
Berkumpul bersama teman teman memang sangat menyenangkan, apalagi berkumpul dengan teman yang satu frekuensi. Miko, Amoy, Kevin, Alex dan Salsa sedang menikmati secangkir kopi sambil melihat senja yang akan hilang diterpa malam. Aroma dan rasa yang khas dari kopi membuat pikiran mereka menjadi lebih tenang. Bercanda lalu tertawa dan menghabiskan waktu bersama teman di usia muda menjadi hal yang tak boleh mereka lewatkan.
"Senja dan kopi,tau nggak Moy perbedaannya ?" Alex melirik Amoy yang sedang menyeruput kopinya.
"Ya jelas bedalah, anak kecil juga tau mana senja mana kopi." Miko menjawab tanpa diminta.
"Diem lu *****, gue bukan nanya ke lu ko." Kesal Alex. lalu ia menatap kembali pada Amoy meminta Amoy untuk menjawab.
"Senja adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam, ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala, sedangkan Kopi adalah.." Amoy tidak melanjutkan perkatannya karena diminta berhenti.
"Stop, ini bukan kuis, serius amat lu jawabnya." Alex tak tau lagi mau bicara apa.
"Bhhahaha."
__ADS_1
Semua tertawa menertawai Alex yang gagal ngegombal.
"Lagian lu jadi orang bucin amat." Salsa menepuk pundak Alex, memintanya untuk sabar.
"Jangan sok jadi anak senja lu, nyeruput kopi aja belepotan." Kevin berdecak, menunjukan pipi kanannya sambil menatap Alex. "Belepotan dimana mana tuh, malu maluin aja lu."
"Ya mana gue tau." Alex membersihkan sisa kopi yang menempel pada pipinya. "Moy lu gitu amat ke gue."
"Gitu gimana ?"
Amoy membalasnya dengan bernyanyi juga ia mengganti lirikinya " Aku tau engkau sebenarnya tau, tapi kau memilih seolah engkau tak tau, kau tau aku, tak menyukaimu jadi jangan terlalu berharap padaku."
"Mampus lu nggak ada kesempatan lagi, "Miko mengejek Alex yang terlihat kecewa.
__ADS_1
"Makanya ngaca dulu, kalau mau deketin Amoy." Salsa tak kalah kejamnya pada Alex.
"Kasian banget lu, mati aja deh, ada racun nyamuk di mobil gue." Kevin tak mau kalah untuk mengejek Alex.
"Sialan lu semua, hobi banget ngejek gue." Alex kembali menatap Amoy. " Lu juga Moy, terang terangan banget nolak gue."
"Ya mau gimana lagi, lu nya juga terang terangan bilang suka ke gue. Lagian gue nggak mau ngasih harapan palsu."
Alex terdiam mendengarkan Amoy berbicara. ia memang sudah lama menyukai Amoy tapi sering ditolak. Tapi Alex tak pernah berhenti begitu saja. Bagi Alex Amoy adalah sosok wanita yang sempurna selain cantik dan pintar ia juga tipe wanita yang bekerja keras dan tidak manja. dan itu adalah tipe ideal wanita yang di sukai Alex.
Bagi Amoy Alex adalah laki laki yang baik, ia membuat orang disekitarnya menjadi nyaman berada didekatnya. Selain humoris Alex juga jago nyanyi. Tapi perasaan Amoy pada Alex hanya sebatas teman. Amoy memang menyukainya tapi rasa suka itu tak pernah tumbuh menjadi rasa suka seperti normalnya hubungan laki laki dan perempuan.
"Balik yu. udah malem nih." Ajak Amoy pada Miko dan lainnya
__ADS_1
"Iya ya cepet banget udah malem aja. Giliran dikelas 1 jam berasa lama banget."Salsa.
Setelah mereka membayar dan membereskan semua barang barang. Lalu mereka pun pulang sesuai arah rumah masing masing. Amoy bersama Miko. Salsa bersama Alex. sedangkan Kevin sendirian karena memang tak ada yang searah dengan rumahnya.