
Di perjalan Miko dan Amoy saling diam, Miko memikirkan hal tadi, mungkin ia sudah sangat keterlaluan, mencium Amoy seenaknya, dan melampiaskan nafsunya pada Amoy.
"Moy"
"Apa." Tidak menengok ke arah Miko, masih memejamkan matanya.
"Soal yang tadi, gue minta maaf Moy."
"Bukan salah lu sepenuhnya, jujur gue juga menikmatinya." Berbicara pada Miko dengan sejujurnya, agar Miko tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri, karena Amoy memang menyukai ketika Miko memperlakukannya seperti tadi. Siapun yang tau pasti berpikir Amoy cewek murahan yang dengan gampang memberikan apa yang Miko mau.
"Kedepannya hubungan kita gimana ya ?"
"Semoga berakhir dengan baik, mau bersama atau tidak bersama."
"Aghh bingung gue." Miko menjadi bimbang dengan perasaannya sendiri.
"Untuk sekarang jalani aja, lu punya orang yang lu suka dan gue pun sama."
"Hubungan kita memang rumit, gak normal cuma kalau di bilang hanya teman."
"Hahaha anggap aja temen kelewat deket."
"Haha apaan sih lu Moy, ada ada aja."
"Hubungan lu sama Cessa gimana." Amoy ingin mendengar langsung jawaban dari Miko, walaupun kemarin memang terlihat hubungan mereka baik baik aja.
__ADS_1
"Ya gitu, belum ada masalah, tapi Cessa akhir akhir ini jadi manja banget."
"Wajar lah, kalau dia cuek sama lu berarti ada pertanda apa apa tuh."
"Tapi biasanya juga gak semanja gini, dia jadi kaya overprotektif gitu, kemarin aja gak biasanya dia periksa periksa hp gue."
"Tapi lu suka kan kalau Cessa manja sama lu."
"Haha, Iya sih gue suka, tapi yang gue takutin itu, kalau dia tau hubungan kita gimana ya "
"Ya lu pikirin aja sendiri, jangan bawa bawa gue ya."
"Eh lu juga terlibat, kan gue selingkuhnya sama lu."
" Hah ? mata lu selingkuh, mana ada orang yang selingkuh kaya gini, seenganya walaupun gue selingkuhan, lu perlakukan gue dengan baik layaknya pacar beneran, Lah ini lu aja nganggep gue bongkahan upil, jadi gak bisa dikatakan ini perselingkuhan."
"Anggap aja kecelakan bibir." Amoy dengan santainya berbicara, sebenarnya Amoy hanya menenangkan dirinya sendiri, walaupun tau kelakuan ia dan Miko salah, bahkan dilihat dari sudut pandang manapun merkea berdua memang salah, pergaulan mereka terlalu bebas, Mungkin karena tidak adanya kendali oleh orang tua, tidak ada yang mengontrol prilaku mereka seperti apa.
"Ok, gue mau ngulangin kecelakan bibir."
"Sama ?"
"Sama lu lah, lu kan partnernya"
"Maaf ya, mulai sekarang gue mau berhenti ngelakukin hal di atas kewajaran dari pertemanan."
__ADS_1
"Alah, dulu juga bilang gitu, tapi nyatanya apa ? ngelakuin lagi kan haha."
"Ya karena setan di tubuh lu terlalu kuat."
"Bilang aja iman lu yang terlalu lemah."
"Ihhh tau ah."
"Moy, lu mau ngapain sih balik lagi ke kampus." Miko baru sadar, belum menanyai alasan Amoy untuk mengantarnya ke kampus.
"Mau ngambil mobil.
"Lah, lu tadi pulang naik apa." Heran karena Miko memang tidak pulang bareng dengan Amoy.
"Di anterin." Mata Amoy seketika berbinar, lalu tersenyum sendiri.
"Sama siapa, lu kan gak punya temen lagi." Selain Kevin, Salsa dan Alex.
"Gue pernah bilang, ada cowok yang gue suka, gue tadi dianterin sama dia, seneng banget deh."
"Trus mobilnya lu tinggal gitu ?" Menebak isi kepala Amoy.
"Iya." Dengan polosnya Amoy menjawab.
Miko hanya berdecak "Modus banget lu."
__ADS_1
"Bukan modus, itu usaha namanya."
DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KLIK TOMBOL LIKE NYA ☺