I Love My Friend

I Love My Friend
Liburan ke pantai


__ADS_3

Matahari yang terik dengan air laut yang jernih membuat suasana pantai begitu menakjubkan, di setiap pinggiran banyak turis asing yang sedang berjemur menikmati hangatnya sinar matahari yang jarang di jumpai di negaranya.


"Akhirnya sampai juga." Cessa mendekatkan dirinya pada tepi pantai, membiarkan kaki nya tersapu ombak kecil dengan pasir yang ikut terbawa.


"Aku mau beli minum dulu Cess." Miko tersenyum melihat tingkah Cessa yang berlari-lari seperti anak kecil.


Pandangan Cessa tertuju pada seseorang yang tidak asing, untuk memastikan kemudian Cessa menghampiri orang itu.


"Amoy." Ujar Cessa yang memang tidak salah liat.


"Haii, sedang berlibur juga ?" Amoy tidak menyangka akan bertemu Cessa di sini.


Cessa melihat orang yang disamping Amoy.


"Ini pacar gue, Malvin dia pacarnya Miko."


"Malvin." Ujar Malvin dengan ramah, lalu menjulurkan tangannya.


"Cessa." Menjabat tangan Malvin untuk saling berkenalan.


"Kamu mau minum." Miko datang menghampiri Cessa kemudian merangkul dan menciumnya. Hingga membuat orang di sekitarnya seperti figuran.


Miko kemudian melirik pada orang yang disamping Cessa dan tak menyangka bisa bertemu Amoy dan Malvin.


"Kalian sedang berlibur juga." Ujar Miko dengan canggung.


"Iya, kalian baru datang." Amoy menjawabnya dengan gugup.


"Ya, kami baru aja nyampe." Cessa yang menjawab.


"Kalian menginap dimana ?" Malvin.


"Belum cari tempat." Miko.


"Gue sama Amoy udah sewa Villa, ada satu kamar yang kosong, mau gabung ?" Ujar Malvin yang menawarkan.


Amoy merangkul tangan Malvin, entah apa yang sedang di pikirkan pacarnya ini.

__ADS_1


Malvin kemudian melirik Amoy. "Enggak papa kok, biar ramai."


"Kalau kalian enggak keberatan, kita bisa gabung, iya kan Cess." Miko melihat ke arah yang Cessa yang hanya menganangguk.


"Villa nya enggak jauh dari sini, ayo simpen barang kalian dulu." Amoy sebenarnya masih merasa canggung, karena Malvin yang menawarinya, Amoy hanya menghargai keputusan Malvin.


Villa ini berukuran tidak terlalu besar, hanya Villa kecil yang mungkin di khususkan untuk pasangan. Letak nya tidak jauh dari pantai, dan langsung menghadap ke pantai membuat Villa ini menjadi terlihat istimewa.


"Ada dua kamar, Amoy kamu tidur bareng Cessa, nanti aku sama Miko." Malvin.


"Hah, aku tidur bareng kamu aja." Amoy takut terjadi sesuatu antara Miko dan Malvin.


"Gue setuju, kamu tidur sama Amoy ya Cess." Miko.


Karena yang lain setuju, akhirnya Malvin bersatu dengan Miko, Amoy hanya berharap kedua nya tidak memancing pertanyaan yang bisa memicu keributan.


Cessa sedang merapikan barang nya, kemudian memghampiri Amoy yang sedang tiduran.


"Udah beli bikini." Tanya Cessa.


"Belum, lu udah beli " Balik bertanya.


Seseorang mengetuk pintu kamar mereka, Amoy membukakan pintu nya.


"Ayo main ke sana." Ajak Malvin.


Mereka ber empat kemudian main di tepian pantai, Cessa dan Amoy akan pergi berbelanja meninggalkan Miko dan Malvin.


