
Saat kemarin Miko bersama Cessa, Amoy merasa sangat iri. Bukan cemburu atau benci, ia hanya iri melihat keromantisannya. Iri karena mereka berdua terlihat saling menghargai dan saling bisa menyesuaikan dengan siapapun mereka bergabung. Iri,karena Miko memperlakukan Cessa dengan sangat baik. Amoy juga ingin ada laki laki yang meperlakukanny seperti itu. Walaupun Miko memang baik pada Amoy tapi tetap saja rasanya berbeda ketika di perlakuakan oleh teman bukan pacar.
"Panas banget sihh." Amoy mengibas ibaskan buku yang di pegangnya. Matahari di siang hari begini memang sedang aktif nya memancarkan kehangatan lebih tepatnya memancarkan panasnya. Amoy memang anak pertanian yang katanya gak boleh takut panas, tapi tetap saja siapa yang ingin berpanas panasan jika tidak ada hubungannya dengan Mk.
Kalau bukan karena sedang menunggu seseorang, Amoy bahkan tak akan rela melangkahkan kakinya melewati pintu rumah.
Sudah beberapa kali ia melihat para pasangan yang lewat di depan matanya. Sungguh selain kulitnya yang merasa kepanasan, ia rasa hatinya juga merasa memanas karena melihat adegan yang membuat jiwa jomblonya meronta.
Begitulah Amoy, ia merasa sangat kesepian jika tidak mempunyai pasangan, tidak betah berlama lama sendiri. Namun sialnya ketika dia berpacaran dengan seseorang Amoy tak pernah mendapatkan laki laki yang bisa memuaskan hatinya. Hubungannya dengan Dion selama satu tahun adalah yang terlama dibandingakan dengan mantan mantannya yang hanya bisa bertahan beberapa bulan saja. Kebiasan Amoy yang sering ganti ganti pasangan ini juga yang membuat Miko sering memarahinya.
"Maaf nunggu lama ya, tadi dijalan macet banget." Seorang laki laki menghampiri Amoy dan duduk di sebelahnya.
"Nggak papa kok, aku juga baru dateng." Berbohong padahal sudah dari tadi datang karena ingin cepat cepat bertemu.
__ADS_1
"Mau pindah ke tempat lain, disini panas."
"Iya, pindah aja." Semangat karena memang ingin cepat cepat meninggalkan tempat ini
"Mau ke kafe depan kampus ?"
"Iya, disana aja tempatnya enak." Seharusnya dari awal Amoy mengajak bertemu disana.
Laki laki itu bernama Malvin, orang yang pernah Amoy ceritakan pada Miko, awal bertemunya dengan Malvin pada saat Amoy makan dan lupa membawa dompet lalu Malvin yang membayarnya (episode 2). Malvin masih satu angkatan sama Amoy, masih sama sama pertanian namun berbeda prodi, dia masuk ke prodi Agribisnis. Setelah membayar hutangnya mereka menjadi lebih sering bertemu apalgi mereka sama sama mejadi panitia di sebuag acara, yang membuat Amoy dan Malvin menjadi dekat.
Hari ini iya dan yang lainnya akan mengobrolkan tentang proposal yang akan diajukan untuk kegiatan Pestipal pangan acara yang yang akan diadakan di kampus, walapun bukan cuma berdua tetap saja Amoy merasa senang karena bisa melihat Malvin.
Menurut Amoy Malvin mempunyai kharisma yang sangat kuat. Terkadang orang yang kharismatik mempunyai aura yang lebih menonjol dibandingkan dengan orang yang hanya berstatus tampan saja. Malvin orang yang berwibawa dan mempunyai jiwa kepemimpinan. Secara fisik memang lebih tampan Miko, Namun ada bagian tubuh Malvin yang semakin di lihat semakin sulit untuk di tolak. Itu adalah warna kulitnya, Malvin mempunyai kulit yang eksotis, warna coklatnya itu sangat lah sexy. Bahkan Amoy berani membayangkan betapa indahnya bagaian tubuh yang di tutupi oleh pakaiannya.
__ADS_1
"Moy." Malvin memanggil Amoy yang sedari tadi bengong.
"Iya." Berhenti membayangkan dan menjelajahi bagian tubuh Malvin.
"Yang lain udah pulang, kamu nggak mau pulang gitu ?"
"Udah pada pulang ya." Amoy melihat kesekelilingny baru menyadari karena saking sibuknya membayangkan hal yang bukan bukan.
"Bawa mobil nggak, apa ada yang jemput ?." Ucapnya dengan ramah
" Aku enggak bawa mobil, lagian siapa juga yang mau jemput." Amoy langsung spontan menjawab. Lagi lagi berbohong, sebenarnya ia membawa mobil. Tapi ini adalah kesempatan yang tak boleh di sia siakan, kali saja Malvin mau mengantarnya pulang.
Mari beri semangat buat Authornya dengan cara klik tombol like nya ☺
__ADS_1