I Love My Friend

I Love My Friend
Lipstik


__ADS_3

Hari hari yang penuh dengan ketidaknyamanan akhirnya terlewat juga. Selama beberapa hari ini Miko keluar rumahnya sendiri seperti seorang maling yang mengendap ngendap demi tidak bertemu Marga dan Ratna. Ini memang bukan terakhir Miko bertemu dengan mereka karena mereka pasti akan kembali lagi mungkin sekitar 6 bulan atau satu tahun yang akan datang. Tapi itu cupuk bagi Miko dari pada ia harus bertemu setiap hari.


Makan siang ini Miko lewatkan dengan makan sendiri. Makanan yang ada dimeja kini kembali di penuhui oleh masakan para pegawai. Miko cukup menikmatinya dari pada ia harus mencoba masakan Ratna. Saat makan, Miko sesekali tersenyum melihat hp yang sedang dipegangnya. Beberapa pesan dari Cessa membuat suasana hati Miko kembali baik. Miko sangat menyukai perilaku Cessa, apalagi ketika Cessa bersikap manja padanya. Saat Cessa bersikap seperti itu membuat jantung Miko berdegup, Walaupun sudah lama pacaran, ketika di depan Cessa, kadang Miko menjadi salah tingkah dan Cessa juga sepertinya sama merasakan apa yang Miko rasa. Hanya saja Miko sedikit bisa menyembunyikan kegugupannya.


1 jam sudah berlalu, Miko belum menghabiskan makannya karena terlalu asik mengirim pesan pada Cessa. Saat sadar dirinya terlambat untuk menjemput Amoy. Miko buru buru lari ke mobilnya meninggalkanan makanannya yang tersisa banyak. Amoy pasti akan marah padanya, Miko tidak ingin mendengarkan Amoy mengomel sepanjang jalan. Tapi untungnya, Amoy juga belum siap siap karena ketiduran.


"Cepetan Ko bawa mobilnya." Amoy masuk kedalam mobil sambil mengatur nafasnya karena tergesa gesa.


"Lama banget sih lu." padahal Miko juga baru sampai.


"Iya maaf, gue tadi ketiduran." Amoy mencoba mengambil sesuatu dari tasnya.


"Nyari apaan."


"Tempat make up." Di keluarkannya beberapa make up yang ada di dalam tas kecil. Karena ketiduran Amoy jadi tak sempat untuk berdandan dulu ia hanya sempat membasuh muka. Miko yang melihatnya hanya berdecak, wanita dan make up keduanya memang tidak boleh terpisah.


Saat hampir selesai dengan Make up nya, Miko tiba tiba berhenti membuat Amoy yang sedang memoleskan lipstik pada bibirnya menjadi tercoret sampai ke pipi.


"Mikooooooo!!!." Amoy berteriak, karena gara gara Miko berhenti mendadak membuat make up nya kelihatan kacau.

__ADS_1


" Sorry Moy, tadi ada kucing lewat." Miko melirik pada Amoy, "bhahaha, muka lu jadi aneh." Goresan lipstik yang panjang membuat Amoy memang terlihat aneh.


Di pukulnya kepala Miko, hingga membuat Miko yang terus tertawa menjadi diam membisu, seharusnya ia tidak menertawakan dan minta maaf dengan tulus. Karena kecerobohannya akhirnya Amoy menjadi marah dan terus mengomel hingga membuat telingannya menjadi sakit.


Setelah sampai parkiran kampus.


"Tunggu." Amoy menghentikan Miko untuk keluar dari mobilnya. "Cup." Satu kecupan Amoy berikan di pipi Miko. "Tolong taruh ini ke meja pak Wahyu." memberikan setumpuk kertas pada Miko. Lalu Amoy keluar dari mobil dan menuju kelas.


Miko masih teridam bingung dengan sikap Amoy yang tadinya marah kini malah mencium pipinya. Mungkin Amoy bersikap baik karena ia menyuruh Miko untuk menaruh tumpukan kertas itu.


Miko tidak langsung masuk kedalam ruangan pak Wahyu , ia menunggu diluar karena beliau sedang kedatangan tamu, sepertinya bukan hanya Miko yang menunggu tapi ada bebeapa orang juga, kedua perempuan yang ada di depannya saling berbisik kemudin tersenyum lalu sedikit tertawa. Jelas sekali kedua perempuan itu melihat ke arah Miko, tapi Miko mengacuhkannya.


"Tumben ko kesini." tersenyum hangat pada Miko. karena Pak Wahyu memang sangat menyayangi Miko dan menganggapnya sebagai anak.


"Mau nganterin ini." Di taruhnya tumpukan kertas dimeja.


"Amoy nya kemana ?"


"Lagi ngambek."

__ADS_1


"Berantem mulu." Pak Wahyu paham betul hubungannya dengan Amoy.


Karena di ruangan hanya berdua Miko dan pak Wahyu berbicara dengan santai. Saat Miko pamit pergi, Pak wahyu lalu berbicara kembali.


"Dasar anak muda." tersenyum kembali.


Miko yang mendengarnya merasa bingung. "Bekas ciuman di pipimu hapus tuh, nggak malu apah."


"Ciuman ?" Miko merasa kaget dan malu karena Pak Wahyu mengetahui pipinya baru saja terkena ciuman.


"Masih ada bekas lipstiknya." Sambil tertawa.


Miko memegang pipinya, lalu pamit untuk keluar. Ia menuju kamar mandi. Dilihat wajahnya yang jelas sekali terlihat jiplakan bentuk bibir dengan lipstik merah. Seharusnya ia curiga kenapa Amoy yang sedang marah tiba tiba menciumnya.


Pantas saja banyak yang melirik Miko lalu kemudian tertawa.


Miko masuk kedalam kelas, ia melihat amoy yang sedang menahan tawanya.


Awas aja lu Moy, gue mau minta ganti rugi pokonya. Miko.

__ADS_1


__ADS_2