I Love My Friend

I Love My Friend
Monica Levina Rhiamoy


__ADS_3

Nama : Monica Levina Rhiamoy


Nama panggilan : Amoy


Umur : 19 tahun


Hobi : Menanam, Memasak dan Makan


Status : Mahasiswa Universitas Xy


Fakultas : Pertanian


Prodi : Agroteknologi


Amoy gadis cantik manis imut, memiliki tinggi badan 168 cm dengan berat 49 kg. Dibandingkan dengan teman teman perempuannya, Amoy memiliki tinggi yg lumayan. Namun saat di samping Miko ia hanyalah gadis mungilnya.


Keluarga Amoy


Ayah


Nama : Henry teta Dhioy


Umur : 45 tahun


pekerjaan : Karyawan perusahaan kelapa sawit terbesar di negara ini. (perusahaan papahnya Miko) tapi belum tau kalau Miko adalah anak dari pemilik perusahaan tersebut.


Ibu


Nama : Betry Ananda Dewi

__ADS_1


Umur : 40 tahun


Pekerjaan : Ibu rumah tangga, Ibu sosialita.


Kakak perempuan


Nama : Sella Veneza Thiamoy


Umur : 24 tahun


pekerjaan : Model


Dan Seorang kembaraan laki laki.


Amoy dan Keluarga nya memiliki hubungan yang kurang baik terutama dengan Ibu nya. Semenjak kejadian itu. Amoy merasa tidak memiliki keluarga. Apapun yang ia lakukan, kapanpun, jamberapa pun ia pulang Amoy tidak pernah di perhatikan kelurga nya. Mungkin tidak pulang saja keluarga nya tidak akan mencari. Amoy selalu menghindar bertemu dengan Ibu nya. Karena itu hanya membuatnya sedih, selalu disalahkan,dan dibanding bandingkan. Dengan Ayahnya berbicara hanya seperlunya. Ayah tidak membenci Amoy hanya saja kurang perhatiaan. Sedangkan dengan Kakak nya. mereka saling cuek jarang mengobrol dan bertemu. Satu satunya yang membuat Amoy merasa hidup adalah bertemunya dengan Miko, Karena Miko tidak meninggalkan Amoy ( dan semoga tidak akan pernah pergi darinya). Walaupun Amoy memiliki pacar namun ia tetap menyayangi Miko.


Pacar Amoy yaitu Dion, ia adalah mahasiswa teknik industri dan seorang ketua Himpunan. Dion selalu sibuk dan jadwal kuliah nya bertentangan dengan jadwal kuliah Amoy. sehingga mereka jarang bertemu. Dion adalah senior beda satu tahun dari Amoy. Mereka berpacaran sudah satu tahun. kadang kalau bertemu pun selalu ada pertengkaran, baik karena kedekatannya dengan Miko atau karena Dion nya yang kurang peka.


" Laparnya. " Amoy mengusap perut ratanya. sedangkan tangan satunya mengorek ngorek tas berharap ada sesuatu untuk dimakan, namun ia hanya menemukan permen coklat, tapi masih bersyukur karena mulutnya masih bisa mengunyah sesuatu. ketika membuka bungkus permen, permen itu terjatuh menyisakan bungkus yang masih ditangannya. " Sialllll ". sambil menatap permen coklat yang tergeletak ditanah. Orang orang disekitar Amoy menatap heran.


Suara hp yg bergetar mengalikan pandangan nya dari permen. Ia membuka pesan dari Dion yang isinya membuat Amoy makin badmood.


pesan


📩Dion : Maaf ya sayang, makan siangnya nggak jadi bareng, hari ini mendadak aku ada rapat himpunan :(


📩Amoy : Iya. Semangat sayang, jangan lupa makan :)


Walau kesal. Amoy masih bisa membalasnya dengan manis, karena Amoy hanya menghindari pertengkaran. Untuk saat ini yang penting adalah mengisi perutnya.

__ADS_1


" Abang tukang bakso... " teriak Amoy sambil melambai lambaikan tangannya, sekali lagi tindakan Amoy membuat orang di sekeliling nya menatap Amoy dengan berbagai macam tatapan.


Abang tukang bakso menghampiri Amoy. " bang bakso 1 ya. "


" Iya, pedes enggak. " Sambil menuangkan beberapa bumbu bakso.


" Sedang aja bang, jangan pake Mie ya. " Amoy duduk kembali dan memainkan hp sambil menunggu pesanannya selesai.


" Ini, silahkan dinikmati. " Tersenyum sopan.


" Makasih bang. " Sambil menikamti makanannya, ia melihat tukang bakso itu mengobrol dengan seorang pengemis ibu ibu dan anaknya yang berusia sekitar 7 tahun.


" Permisi pak tolong beri sedikit makanan untuk anak saya, dari kemarin kami belum makan. " Ibu itu terus memohon, sementara si abang tukang bakso hanya terdiam.


" Bang. " Ucap Amoy. " Buatin 2 lagi ya buat ibu sama anak nya nanti biar saya yang bayar. "


Setelah makan Ibu itu tak henti henti berterimakasih pada Amoy dan mendoakan semoga tuhan membalas nya dengan baik. Entah kenapa Amoy merasa sedih melihat Ibu dan anak itu, mungkin ia hanya membayangkan kedekatan Ibu dan anak yang saling menguatkan.


ketika akan membayar. Amoy teringat bahwa dia juga tidak membawa uang karena dompetnya tertinggal.


" Semuanya jadi 45 ribu. "


" Duhh bang, saya lupa gak bawa uang. " Amoy melihat ekspresi si penjual mulai kesal.


" Gimana sih, kalau enggak ada uang kenapa segala mau bayarin orang lain. " cemberut nya dengan kesal.


Seorang laki laki kemudian datang memghampiri mereka dan membayar nya. si abang tukang bakso kemudian pergi.


" Makasih ya, uangnya nanti saya ganti. Saya minta nomer rekeningnya. " Sambil mengeluarkan hp dari tas.

__ADS_1


" Sama-sama, gantinya nanti saja kalau ketemu lagi. " Laki laki itu tersenyum dan pergi berlari menyusul teman temannya. Sementara itu Amoy hanya terdiam bingung melihat kakak Itu.


Sebenarnya laki laki itu telah memperhatiakn Amoy dari tadi.


__ADS_2