
Amoy menyiapkan bahan bahan makanan, selain kamar Miko yang menjadi favoritnya, dapur ini juga salah satu ruangan yang membuat Amoy merasa takjub, bagi Amoy yang hobi memasak dapur ini bagaikan tempat para chef memasak, semua bahan dan alat apapun tersedia.
Miko menghampiri Amoy yang masih sibuk dengan masakannya. "Butuh bantuan enggak."
"Enggak, kalau lu bantu bukannya cepet selesai yang ada malah tambah lama." Ketika Miko membantunya terkadang Miko malah mengacaukan semuanya, sehingga Amoy menjadi dua kali lebih capek.
"Masak apa." Muncul dari belakang, menyembulkan kepalanya di leher Amoy. semenatara itu Amoy masih menumis numis masakannya.
"Cobain enak enggak, " Meniupi tumis dagingnya lalu menyuapi Miko.
"Hmm, kurang asin dikit."
"Oh iya." Amoy mencoba masakannya masih dengan sendok yang sama yang Miko pakai, memang sediti kurang asin, Amoy lalu menambahkan sedikit garam. "Coba lagi."
"Enggak kerasa, coba suapin lagi." Ujar Miko yang meminta.
Amoy menyuapi Miko lagi tak lupa meniup makanannya sebelum masuk ke mulut Miko.
"Masih enggak kerasa, suapin lagi."
"Ihh, udah sana ah, nanti yang ada malah habis duluan."
"Haha ya enggak papa, kalau habis masak lagi."
"Enggak mau, males."
"Calon istri enggak boleh males." Ujar Miko setengah berbisik.
"Calon suami enggak boleh buat istri kaya babu." Mengikuti gaya bicara Miko yang setengah berbisik. " Awas sana, panas nih." Amoy mengangkat masakannya untuk dihidangkan di piring.
__ADS_1
Tumis daging itu Amoy tuangkan ke piring dan merapikannya, tapi Miko malah mengacaukannya dengan menyendokan masakan tersebut ke mulutnya.
"Miko, jangan di makan terus, nanti abis."
"Cuma nyicip aja, pelit banget."
"Yang namanya nyicip itu, sedikit aja cukup."
Karena tidak di dengar, Amoy membiarkan Miko terus memakannya sampai makanan tersebut tersisa setengahnya.
Amoy sedang memasak makanan lain, setelah puas mencicipi, Miko kembali menggangu Amoy yang sedang memasak sayur.
"Masukin sayurnya." Ujar Amoy yang menyuruh Miko, sementar ia mengambil garam.
Miko memasukan sayuran-sayuran itu lalu mengaduknya.
"Udah dimasukin ?"
Amoy melihat sayuran yang dimasukan oleh Miko.
"Miko."
"Iya."
"Kenapa lu b*go banget sih, kenapa masukin sayuran yang belum di potong potong, lu kira setelah sayuran masuk kedalam air mendidih sayuran tersebut bakalan memecah dengan sendiri."
"Iya." Ujar Miko yang mengangguk dengan polos. Miko berpikir sayuran yang dimasukan ke air panas akan menjadi lembek dan mudah terpotong.
"Astaga, sumpah gue heran sama pikiran lu, lu pinter bahkan gue akui kecerdasan lu diatas rata rata, lu bisa nyelesain masalah yang rumit tapi kenapa lu enggak bisa ngelakuin hal yang sepele."
__ADS_1
"Ya lu enggak jelas nyuruhnya, lu suruh gue masukin sayurnya ya gue masukin lah, coba kalau lu nyuruh nya dipotong dulu baru masukin, kalau lu nyuruh kaya gitu kan gue pasti motongin sayurnya dulu, enggak akan gue langsung masukin tuh sayur."
"Sayurnya udah gue potong potong, lu nya aja yang b*go, kenapa ngambil yang belum dipotong, denger ya, lagian kalau tuh sayur belum gue potong potong mana berani gue nyuruh lu, lu pasti enggak akan bisa motongin sayur."
"Iya gue yang salah, gue minta maaf, udah ya jangan marah." Memohon pada Amoy.
Setelah Amoy membereskan kekacauan yang Miko buat, Amoy melanjutkan memasaknya. sekarang ia akan membuat dimsum semua bahan seperti daging, tepung dll. telah disiapkan, semenatar itu Miko masih keluyuran di sekitar dapur.
Amoy tidak sengaja menjatuhkan pisau, lalu ia berjongkok untuk mengambilnya, Miko yang lewat tidak sengaja menyenggol tepung tersebut hingga tepung itu jatuh semua dan mengenai Amoy, dibalik wajah Amoy yang terkena tepung Miko bisa melihat amarah temannya itu, bahkan wajah Amoy yang menjadi putih karena tepung membuatnya malah terlihat mirip setan yang akan mengamuk.
"Gue, gue beneran enggak sengaja." Miko yang akan kabur namun tidak berhasil karena bajunya di tarik Amoy hingga mereka berdua terduduk dilantai.
"Gue enggak tau mau bilang apalagi, gue kesel banget sama lu." Amoy dengan kasar mengusapkan sisa tepung itu pada wajah Miko, setelah itu memukulnya.
"Ampun Moy, gue beneran enggak sengaja."
"Kalian sedang apa ?" Lily datang untuk mengambil es krim, namun ia malah melihat Amoy dan Miko dengan keadaan seluruh badan sudah dipenuhi oleh tepung.
Setelah mengambil es krim dan akan kembali ke kamar, Lily berbicara kepada mereka berdua.
"Aku tau kalian pacaran, di drama korea sepasang kekasih masak bareng terus lempar lempar tepung." Lily meninggalkan Amoy dan Miko yang masih terdiam.
"Miko, kayanya adek lu harus berhenti nonton drama korea deh." Ujar Amoy
"Iya, nanti gue bilang."
Miko memanfaatkan situasi ini untuk kabur dari Amoy.
"Miko jangan kaburrrrr"
__ADS_1
Dukung Author dengan cara Klik tombol likenya 👍