
Tidak ada yang spesial dari makan malam hari ini, kecuali hanya memamerkan siapa yang paling mesra dari 2 pasangan ini, saling menyuapi kemudian saling menatap. Terlihat sangat jelas bahwa mereka saling membanggakan pasangan masing-masing.
"Sejak kapan kalian pacaran ?" Ujar Cessa yang bertanya pada Malvin dan Amoy.
"Kurang lebih tiga bulan." Amoy menanggapi dengan santai, perhatiannya masih tertuju pada Malvin yang tidak sengaja mengotori pipinya sendiri dengan saus.
"Belepotan tuh." Amoy mengambil tisu kemudian membersikan sisa saus di pipi Malvin.
Miko berdiri dari duduk nya kemudian membawa piring kotor sisa makan nya.
"Udah selesai yang makannya." Ujar Cessa.
"Hmm, Kalau kamu udah makan nya, aku tunggu di luar." Miko kemudian pergi keluar Villa.
Setelah menghabiskan makanannya, Amoy dan Cessa kemudian membersikankannya, mereka lalu kembali pada pasangannya masing-masing.
Hari semakin malam, sesuai dengan pembagian kamar Miko tidur bersama Malvin, sedangkan Amoy bersama Cessa.
"Amoy." Panggil Cessa yang sudah berbaring duluan di tempat tidur. "Lu tau, gue enggak suka sama lu."
"Hmm, gue tau dan gue juga ngerti kenapa lu enggak suka sama gue." Amoy ikut berbaring di sebelah Cessa.
"Lu tidur di samping gue, mau tau yang gue pikirin?"
"Lu ingin pukul gue atau menjambak atau apapun yang bisa lu lakuin." Amoy paham yang di pikiran Cessa, jika Amoy berada di posisi Cessa mungkin saja Amoy akan melakukan hal yang lebih parah lagi.
Cessa hanya tersenyum, Amoy memang menebak dengan tepat apa yang sedang di pikirkannya. "Tapi Miko tidak akan menyukainya." Ujar Cessa berbicara dengan pelan, seberapa besar pun keingianan Cessa untuk memukul Amoy, Cessa tidak akan melakukannya.
__ADS_1
Hening, Amoy melirik ke arah Cessa yang mungkin sudah tertidur, jujur saja Amoy ingin meminta maaf secara tulus pada Cessa tentang apa yang telah di lakukannya bersama Miko, tapi tetap saja Amoy tidak berani.
Hari sudah semakin larut, Amoy sama sekali tidak mengantuk, padahal badannya sudah merasa sangat lelah. Amoy kemudian beranjak dari tidurnya, mungkin saja segelas air putih dapat menenangkannya.
Saat sedang minum, Amoy tersedak karena melihat Miko yang tiba-tiba sudah di belakangnya.
"Pelan-pelan." Miko mendekati Amoy yang berdiri di depan kulkas. "Minggir."
"Ahh, iya." Amoy menggeser badannya. "Cari apa."
"Makanan." Setelah mendapatkan satu buah apel, Miko kemudian duduk di kursi meja makan.
Amoy menaruh kembali botol minum itu. Melihat Miko yang masih makan di tengah malam seperti ini, Amoy merasa tidak heran karena Miko pasti tidak bisa tidur dan akan mengisi perut nya terlebih dahulu.
Ketika akan melewati meja makan, tangan Amoy tidak sengaja tergores pisau bekas Miko mengupas apel, Amoy kemudian melirik Miko yang ceroboh menaruh pisau dimana saja.
"Obati dulu." Miko menyuruh Amoy untuk duduk.
"Gue bisa sendiri."
"Diam, kalau enggak mau yang lain terbangun."
Amoy akhirnya terdiam karena memang takut ketahuan yang lain dan mereka akan salah paham.
"Masih merokok." Ujar Amoy yang melihat Miko masih fokus mengobati lukanya.
"Sesekali."
__ADS_1
" Berhenti saja, itu enggak baik buat kesehatan."
"Gue masih butuh rokok, karena heroin gue hilang."
Sekarang giliran Amoy yang memegang tangan Miko yang akan pergi.
"lu pakai narkoba." Amoy tidak menyangka Miko bertindak sampai sejauh itu.
"Tidur sana udah malam." Miko pergi duluan ke kamarnya.
~ Setelah semalaman tidak bisa tidur, kepala Amoy menjadi sedikit pusing, harusnya Amoy bisa tidur sampai siang tapi yang ada masih pagi ia sudah terbangun, akan tidur kembali namun sudah tidak mengantuk, rasa nya jadi begitu bosan karena Malvin dari tadi sudah pamit untuk menemui saudaranya yang tinggal dekat pantai.
Amoy membuka gordeng jendela, lalu melihat Miko yang sedang berenang, seperti nya Miko juga semalam tidak bisa tidur, melihat Miko Amoy jadi teringat apa maksud perkataan Miko semalam.
Miko masih bereng dengan santai, kemudian Cessa datang menghampirinya dan membuka bathrobe yang masih melekat di badan hingga tampak lah lekuk tubuh yang hanya tertutupi dengan bikini super sexy.
"Aku udah bilang jangan pake bikini." Ujar Miko yang masih berenang renang.
"Di sini enggak ada siapa siapa." Cessa ikut menceburkan dirinya dan berenang bersama Miko, kemudian mereka saling mendekat lalu terjadilah ciuman.
Amoy masih melihat mereka di balik jendela, sejak kemarin sudah tidak terhitung berapa kali Amoy melihat Miko dan Cessa berciuman.
Hp Miko yang berdering membuat Miko melepaskan ciuman nya. Setelah memutuskan panggilannya, Miko kemudian duduk pada kursi dekat kolam renang di ikuti Cessa yang duduk di kedua paha Miko, mereka masih melanjutkan ciumannya, bahkan sekarang lebih parah lagi, tangan kanan Miko memegang pinggang Cessa bahkan mengarah pada bokong, sementara tangan kirinya berada dipunggung mengarah pada tali bikini yang satu kali tarikan saja akan terlepas, Amoy tidak sanggup melihat lebih lanjut lagi rasanya seperti sedang menonton film dewasa secara langsung.
Amoy baru tau Miko seliar itu, Miko yang Amoy kenal dulu tidak akan berani melakuakan hal seperti ini, walau Amoy tau jika menginginkan lebih dari itu Miko akan menahan dirinya sendiri, Miko memang kadang nakal tapi Miko tidak sebrengsek itu, 2 bulan tidak disamping Miko, Amoy merasakan betapa berubah nya Miko.
Jangan lupa like nya 😊
__ADS_1