I Love My Friend

I Love My Friend
Menginap dirumah Miko


__ADS_3

Hari semakin gelap, matahari kini sudah terbenam sepenuhnya dan di gantikan dengan sinar bulan yang berbentuk bulat sempurna.


Miko seperti biasa mengantarkan Amoy sampai kerumahnya.


"Bentar Ko jangan dulu balik". Amoy melihat depan rumahnya ada beberapa mobil terparkir dihalaman, " Gue masuk dulu, lu diem dulu disini, kalau gue gak balik lagi kesini lu pulang aja". Amoy dengan seenaknya berbicara.


"Nggak mau, ngapain gue nunggu disini".Amoy turun dari mobilnya tanpa mendengar Miko yang sedang berbicara.


Seenaknya banget tuh bocah. Miko


Mau tidak mau Miko harus menunggu Amoy, walau Miko bilang tak mau tapi ia tetap saja masih ditempatnya. Beberapa menit sudah Amoy tak kembali. Miko baru saja akan menyalakan mobilnya tapi Amoy kembali lagi dan masuk kedalam mobil.


"Malem ini gue mau ngegembel di rumah lu ya".


"Lu kira rumah gue rumah penginapan apa". Sambil menyalakan mobilnya dan menjauh dari rumah Amoy. "Di rumah lu ada siapa emang".


"Lagi ada tamu".Amoy berhenti berbicara dan menghela nafasnya "sama ada nyokap gue".


"Ohh". Miko menganggukan kepala, paham maksud dari perkataan Amoy.


"Beli makan yu". Miko mencoba menghibur Amoy untuk mengembalikan mood nya. Tapi Amoy hanya diam. "Aku beliin makanan yang manis ya, mau coklat ? es krim? kue ?. Kamu mau apa nanti aku beliin". Miko menggunakan jurus andalannya. Ketika mood Amoy kurang baik. Miko selalu menawarkan makanan manis karena Amoy sangat menyukainya.


"Mau semuanya". Amoy merengek manja.


"Iya, aku beliin". Miko menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Untuk membeli beberapa makanan di supermarket. "Mau ikut nggak, apa mau nunggu dimobil".


"Nunggu disini aja".

__ADS_1


"Ok, princess".


"jangan lama lama. Nanti aku kesepian". Sekarang mood Amoy telah kembali normal .


"Iya". Miko turun dari Mobilnya.


Suara geteran Hp Amoy mengalihkan pandangannya. Ia membuka pesan ternyata dari ibunya.


📩


Ibu : Dimana ?


Sejak kapan Ibu peduli padaku. Biasanya dimanapun aku berada ia tak pernah menanyakan keberadaanku, kecuali kalau ada Ayah. Amoy.


Getaran hp berbunyi kembali


📩


*Memangnya aku mau melakukan apa.***Amoy.


📩**


Amoy : Jangan khawatir, malam ini aku nggak akan pulang.


setelah membalas pesan Ibunya dengan kesal Amoy memasukan hpnya kedalam tas.


"Kenapa sih, udah cemberut lagi aja". Miko kembali membawa 1 kantung kresek besar yang berisi makanan.

__ADS_1


"Lama, udah laper nih". Amoy mengambil beberapa makanan.


"Makan yang banyak biar gemukan dikit". Miko berbicara sambil menyelipkan rambut Amoy kebelang telinga.


"Nggak mau, berat badan gue udah ideal".


"Bagi dong Moy".


"Hah bagi ? beli dong, minta mulu". Amoy menjulurkan lidahnya. kemudian tertawa.


"Nggak tau diri banget, orang gue yang beli".


"Iya, gue kasih nih dikit". sambil menyuapi Miko. karena tangan Miko sedang menyetir.


"Lagi".Miko membuka mulutnya untuk minta disuapin lagi dan Amoy menurutinya.


Tak lama merekapun sampai dirumah Miko. Rumah yang besar ini hanya di tinggali oleh Miko dan Lily serta beberapa pelayan. Sedangkan orang tua Miko memang jarang ada dirumah.


"Gue pengen tinggal dirumah lu aja ko". Amoy memasuki rumah Miko.


"Jadi Istri gue, kalau lu mau tinggal di sini".


Entah kenapa Amoy merasa tersipu dengan perkataan Miko.


"Kayanya lebih pantes jadi babu gue bhahah". Miko melanjutkan perkataannya tadi sambil tertawa.


"Dasar nyebelin". Baru saja ia tersipu Miko malah membuatnya menjadi sebal. "Lily mana ko".

__ADS_1


"Paling dikamar".


Mereka berdua berjalan kelantai atas dan memasuki kamar . Amoy beberapa kali menginap di rumah Miko, dan tidak tidur di kamar tamu tapi tidur satu ruangan bersama Miko.


__ADS_2