I Love My Friend

I Love My Friend
Libur panjang


__ADS_3

Setelah UAS selesai terbit lah libur, seperti orang lain Miko dan teman temannya juga mempunyai rencana untuk berlibur bersama.


"Guys, tahun ini kita mau libur kemana." Ujar Alex yang membuka percakapan.


"Bagaimana kalau ke negara KS, gue pengen nonton konser Oppa ku disana." Salsa begitu bersemangat karena ingin bertemu idola nya.


"Gue enggak setuju." Miko dan Kevin berbicara dengan kompak.


"Gue pengen ke daerah pegunungan, udah lama enggak hirup udara segar." Amoy.


"Gue setuju, gue juga udah bosen sama suasana kota yang sumpek ini." Ajakan ke gunung atau desa Kevin tidak akan menolaknya karena sangat menyukai suasana yang masih asri.


"Gue juga setuju, udah lama enggak ke daerah pedesaan." Miko.


"Lu berdua gimana." Tanya Amoy pada Salsa dan Alex.


"Kalau lu pada setuju, gue juga setuju-setuju aja." Salsa


"Gue ada Villa di daerah B, masih daerah pegunungan, suasan nya juga masih enak, kalau lu pada mau gue bisa suruh bokap buat kosongin tempatnya dulu."


"Mantap, kita ke Villa Alex, lumayan dapet gratisan." Miko.


"Yoi, gue setuju."Salsa.


"Giliran gratisan lu semangat bener." Alex. "Kapan kita mau berangkatnya."


"Besok." Kevin


"Hah, enggak kecepetan, belum packing nya." Amoy.


"Yaelah gampang itu mah sejam juga selesai." Miko berpikir dengan sudut pandang cowok, sedangkan perempuan akan lebih banyak menghabiskan waktu pada suatu hal yang di anggap cowok sepele.


"Oh ya, peraturannya enggak boleh bawa pacar." Kevin dengan tegas berbicara seperti itu, perkataanya sebenarnya ia tunjukan pada Miko dan Amoy, karena hanya mereka berdua yang mempunyai pacar.

__ADS_1


"Gue baru mau ajak Malvin." Amoy yang sudah cemberut dengan wajah masam nya.


"Gue juga baru mau ngajakin Cessa." Miko.


"Kalau lu bawa pacar, yang ada malah sibuk pacaran." Kevin.


"Udah yu kita belanja buat besok, apa aja yang harus di beli." Salsa.


"Kalian aja yang belanja, gue mau pergi dulu." Amoy pergi duluan meninggalkan teman temannya.


~Taman belakang


Di sini adalah tempat favorit Amoy dan Malvin bertemu, karena di tempat ini juga awal mereka berkenalan.


"Haii." Amoy sedikit berlari kemudian memeluk Malvin, bahkan Amoy tidak perduli mereka sedang di area kampus, sedangkan Malvin masih sedikit canggung jika bersentuhan fisik dengan Amoy.


"Bagaimana UAS nya lancar ?" Tanya Malvin.


"Ada sedit kendala, tapi masih batas aman, kamu sendiri bagaiamana UAS nya."


"Hmm Malvin aku minta maaf."


"Kenapa minta maaf ?"


"Sikap aku yang kemarin-kemarin nyebelin."


"Aku ngerti kok, maaf juga ya, harusnya aku enggak ganggu kamu belajar."


"Iya, ayo ke mall, atau kemana aja."


"Ayo, kita nonton aja gimana."


"Boleh, ada film yang mau aku tonton, cuma itu film udah lama, hmm nonton nya di rumah aku aja gimana ?."

__ADS_1


~Rumah Amoy.


"Sepi banget, orang tua kamu mana." Niat Malvin ingin memperkenalkan diri.


Kalau enggak sepi, mana berani aku ajak kamu ke sini. Amoy.


"Mereka lagi kerja, emang jarang pulang juga."


"Ohh, kamu punya saudara ?" Malvin baru menyadari Amoy tidak pernah sedikitpun bercerita tentang keluarganya.


"Aku punya Kakak perempuan, dia udah nikah jadi tinggal sama suami nya, ayo jangan di sini." Amoy menarik tangan Malvin, sebenarnya juga Amoy mengalihkan pembicaraan Malvin agar tidak terlalu banyak bertanya tentang keluarganya.


"Ayo masuk."


Terlihat Malvin yang merasa canggung memasuki kamar Amoy.


"Duduk dulu aja, aku mau ke kamar mandi."


Malvin duduk di sofa yang tak jauh dari tempat tidur. Amoy menyuruh nya duduk, namun Malvin ingin sekali berbaring, karena pinggangnya yang mulai terasa pegal lagi, setelah berjam jam bermain kuda-kuda an dengan Deva. Karena tidak tahan dengan pegalnya akhrinya Malvin membaringkan badannya juga, nanti seteh Amoy keluar kamar mandi, baru ia akan duduk kembali.


"Aghh kaget." Baru memejamkan matanya sebentar, Amoy sudah berada di hadapannya.


Melihat Malvin yang duduk kembali, Amoy kemudian duduk disamping Malvin. "Mau tiduran ?" Menepuk pahanya sendiri. "Enggak papa kok." Menyuruh Malvin untuk tidur di paha Amoy.


Malvin memberanikan diri tiduran di paha Amoy, ini pertama kalianya Malvin melakukan hal seperti ini, rasanya sungguh begitu nyaman, Amoy juga sedikit canggung karena biasanya hanya Miko yang berani melakukannya.


Amoy mengelus rambut Malvin dengan lembut, hingga membuat Malvin memejamkan mata karena begitu nyamannya. Amoy menatap wajah Malvin yang tertidur, kemudian tangannya dengan iseng memegang bagian bagain dari wajah mulai dari alis, mata, bulu mata, hidung dan hampir saja Amoy menyentuh bibir itu.


Astaga, ini bukan Miko yang bisa seenaknya gue pegang, tahan Amoy, jangan di lihat nanti makin menggila. Amoy.


Pikiran dan hati seperti nya tidak berjalan satu arah, Amoy malah terus memperhatikan bibir Mavin.


Miko siallan, gue jadi ketagihan ciuman kan. **Amoy.

__ADS_1


Like ya setelah membaca, jangan lupa guys**.


__ADS_2