I Love My Friend

I Love My Friend
Berharap


__ADS_3

Panah jam terus berputar melingkar mengelilingi angka disekitarnya, Amoy terus menerus melihat hp nya, apalagi kalau bukan maksud menunggu telpon dari Malvin.


Ini belum sebulan, ini hari pertama kamu mengungkapkan perasaan mu, jangan mengecewakanku Malvin karena aku benar benar berharap kelak kamu orang yang akan selalu disampingku. Amoy.


Sia-sia rasanya menunggu seperti ini, belajar pun bahkan Amoy tak fokus memahami materinya, sekarang bahkan sudah tengah malam tapi tak ada satupun telpon atau chat masuk dari mana Malvin.


Aku masih menunggumu. Amoy


~Cahaya matahari yang masuk membuat Amoy terbangun dari tidurnya, bahkan saat bangun tidur hal yang pertama yang ia ingat adalah Malvin, Amoy langsung melihat hp nya namun masih belum ada kabar dari Malvin.


Dia memang tidak serius.Amoy.


Hari ini ada kuliah jam 10.00. Memikirkan Malvin membuat Amoy lupa waktu, dengan secepat kilat Amoy bersiap-siap karena Miko telah menjemputnya.


"Pagi menuju siang." Amoy masuk kedalam mobil Miko, setelah itu mecium pipinya.


Miko langsung memegang pipinya curiga Amoy akan mengerjainya lagi.


"Transferproof." Amoy kembali mencium pipi Miko, Miko masih menatap Amoy dengan curiga." Haha, enggak ada bekasnya kok." Menunjukan kaca pada Miko.


"Lagian ngapain sih cium cium." Sambil menyalakan mobilnya.


"Hadiah."


"Hadiah apa."


"Hadiah nominasi teman terbaik."

__ADS_1


"Gue mau lebih." Miko menatap Amoy sebentar setelah itu ia fokus kembali pada jalanan didepannya.


"Lebih apa ?" Amoy menanyakan pada Miko, namun tak dijawab.


Belum juga jam 10 namun parkiran kampus sudah penuh, Miko yang biasanya memarkirkan mobilnya di depan fakultas namun sekrang harus memarkirkan mobilnya lebih jauh lagi.


"Amoy." Malvin memanggil Amoy yang baru saja keluar dari mobil.


Amoy menatap Miko, ia tak berbicara apapun, namun Miko mengerti, lalu ia pergi meninggalkan Amoy dan Malvin.


"Maaf, semalam aku tak menelponmu."


"Kenapa harus minta maaf." Ujar Amoy dengan jutek.


"Hp nya kemarin mati, adikku memasukan hp ke akuarium, jadinya di penuhui air." Malvin menjelaskannya dengan sedikit kaku, sementara itu Amoy masih belum meresponnya. " Aghh aku kecewa, ku kira kamu akan menunggu telpon dari ku, sepertinya aku terlalu berharap."


"Masih ada kesempatan kan ?" Ujar Malvin yang ceria kembali.


"Masih ada 30 hari lagi."


Malvin tersenyum pada Amoy yang sudah keliatan tak marah, Salsa benar suasa hati Amoy cepat berubah-ubah. "Hari ini ada kuliah jam berapa." Tanya Malvin.


"Jam 10." Amoy melihat jam nya. "15 menit lagi jam 10."


"Padahal aku masih ingin bersama mu, mau aku antar ke kelas."


"Kalau kamu maksa aku mau."

__ADS_1


"Kalau begitu aku benar benar memaksamu, ayo nanti telat."


"Haha, ayo."


"Untung saja memarkirkan mobilnya disana." Malvin berjalan sesekali melihat Amoy.


"Kenapa emang ?"


"Aku jadi bisa lebih lama berjalan dengan mu."


"Owhh, aku baru tau, ternyata kamu orang yang gombal."


"Bukan gombal, ini hanya ungkapan hati."


"Bisa aja kamu, hari ini ada kuliah lagi enggak ?"


"Enggak jelas Dosennya, jadi enggak pasti ada kuliah lagi enggaknya."


"Hmm, memang malas kalau kuliah Dosennya seperti ini."


"Kayanya jalannya kecepetan, udah mau nyampe depan pintu."


"Haha perasaan kita jalannya lambat." Amoy melihat jam nya, seharusnya 7 menit sudah sampai, namun berjalan dengan Malvin membutuhkan waktu lebih dari 10 menit.


"Dahh, sana masuk." Malvin seperti tak ingin berpisah dengan Amoy begitu pula dengan Amoy. "Semangat untuk hari ini."


Setelah membaca jangan lupa ya like nya 😁

__ADS_1


__ADS_2