh jadi Kak Miko cowok ganteng itu, ganteng dimananya coba. Orang nyebelin kaya gitu. Lily.


"Gue duluan." Lily berlari meninggalkan teman temannya. Mereka semua kaget Lily berlari ke arah Miko dan mereka lebih kaget lagi ketika pipi Lily di cubit oleh Miko.

__ADS_1


"Gillaaaa. Itu cowoknya Lily ?"


"Nggak heran sih dia dapet cowok seganteng itu, Lily nya juga cakep."


"Hebat ya Lily, kemarin kemarin Wily si ketua osis yang suka sama dia, eh sekarang dapet yang lebih ganteng lagi."


Sebelum masuk kedalam mobil. Miko mengomel dulu pada Lily karena ia menunggunya cukup lama.


"Kakak ngapain kesini." Lily berbicara dengan panik, takut kakaknya beneran mau menemui Wily.


Miko belum menjawab pertanyaan Lily. Seorang cowok yang seumuran dengan Lily menghampirinya dan menyapa ramah pada Lily. Ketika cowok itu akan pergi. Namun tertahan oleh Miko.


"Tunggu." Miko berbicara dengan nada yang dingin dan tegas. " Lu si penguntit ?"


Yang ditanya masih diam bingung dengan perkataan Miko.


"Ketua Osis penguntit ?" Miko melanjutkan perkataannya lagi.


Miko melirik tajam Lily. Bisa bisanya ia mengatakannya tak waras, dengan paksaan akhirnya Miko masuk kedalam Mobil.


"Kakak malu maluin aja. "Cemberut Lily. "Lagian ngapain sih kesekolahan ade ?"


"Tadi siapa ?" jawaban Miko tak nyambung dengan yang Lily tanyakan.


"Dia temen sekelas ade."


Miko menatap Lily tak percaya.


"Beneran, dia bukan Wily."


"Wily siapa ?"


"Nyebelin!!! kakak bahkan nggak inget nama cowok yang ade suka."

__ADS_1


"Oh si penguntit." Miko lupa namamya karena ia lebih suka memanggilnya dengan nama penguntit.


"Kakak belum jawab pertanyaan ade, kakak ngapain ke sekolahan ade ?"


"Jemput kamu."


"Bohong, Kakak pasti mau ketemu Wily."


"yaudah kalau nggak percaya tanya aja sama pak Darma,dia lagi sakit."


Lily masih tak percaya Miko. Lalu Miko menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


" Turun." Menyuruh Lily untuk keluar dari mobilnya.


"Kok turun."


"Ngapain Kakak lama lama nunggu kamu. cuma buat jemput. Kamunya aja nggak percaya sama kakak."


"Iya, ade percaya, maaf ya ade malah jadi nuduh kakak yang bukan bukan." Akhirnya Lily meminta maaf karena takut diturinin di tengah jalan. Sebenarnya Miko juga tak akan tega menurunkan Lily begitu saja.


Sampai di rumah Miko dan Lily saling diam tak saling membuka obrolan. Saat turun dari mobil Lily berlari pada seorang laki laki setengah baya itu. Lalu mereka saling berpelukan.


"Papah kapan pulang, ade kangen banget sama Papah."


"Baru saja Papah pulang, Papah juga kangen sama putri kecil yang bawel ini."


Miko melewatkan mereka berdua begitu saja, ia tidak tahu Papahnya ada rumah. Saat memasuki ruang tamu. Seorang wanita yang masih muda dan cantik menyambutnya.


"Miko udah pulang, Mamah tadi masak, makan bareng yu." Ia berbicara dengan manis.


"Jangan berprilaku seolah anda Ibu saya." Miko menatap tajam wanita itu.


Jangan lupa klik tombol 👍. biar Author nya semangat ngelanjutin cerita ini 😊

__ADS_1


__ADS_2