I Love My Friend

I Love My Friend
UAS


__ADS_3

Semakin dekat dengan Ulangan, semakin banyak tugas pula. Dosen seperti saling berlomba untuk memberikan tugas paling banyak, jika selesai satu sekanan tumbuh seribu, terus saja seperti itu sampai menjelang UAS, di fase seperti ini lah Amoy menjadi lebih sensitif dari biasanya, di mata Amoy semua orang menjadi salah dan orang yang berhadapan dengan Amoy juga menjadi serba salah, Miko mungkin sudah biasa menghadapi sikap Amoy yang teramat ketus dan jutek, tapi Malvin ? ia adalah orang yang baru disamping Amoy.


📞Amoy : 'Aku kan udah bilang, jangan telpon kalau enggak penting.'


📞Malvin : 'Ah maaf, aku tutup telponnya.'


Miko hanya melihat Amoy dengan pandangan merasa kasihan sekaligus kesal karena Amoy suka berlebihan.


"Lu kan bisa ngomong baik baik, yang ada Malvin nanti ninggalin lu, kalau lu terus kaya gitu." Mungkin sifat Amoy yang seperti ini juga yang membuat mantannya tidak tahan dengan sikap Amoy.


Amoy menatap Miko dengan tajam


"Ok, gue diem." Tidak mau mencari perkara dengan Amoy, lebih baik ia bermain game.


"Mikooo." Amoy menghentakan tumpukan buka hingga menimbulkan suara yang keras.


"Iya." Miko dengan spontan menjawab, Amoy yang berteriak membuat Miko merasa kaget, padahal ia diam saja.


"Kenapa tugas nya gak selesai selesai sih, gue kan mau belajar buat persiapan UAS."

__ADS_1


Miko kemudian mendekati Amoy, dan duduk disampingnya. "Yang belum selesai yang mana, mau gue bantu."


"Yang ini, ini dapet dari mana."


"Oh yang ini dapet dari ini, kalau yang ini dapet hasil dari sini." Miko dengan sabar menerangkannya pada Amoy.


"Lu kok gampang banget dapet hasil nya, gue dari tadi nyari gak nemu nemu."


Bukannya bilang terimakasih tapi Amoy malah marah marah enggak jelas, untung saja Miko sudah kebal dengan mood nya Amoy.


"Udah jangan marah marah terus, nanti cepet tu..." Tidak melanjutkan bicaranya, karena situasi sekarang bukan sesuatu yang pas untuk mengajak Amoy bercanda. "Makan dulu sana." Miko melihat jam tangannya, sekarang sudah lewat jam makan siang.


"Nanti aja, mau nyelesain ini dulu."


"Buka mulutnya, makan dulu." Menyuapi Amoy. "Sebelum UAS lu enggak mau sakit kan ?"


Dengan sedikit paksaan Amoy mau juga memakan makanannya.


"Kunyah." Miko menyuruh Amoy untuk mengunyah makanannya karena setelah masuk mulut Amoy hanya membiarkannya saja.

__ADS_1


"Telen." Bahkan Miko memperhatikan kapan makanan itu harus di telan. Miko terus mengulangi kata kata itu sampai Amoy menghabiskan makanannya.


Belajar bersama seperti ini seperti tidak berlaku pada Miko, Amoy yang belajar kadang sesekali bertanya pada Miko, tapi Miko hanya bermain game lalu kemudian rebahan.


~Hari pertama UAS


"Gue gugup banget, padahal belum di mulai." Ujar Amoy pada teman temannya.


"Santai." Ujar Alex, padahal ia sangat gugup dan bahkan perutnya ikut merasa mulas, yang membuat keringat dingin terus bercucuran.


Diantara yang lain hanya Miko yang terlihat biasa saja, bahkan saat seperti ini ia masih sempat bermain dengan game di hp nya itu.


Salsa yang baru datang kemudian duduk disamping Amoy dan memberikan sekotak coklat pada Amoy tak lupa dengan memo kecil yang bertulisan 'Semangat.'


"Dari Malvin." Ujar Salsa yang dari tadi sudah menahan kesal dan rasa sedihnya, bagaiamana bisa ia jadi perantara cinta sahabat dan orang yang di sukainya.


"Wishh apa nih, bagi dong." Kevin sudah menyentuh kotak itu, namun dengan cepat Amoy menepis tangan Kevin.


"Gue enggak mau berbagi." Memasukan coklat tersebut pada tas nya.

__ADS_1


Setelah selesai UAS Amoy harus benar-benar meminta maaf pada Malvin karena dari beberapa hari kemarin Amoy terus bersikap jutek pada Malvin.


Like ya jangan lupa, gampak kok tinggal klik tombol ini 👍.


__ADS_2