
"Jangan pergi, jelasin dulu." Amoy masih mencekam pergelangan tangan Miko.
"Iya." Jawab Miko dengan singkat.
Amoy terdiam sebentar, tak menyangka Miko melakukannya.
"Bagaimana kalau Cessa hamil ? lu pake pengaman ?" Tanya Amoy dengan serius.
"Gue enggak ngelakuin sejauh itu." Miko menjawabnya dengan sedikit jutek.
"Terus lu ngelakuin apa saja sama Cessa, enggak mungkin kalau cuma tiduran terus merem." Amoy sungguh penasaran.
"Bukan urusan lu." Sikap Miko kini begitu dingin, tatapan matanya sungguh tidak bisa ditebak.
"Ihh gue kan cuma pengen tau, lu sama Cessa udah ngelakuin apa aja ? bagaimana rasanya." Amoy terus bertanya.
"Bagaimana rasanya ?" Miko sedikit mendorong Amoy hingga Amoy terbaring. "Kalau lu penasaran, gue bisa ngulangin apa yang gue sama Cessa lakuin." Jari jari Miko bermain dengan kancing kemeja Amoy. "Lu selalu kaya gini." Miko menyandarkan kepalanya pada sofa, ia terlihat sangat frustasi.
"Maaf." Amoy menyadari ia sudah terlalu banyak bertanya.
"Ayo pergi, nanti telat." Miko tidak ingin membahas masalah ini lagi.
__ADS_1
"Lu mau ke kampus kaya gitu, enggak malu."
Miko memegang lehernya sendiri.
"Sini gue pakein foundation, biar bekasnya gak terlau keliatan."
Miko yang sudah berdiri kemudian duduk kembali, membiarkan Amoy menutupi bekasnya itu.
"Merah banget, Cessa pasti.." Amoy belum melanjutkan bicaranya, karena tangan Miko sudah mencengkam tangan Amoy hingga Amoy meringisi kesakitan. "Jangan dibahas lagi"
"Iya, gue ngerti pasti lu malu, karena apa yang dilakuin sepasang kekasih pasti jadi hal yang sensitif buat dibahas."
"Udah gue bilang jangan bahas apa apalagi, bisa enggak jangan bicara, lu bisa enggak sih jangan ikut campur urusan orang lain." Nada bicara Miko sedikit meninggi hingga Amoy merasa kaget.
Miko tak menjawabnya dan malah pergi meninggalkan Amoy, melihat Miko yang emosi membuat Amoy ikut emosi juga.
Miko pergi dengan mobilnya sendiri dan meninggalkan Amoy.
Amoy pergi ke kampus sendiri.
"Amoy." Kevin memanggil Amoy, hingga harus beberapa kali memanggilnya, Amoy baru menengok. Baru melihat wajahnya saja Kevin sudah tau Amoy sedang bad mood. "Miko mana."
__ADS_1
"Mana gue tau, gue bukan baby sister nya."
"Woyyyy." Salsa menghampiri Kevin dan Amoy. "Tumben Moy lu enggak bareng Miko."
Amoy belum menjawabn nya karena Alex tiba tiba dateng.
"Moy Miko mana."
"Mana gue tau, kenapa nanyain Miko ke gue sih, gue tuh cuma orang lain bukan siapa siapanya." Amoy pergi meninggalkan Alex, Salsa dan Kevin.
"Mereka lagi berantem." Ujar Alex yang melihat kedua temannya itu.
Dosen sudah masuk dan mulai mengajar namun Miko masih belum datang.
Ishh apaan sih, jangan mikirin Miko. Amoy.
~ Miko masih berada di dalam mobil, perasaannya sungguh kacau, bahkan ia tidak bisa menahami dirinya sendiri.
Astaga apa yang lu pikirin, lu udah punga Cessa, berhenti mengharapkan yang enggak bisa lu miliki, jangan ngancurin apa yang udah lu pertahankan.
Miko terus berbicara pada dirinya sendiri, meyakinkan bahwa semua akan baik baik saja.
__ADS_1
Setelah baca jangan lupa like nya ya😊