I Love My Friend

I Love My Friend
Sakit


__ADS_3

Suara ketukan pintu kamar Amoy mengalihkan pandangannya, dilihat Miko sudah berdiri diambang pintu. Miko mendekati Amoy dan duduk disampingnya, tangan Miko mengelus rambut Amoy kemudian pindah memegang tengkuk leher semenatara tangan yang satunya mengelus bibir Amoy dengan ibu jari. Miko menatap Amoy dengan tatapan yang tak bisa ditebak, kemudian Miko memegang dagu Amoy dan mulai menciumnya, cukup lama Miko mencium Amoy kemudian Miko mengarahkan Amoy untuk berbaring, setelah Amoy berbaring dengan sempurna Miko menindihkan badannya diatas tubuh Amoy dengan lutut yang menjadi tumpuannya. Miko mencium kembali bibir itu dengan kasar dan tak sabaran Miko terus meraup bibir Amoy, sesekali Miko melepaskan ciumannya hanya untuk mengambil oksigen. Puas dengan bibir kemudian Miko beralih pada leher jenjang Amoy yang selalu ia hisap aromanya, kemudian ia sedikit menggit leher itu yang membuat pemiliknya sedikit meringis, namun bukannya berhenti Miko malah melakukannya lebih banyak lagi sehingga terciptalah tanda abstrak yang sudah memerah. Amoy melingkarkan tangannya pada leher Miko sesekali mengacak acakan rambutnya sebagai pelampiasan birahi. Tangan Miko kini sudah tak terkendali, dengan nakal tangannya kini sudah berada diatas dada Amoy, hingga sedikit erangan keluar dari mulut Amoy. Miko membuka bajunya sendiri setelah itu ia melepas satu persatu kancing baju Amoy.


"Moy bangun." Miko membangunkan Amoy agar ia makan dulu setelah itu minum obat.


Amoy terbangun dari tidurnya, baru saja ia tertidur namun setan memasuki alam bawah tidurnya, bagaimana bisa ia memimpikan hal seperti itu.


"Moy." Miko memanggil lagi Amoy yang masih melamun.


"Iya." Amoy mendudukan badannya, mengingat mimpi itu Amoy menjadi sangat malu.


Sialan, bahkan dalam mimpi pun gue enggak bisa menolak ajakan Miko. Amoy.


"Muka lu merah banget." Miko memegang kedua pipi Amoy dan merasa panik. Miko mengambil termometer, suhu tubuh Amoy mecapai 39°.

__ADS_1


"Makan dulu ya, setelah itu minum obat." Miko mengambil nampan yang ia bawa tadi. mengambil mangkuk yang berisi makanan lalu ia menyuapi Amoy.


"Gue bisa makan sendiri Ko." Mengambil sendok dari tangan Miko. "Gue nanti makan sama minum obat, lu pulang aja, gue cuma butuh istirahat."


"Gue gak bisa ninggalin lu kaya gini, yang ada kalau gue balik pasti kepikiran lu terus, cepet makan nanti keburu dingin."


"Iya."


Setelah Amoy selesai makan dan minum obat lalu ia menyuruh Miko untuk pulang karena hari semakin sore. "Sana pulang"


"Enggak mau, gue nginep aja ya."


"Jangan Ko, Sella bisa pulang kapan aja."

__ADS_1


"Kalau gitu lu aja yang tidur di rumah gue."


"Enggak usah, gue udah baikan kok."


"Bener nih, kalau ada apa apa lu telpon gue ya ."


"Iya, udah sana."


Melihat Miko yang keluar dari kamar membuat Amoy menghembuskan nafasnya dengan lega, walaupun itu hanya mimpi tetapi rasanya seperti nyata bahkan Amoy mengingat bagaimana reaksi tubuhnya. Amoy berharap semoga kejadian yang ada di mimpinya jangan sampai menjadi nyata.


**Like dong biar Authorntya semangat.😅


Besok gak up dulu ya**

__ADS_1


__ADS_2