Berbagai macam model bikini tersedia lengkap di toko ini, mulai dari yang sedikit tertutup sampai yang sangat terbuka pun ada, Amoy dan Cessa sedang memilih model yang mereka sukai. Melihat bentuk tubuh Cessa membuat Amoy jadi menciut untuk memakai bikininya, Amoy memilih milih model bikini yang mungkin saja bisa membuat ilusi bagian bagian tertentu jadi sedikit lebih beri isi.


"Udah nemu yang cocok." Ujar Cessa yang sudah kembali dengan barang yang telah di pilihnya.


"Udah, ayo beli baju yang lain."


Tidak lengkap rasanya jika hanya membeli satu barang, mereka awalnya memang hanya akan membeli bikini tapi jiwa perempuannya tentu keluar melihat barang-barang yang cantik dan lucu-lucu.


Amoy dan Cessa awal nya sedikit canggung, namun kepribadian Cessa yang menyenangkan bisa menyeimbangi Amoy yang kadang hanya terdiam, mereka juga punya selera fashion yang sama jadi ada bahan untuk pembicaraan.

__ADS_1


"Udah yu, belanjanya nanti lagi aja." Amoy melihat hp nya yang sudah terdapat beberapa panggilan tak terjawab dari Malvin. Cessa juga melihat hp nya, Miko juga dari tadi menelpon. Karena begitu asik nya melihat lihat barang yang di jual di setiap pinggir jalan, membuat Cessa dan Amoy melupakan pacarnya masing-masing.


Setelah kembali berbelanja Amoy dan Cessa langsung menghampiri Miko dan Malvin, melihat Malvin yang bertelanjang dada seketika membuat pikiran Amoy menjadi liar, Amoy pernah melihatnya di balkon kamar Salsa, tapi belum pernah melihat sedekat ini, semakin dekat dilihat semakin Amoy ingin menyentuh perut kotak kotaknya.


"Kalian darimana." Ujar Miko yang khawatir.


"Aku sama Amoy banyak membeli barang." Cessa.


"Mau ganti baju sekarang." Ajak Amoy pada Cessa.


"Ayo."


"Jangan pake bikini." Ujar Miko dan Malvin secara bersamaan.


"Kenapa kita kan di pantai." Protes Amoy.


"Baru aja beli bikini nya." Cesaa juga tidak terima dengan perlakuan pacar nya.


"Pokonya enggak boleh, kamu pake bikini kita pulang aja." Malvin dengan tegas memarahi Amoy.


"Turuti saja, kalau masih mau di sini." Miko melanjutkan perkataan Malvin.


Amoy dan Cessa pergi sambil marah marah, karena masih ingin berlibur, mau tidak mau harus menuruti.


"Mereka bertelanjang dada, kenapa kita tidak boleh pake bikini " Cessa masih merasa sebal.


"Mereka juga jadi pusat perhatian cewek cewek yang lewat." Amoy jadi merasa kesal, karena setiap ada perempuan yang lewat pasti bertingkah genit di depan Miko dan Malvin.


Setelah berganti baju kemudian Amoy dan Cessa kembali menemui Miko dan Malvin yang sudah menunggu.


"Kita enggak pake bikini." Ujar Cessa dan Amoy, yang melihat pacarnya ingin memarahi.


"Baju nya kependekan." Malvin yang masih tidak menerima.


Amoy dan Cessa memakai baju crop sehingga memperlihatkan bagian perutnya yang ramping, mereka juga memakai celana yang sangat pendek yang membuat bagian bokongnya sedikit terlihat.


"Ayo lah, jangan marah, ini masih lebih baik dari bikini." Cessa melingkarkan tangannya pada leher Miko kemudian menciumnya.

__ADS_1


Melihat kelakuan Miko dan Cessa yang tidak perduli dengan orang orang di sekitarnya, membuat Malvin dan Amoy memilih pergi menjauh dari Mereka. Amoy tau di tempat ini memang begitu bebas, tapi tetap saja Amoy rasa ciuman di depan umum bukan hal yang baik untuk dilakukan.


jangan lupa like nya. 😊


__ADS_2