
Suasan kampus sore ini memang tidak begitu ramai, Parkiran yang biasa penuh kini hanya tinggal beberapa kendaran yang bisa di hitung jumlahnya. Memang, ketika sore hari tidak seramai pagi atau siang, dan ditambah lagi besok hari libur sehingga sudah banyak yang meninggalkan area kampus. Miko and the geng masih terlihat enggan untuk berpisah satu sama lain. Mereka lebih senang menghabiskan waktu bersama, mengobrol di lorong yang biasa mereka gunakan untuk kumpul.
"Gue males balik." Ujar Kevin. di sela sela obrolan mereka
"Sama." Amoy menjawab karena memang di rumah sedang ada ibunya.
"Gue juga, masih pengen ngobrol." kata Alex.
"Dasar penghuni kampus lu pada." Miko berbicara sesuai dengan kenyataan. karena memang mereka lebih banyak menghabisakn waktu di kampus, mungkin dirumah hanya untuk menumpang tidur.
"Besok main yu." Salsa mengajak teman temannya untuk berkumpul bersama besok. Karena besok libur. Mereka bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama.
"Nggak bisa, besok nyokap gue ulang tahun." Ujar Alex. "Moy lu mau dateng nggak, ketemu calon mertua."
"Nggak makasih, gue besok mau ketemu calon suami." Besok Amoy memang akan bertemu seseorang.
"Cih, Bosen gue dengernga mundur aja lu Alex." Miko menimpal pembicaraan mereka.
"Besok gue ada pertemuan keluarga." Kevin.
"Besok gue mau ketemu Cessa." Miko.
"Yahh, besok gue bakalan gabut banget." Ujar Salsa dengan kecewa.
__ADS_1
"Jomblo sih lu." Alex mengejek Salsa.
"Kaya lu nggak jomblo aja." Menatap sebal Alex.
"Gue mau balik, Nyonya besar udah telpon" Alex melambaikan tangan pada teman temannya. "Jangan kangen ya, senin ketemu lagi kok."
"Najisss." dengan kompak mereka menjawab.
"Kompak banget kalau masalah bully gue, Salsa lu mau balik nggak." Alex yang memang satu arah rumahnya dengan Salsa.
"Balik lah, gue balik ya."Menatap ketiga temannya.
"Hati hati dijalan." Amoy melambaikan tangan pada Alex dan Salsa.
"Balik yu." Amoy mengajak Kevin dan Miko.
Lorong yang sepi dan penerangan yang kurang baik, membuat lorong ini seperti lorong berhantu. Amoy yang jalan di depan tiba tiba berhenti melihat mahluk yang ada di depannya. Miko dan kevin yang melihat Amoy tiba tiba berhenti menjadi ikut berhenti.
"Kenapa ?" tanya Miko pada Amoy.
Amoy tak menjawab, masih menatap lurus kedepan. Orang itu semakin mendekat. Miko melihat ke arah Amoy menatap. Orang itu melewati mereka begitu saja. Miko yang melihatnya memberhentikan dengan memegang pundaknya.
"Ada yang ingin lu katakan. " berharap Dion meminta maaf dengan tulus pada Amoy.
__ADS_1
"Ko, Ayo pulang." Menarik tangan Miko, pirasat Amoy mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak baik.
"Lepas, nggak ada yang mau gue omongin sama kalian." Dion menjawab dengan ketus.
Kevin yang melihat masih terdiam, belum mengerti situasi ini. yang Kevin tau Dion pacarnya Amoy, tapi mereka seperti orang yang sedang bertemu musuh.
Dion menepis tangan Miko, dan berniat pergi. Namun sebelum melangkahkan kakinya, tangan Miko lebih dahulu menghantam wajah Dion dengan cukup keras."Brengsek lu."
Amoy yang melihat kaget, mencoba memegang tangan Miko, namun sayang tenaga Miko lebih jauh besar darinya. Setelah hantaman kedua, Dion lalu mendekat pada Miko mencoba memukul balik. Tapi berhasil Kevin pisahkan mereka berdua.
Sekarang Amoy berhasil membawa Miko keluar dari lorong, dan diikuti Kevin. Terlihat jelas Miko yang sedang marah membuat siapa saja yang melihat enggan ikut campur urusan mereka.
"Sebenarnya kalian kenapa sih ?" Tanya kevin yang penasaran.
"Nanti gue jelasin." Amoy menarik tangan Miko untuk pergi ke parkiran dan meninggalkan kevin yang belum mengerti situasi ini.
~Di dalam mobil, Miko masih belum meredakan Amarahnya. Lalu menatap Amoy yang sudah ketakutan.
" Awas aja kalau lu punya hubungan kaya orang itu lagi."
Amoy masih terdiam, tak berani menjawab. Marahnya Miko memang sangat menakutkan, ia tak akan segan menyingkirkan orang yang punya masalah dengannya atau yang punya masalah dengan orang orang terdekat Miko.
Jangan lupa klik tombol 👍.
__ADS_1