I Love My Friend

I Love My Friend
Jatuh Cinta (Part 3)


__ADS_3

Hari ini Amoy bangun tidur dengan sangat semangat,


Amoy akan membuat brownis coklat untuk Malvin sebagai tanda terimakasih karena kemarin mau mengantarnya pulang, sebenarnya sih itu bukan alasan utama, melainkan Amoy ingin memperlihatkan (memamerkan) bagaiamana ia bisa memasak, bisa mengurusi pekerjaan dapur. Tidak salahkan ketika seorang perempuan ingin di puji laki laki yang di sukainya ? Begitu pula Amoy, ia ingin mendapatkan perhatian dari Malvin.


Amoy membuatnya dengan sangat hati hati, agar tidak ada satupun bahan yang terlewat. Setelah selesai membuatnya, tak lupa Amoy memcicipi rasanya dan ia merasa puas dengan hasilnya karena rasa yang pas tidak terlalu manis atau pahit.


Disusunnya brownis itu pada kotak makan, Saat memakan brownis buatannya Amoy jadi teringat Miko, Miko sangat menyukai brownis coklat buatan Amoy , karena masih tersisa banyak Amoy juga memisahkannya pada kotak makan yang berbeda untuk ia berikan pada Miko, Setelah siap semuanya Amoy teringat kejadi kemarin dengan Miko, Amoy menjadi merasa canggung, satu kotak makan yang ia pegang lalu Amoy taruh kembali diatas meja, mungkin ia akan menghindari Miko untuk sementara.


Sebelum pergi Amoy tak lupa untuk mengirim pesan pada Miko bahwa ia akan membawa mobilnya sendiri jadi Miko tak harus menjemputnya.


~Di kelas.


Miko dan Amoy tidak duduk berdampingan seperti biasa, dan terhalang oleh beberapa kursi lain. Bukan hanya Amoy yang merasa canggung, Miko juga terlihat menghindari Amoy.


"Guys, sebelum balik kita nongkrong dulu yu." Ujar Alex yang telah bersiap siap keluar kelas.


"Enggak bisa." Amoy dan Miko menjawab bersama.


"Lu aja yang pergi sama mereka, gue gak bisa ikut kumpul dulu." Miko berbicara pada Amoy karena tau jika ia ikut maka suasana akan terasa canggung.


"Hmm, lu aja yang ikut, gue... gue ada urusan." kata Amoy berbicara dengan terbata bata.

__ADS_1


"Apaan sih lu berdua bernantem lagi." Salsa yang melihat kedua temannya ini dari tadi bersikap aneh dan saling menghindar.


"Enggak." Sekali lagi Amoy dan Miko berbicara berbarengan.


"Gue duluan ya guys." Amoy meninggalkan teman temannya.


"Gue juga duluan ya." Miko yang telah berdiri lalu dihalangi Kevin dan Alex.


"Mau kemana lu, ayo ikut." Kevin dan Alex menyeret Miko untuk ikut bersama sehingga mau tidak mau Miko mengikuti mereka.


~Taman belakang kampus.


Amoy melihat Malvin sedang duduk di tepian kolam yang berukuran cukup besar. Melihat dari kejauhan saja jantung Amoy sudah berdegup kencang.


"Haiii, dari tadi gak." Amoy duduk di samping Malvin.


"Lumayan." Malvin tersenyum pada Amoy.


Gila makin deket kenapa makin cakep sih, Huhh bisa jantungan ini. Amoy.


"Maaf ya, pas Mk selesai dosennya enggak langsung keluar, minta tambahan waktu, soalnya dia tadi masuknnya telat." Amoy berbicara sesantai mungkin, mencoba bicara senatural mungkin padahal jantungnya seperti orang yang sudah berlari lari.

__ADS_1


"Iya gapapa, ini."Memberikan tempat make up Amoy.


"Makasih, jadi ngerepotin."


"Enggak kok."


"Eh iya hampir lupa." Amoy mengeluarkan tempat makan yang berisi brownis. "Sebagai tanda terimakasih, ini aku tadi buat brownis coklat, nanti di coba ya."


"Wah, makasih ya."


"Sama sama."


"Malvin." Seorang perempuan cantik mendekati Malvin dan Amoy. "Katanya mau makan siang bareng."


"Iya." Bangun dari duduknya. "Aku pergi duluan ya Moy."


"Iya."


Amoy melihat perempuan itu menggandeng Malviin. Mereka terlihat sangat dekat. Amoy yang melihat merasa hatinya tergores.


Gue belum siap patah hati lagi. Amoy.

__ADS_1


DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KLIK TOMBOL LIKENYA 😊****


__ADS_2