
Amoy terbangun melihat tubuhnya yang sudah berada di atas tempat tidur. Di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 22.00 malam. Saking ngantuknya ia tidak sadar Miko menggendong Amoy, ia melirik ke sebelahnya namun tidak menemukan Miko disampingnya. Pandangan Amoy tertuju ke semua arah untuk menemukan Miko. Amoy melihat Miko yang sedang duduk di sofa sambil memegang hpnya. sesekali ia mendengar sumpah serapah yang dikeluarkan dari mulut Miko.
"Tidur ko, main game mulu."Amoy duduk di sebelah Miko.
"Sialan." Masih fokus dengan game dan menghiraukan Amoy yang sudah duduk di sampingnya.
Amoy hanya berdecak, lagi lagi diabaikan.
"Belanjaan gue mana Ko."
"Di atas meja." tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari hp.
Amoy merasa tubuhnya sangat lengket, Karena memang belum mandi. Diambilnya handuk dari lemari dan tak lupa pakainnya.
Air hangat membasahi tubuh Amoy, menciptakan rasa segar yang menjalar di setiap inci tubuhnya dan rasa kantuk seketika hilang.
Setelah selesai mandi.Amoy masih melihat Miko bermain game. Miko memang suka lupa waktu jika sudah menyentuh itu. Karena sudah tidak ngantuk Amoy mengambil bukunya dan mulai belajar materi baru.
~1 jam sudah berlalu, Amoy selesai dengan belajarnya dan Miko selesai dengan gamenya. Miko menidurkan badannya dengan kepala yang berada di paha Amoy. Amoy mengelus lembut rambut Miko, Mereka berdua saling menatap tanpa bicara apa apa. Miko menikmati sentuhan lembut tangan Amoy, ia sangat menyukainya. Andai saja Amoy bisa melakuakan ini setiap hari mungkin tidurnya akan sangat nyenyak. Diraihnya tangan Amoy lalu Miko memasangkan gelang yang ia beli tadi. Gelang yang dibalut emas putih dengan desain yang elegan dan harga yang fantastis melingkar indah di tangan putih Amoy.
Amoy menatap pergelangan tangannya, baru pertama kali Miko memberikan hadiah perhiasan pada Amoy.
__ADS_1
"Dalam rangka apa ?" Ujar Amoy yang merasa bingung Miko tiba tiba memberika perhiasan padanya.
"Gue tadi beli kalung buat Cessa, jadi sekalian beli gelang buat lu."
"Oh" singkat Amoy menjawab.
"Kenapa, gak suka ya ?" memyimpulkan dari jawaban Amoy.
"Suka , gelangnya cantik."
"Tapi kok keliatan kecewa gitu ?"Miko melihat raut wajah Amoy
"Ngga, gue beneran suka." Hanya sedang berpikir Kalung yang akan Miko berikan pada Cessa pasti sangatlah cantik.
"Ih nggak, geer banget sih lu"
"Haha, ya kali aja kan."
"Awas ah, gue mau tidur lagi," mengguncangkan pahanya agar Miko bangun, namun Miko malah salah fokus pada guncangan yang ada diatas bagian tubuh Amoy dan terlihat lekukan yang ada dibalik kaos tipis yang dikenakan.
"Nanti dulu, buru buru banget." Mencoba berbicara sesantai mungkin dan menyembunyikan rasa gugupnya
__ADS_1
"Ngantuk, Pindah aja ketempat tidur."
"Pengennya disini, bilang aja kalau mau ditemani tidur."
"Mulai lagi deh." kesal Amoy, karena Miko mulau menggodanya kembali.
"Iya gue bangun, Ayo tidur."
Miko mendahului Amoy naik ketempat tidur, lalu menepuk tempat yang ada disampingya. Amoy menghampiri Miko dan menidurkan badannya.
"Ko udah tidur ?" Amoy masih terjaga. Entah kenapa rasa kantuknya hilang
"Belum." Melingkarkan badannya pada tubuh Amoy.
"Miko"
"Hmm"
"Ada cowok yang gue suka"
"Siapa ?" Miko yang mulai memgantuk kembali lagi terjaga.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol👍 Biar authornya semangat ngelanjutin ceritanya.