
Amoy menatap dirinya didepan cermin, memastikan make up nya sempurna. Lalu menyisir rambut panjangnya yang ia biarkan terurai. Hari ini Amoy mengenakan atasan berwarna pink muda dan bawahan rok putih di bawah lutut yang membuat tampilannya semakin manis dan feminim. Setelah siap dan puas dengan penampilannya ia mengambil hp terhilat beberapa panggilan telpon dan pesan dari Dion. Ia melihat keluar dari jendela kamarnya dan melihat Dion yang telah siap menunggunya di depan rumah.
"pagi sayang, maaf kamu nunggu lama ya". sambil masuk ke mobil Dion.
"Pagi juga" sambut Dion dengan tersenyum. Lalu ia memasangkan sabuk pengaman untuk Amoy. Amoy menatap Dion, Saat Dion akan mengembalikan posisi duduknya tapi tangan Amoy menghentikannya hingga wajah mereka saling berdekatan. Memandangi satu sama lain lalu tersenyum.
"Kenapa". Dion menempelkan keningnya dijidat Amoy. Tercium aroma nafas yang segar, membuat Amoy semakin ingin mendekatkan wajahnya."ko ngelamun sih". Suara Dion menyadarkkan Amoy yang masih terpukau oleh pesonanya.
"Ngga papa ko" Amoy memeluk Dion menyembunyikan wajahnya yang entah kapan sudah memerah."haha aku kangen aja". mencoba mencairkan suasana. beberapa menit sudah Amoy memeluk Dion. Menghirup aroma tubuhnya yang bersatu dengan parfum.
Wangi banget. Amoy.
"Yang, kalau kamu masih meluk aku, kapan loh kita jalannya haha".
Amoy melepaskan pelukannya ia jadi malu sendiri. "Eh maaf haha, yu jalan sekarang".
Dion tersenyum melihat kelakuan Amoy.
Amoy dan Dion sengaja bertemu pagi hari supaya dapat menghabiskan waktu lebih lama. dan saling melepas rindu, walau satu kampus mereka memang jarang bertemu.
__ADS_1
"Dion".
"Hmmm kenapa Moy".
"nggak, cuma pengen manggil".
"Kamu kenapa sih dari tadi, ada yang mau kamu omongin sama aku". Dion melepas satu tangannya dari kemudi dan meraih tangan Amoy untuk ia genggam.
"Aku nggak nuntut kamu buat ketemu aku setiap hari " .Amoy sejenak teridam "kamu sekarang udh muali beda".
"Beda gimana", Dion melepaskan tangan Amoy dan mengembalikan tanganya ke posisi semula agar lebih fokus mengemudi.
"Maaf ya sayang". mengelus puncak kepala Amoy "Kedepannya aku akan lebih berusaha untuk banyak meluangkan waktu ku bersamamu". Amoy masih terdiam. "Udah dong jangan marah, haha ke imutannya jadi bertambahkan".
"Siapa yang marah" Amoy menutup sebagian wajahnya malu hanya karena di bilang imut.
"itu sih bibirnya pake di manyunin segala, apa minta dicium ya". goda Dion
"Enggak, Dion nakal ih". sekarang Amoy menutup semua wajahnya.
__ADS_1
"nakal kenapa sayang". menghentikan mobilnya.
"Ko berhenti"
"Kita udah di parkiran, kamu mikirin apa sih, haha jangan jangan beneran minta dicium ya".
"Enggak, Dion apaan sih. jangan godain aku gitu dong". sambil keluar dari mobil.
Duhh diriku kenapa sih gampang banget ke goda. Lemah iman banget. Amoy.
"Nyari sarapan dulu yu". Amoy menarik tangan Dion untuk mengikutinya."katanya di sini ada toko roti yang terkenal banget". sambil melihat lihat area sekitar untuk menemukan dimana tempat itu.
"Tenang dong sayang, kamu tuh kaya orang yang lagi dikejar kejar aja, tempatnya disana tuh". menunjukan dengan jarinya .
"hahaha maaf ya, abis nya aku semangat banget".
Amoy dan Dion saling diam membisu Mereka menikmati roti dengan segelas susu hangat. rasanya yang enak plus ditemani makan dengan orang yang di sayang membuat kenikmatannya semakin bertambah.
" Dion". Amoy memanggilnya namun tak dijawab" kenapa sih, ko ngelamun".
__ADS_1
Dion menatap lurus , pandangnnya tertuju pada meja yang ada disebelahnya. hingga membuat Amoy membalikan badan melihat apa yang Dion lihat. Kemudian Dion berdiri menghampiri meja itu dan suasana berubah menjadi tegang.