
Hidangan makanan di meja terlihat seperti akan ada acara besar. Berbagai jenis makanan yang lengkap serta memenuhi gizi terlihat sangat menggugah selera. Wanita itu dengan pandainya memamerkan masakan yang ia buat dengan penuh percaya diri. Namun ia terlihat sedih ketika 1 orang tak duduk di tempatnya. Di pandangi kursi itu dan sesekali matanya melihat ke arah tangga berharap dia datang.
"Kenapa sayang, kok kelihatan gelisah?". Ujar Marga suami dari wanita tersebut yang bernama Ratna .Serta Ayah dari Miko dan Lily.
"Eh nggak kok." kaget saat Marga menegurnya.
"Miko mana ?"
"Miko lagi kurang enak badan." Ratna terpaksa berbohong agar marga tidak marah. Karena Miko tak ingin makan bersama.
"Ih orang Kakak baik baik aja, Kalau kakak diam baru tandanya dia sakit." Lily dengan polosnya berbicara tanpa mengetahui situasi.
"Panggilin Kakak mu." Perintah Marga pada Lily untuk memanggilan Miko.
"Jangan Mas, nanti aku saja yang berbicara pada Miko." Ratna mencoba membujuk suaminya agar ia tenang. " Lily ayo duduk sayang." Lily yang sudah berdiri akhirnya duduk kembali.
"Tapi kan kita jarang kumpul, seharusnya Miko bisa menghargiamu."
"Aku nggak papa kok. aku ambilkan nasinya ya." sambil menuangkan nasi ke piring yang ada dihadapan Marga, tak lupa ia juga menawari Lily.
__ADS_1
Mereka akhirnya hanya makan bertiga tanpa adanya Miko. Tapi Ratna telah menyisihkan makanan untuk Miko, lalu ia pergi ke kamarnya untuk mengantarkan makanan tersebut. Diketuknya pintu itu namun tak ada jawaban hingga ia memberanikan diri untuk masuk. Namun kamar ini sedang tak ada penghuninya, di letakan makanan tersebut pada meja yang ada di didepan televisi.
"Berani sekali anda memasuki kamar saya." Miko yang muncul dari kamar mandi. Membuat Ratna yang akan keluar kamar menoleh ke belakang.
"Miko, Mamah tadi mengantarkan makanan karna kamu tidak ikut makan bersama."
"Bawa kembali makanan itu, saya tidak menginginkannya."
"Tapi Miko, kamu belum makan bukan ? nanti kalau sakit bagaimana ?"
"Sudah saya bilang, jangan bersikap seolah anda Ibu saya." Nada bicara Miko sedikit menyentak, ia muak dengan prilaku wanita yang ada di depannya ini.
"Miko, bisakah sedikit menerima mamah, beri mamah kesempatan."
"Saya bahkan merasa geli ketika akan menyebut anda Mamah, dengarkan baik baik. Bagi saya anda hanyalah wanita ******* yang haus kekayaan. Entah apa yang anda lakukan pada Papah dan adik saya. Tapi seberapa keraspun anda membujuk saya, jangan berharap saya akan menjadi apa yang anda mau."
"Miko bukan kah ini sudah keterlaluan."
"Sikap anda lebih keterlakuan. Pergi dari kamar saya dan bawa makanan anda."
__ADS_1
Ratna keluar dengan makanan yang ia bawa tadi, saat turun kebawah Ratna berharap tak bertemu suaminya, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan suasana yang tak menyenangkan.
"Mamah Ratna." Lily memeluk Ratna dengan manja.
"Iya kenapa sayang."
"Aku mau curhat."
"Mau curhat apa ?" dengan penasaran Ratna meresponnya.
Lily membisikan pada telinga Ratna " Ada cowok yang aku suka."
"Siap tuh cowoknya ?" Ia benar benar penasaran.
"Jangan keras keras nanti papah dengar." Meletkan jari telunuknya pada bibir.
"Eh iya maaf, biar enak curhatnya mau Mamah buatin makanan manis."
"Mauuuu."
__ADS_1
Marga melihat Istri dan anak perempuannya mengobrol dengan akrab, hingga membuat Marga menjadi sangat senang. Namun yang Marga khawatirkan adalah Miko karena ia belum bisa menerima kehadiran Ratna.
Jangan lupa klik tombol 👍 biar authornya semangat buat ngelanjutin cerita ini. 😊