
Cukup lama Miko diluar, setelah selesai telponan dengan Cessa, Miko masuk lagi ke kamarnya.
"Katanya mau tidur di kamar lain." Miko menghampiri Amoy yang sudah terlelap, ia membenarkan posisi tidur Amoy dan menyelimutinya, Setelah itu Miko ikut berbaring di samping Amoy.
"Semoga besok kencannya berjalan dengan lancar, aku harap Malvin serius menyukaimu dan tidak menyakitimu. Amoy, jangan datang padaku saat kamu menangis karena laki laki lain, aku tidak ingin melihatnya, karena aku benar benar tidak menyukainya."
Amoy yang masih tertidur lalu memeluk Miko yang ada disampingnya.
~Pagi yang cerah
Miko terbangun karena suara Alarm di hp Amoy, sementara itu Amoy masih tertidur dengan pulas, Miko yang masih setengah sadar terlonjak kaget melihat bercak bercak darah yang terlihat jelas di sprei putihnya. Miko mecari sumber darah tersebut dan melihat p*ntat Amoy.
"Moy bangun." Sedikit menghentakan badan Amoy.
"Bentar lagi."
"Bangun dulu, lu datang bulan ya."
"Hmm, enggak." Amoy masih setengah sadar, lalu ia merasakan bagian bawahnya memang terasa lembab. "Kayanya ia." Amoy terbangun dan ikut tercengang melihat darahnya sendiri. "Gue mau mandi." Beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. "Miko, tolong mintain pembalut ke Lily."
"Lu aja yang minta sendiri." Miko berteriak pada Amoy tapi Amoy malah menutup pintunya.
Miko masuk ke kamar Lily untuk meminta pembalut. "Lily." Miko terus memanggilnya namun tak ada jawaban. Miko mengetuk pintu kamar mandi. "Li"
__ADS_1
"Kenapa ?" Ujar Lily yang baru keluar dari kamar mandi.
"Minta pembalut."
"Kakak pake pembalut juga ?"
"Buat Amoy, mana sini pembalutnya."
"Oh bentar, ade cari dulu."
"Ok"
Lily tidak langsung memberikan pembalut itu pada Miko. "Beliin ade es krim, nanti baru ade kasih pembalutnya."
"Enggak."
"Iya, nanti Kakak beliin es krim, sekarang mana pembalutnya." Ujar Miko yang membujuk adiknya
"Nih, janji ya harus dibeliin."
"Iya."
Setelah mendapatkan pembalut, Miko langsung memberikannya pada Amoy. "Moy pembalutnya nih."
__ADS_1
"Mana." Hanya mengeluarkan tangganya di balik pintu.
Setelah selesai mandi, Amoy duduk disamping Miko yang tengah berbaring di sofa, karena tempat tidurnya sedang di ganti sprei.
Miko memperhatikan pakaian yang dipakai Amoy. "Lu mau ke club ?" Miko melihat Amoy yang memakai dress amat ketat dan pendek. "Ganti sana."
"Kenapa, bajunya kan lucu."
"Lucu apanya, kependekan tuh."
"Dressnya enggak pendek pendek banget kok "
"Eh, orang jongkok dikit aja bisa liat daleman lu."
"Ihh Miko, lagian juga siapa yang mau iseng jongkok buat liat daleman."
"Lu enggak tau aja, enggak semua cowok pikirannya bersih, sana ganti."
"Enggak mau, aku mau pake baju ini, bajunya cantik."
"Amoy, kalau mau keliatan cantik coba pilih cara yang elegan,enggak harus memperlihatkan lekuk tubuh lu, biasanya cewek yang enggak pede sama wajahnya dia akan menonjolkan bentuk tubuhnya biar cowok teralihkan dari wajah ke badan". (Enggak semua cewek kaya gitu ya, ini hanya berdasarkan pengalaman Miko yang banyak di deketin cewek seperti itu )
"wajah lu enggak jelek-jelek banget kok, cukup pake pakain yang bersih dan rapih, cowok yang baik enggak akan nilai seberapa sexy baju yg lu pakai, jujur ya, cewek yang pake pakain sexy memang keliatan menggoda, termasuk gue yang suka khilaf kalau liat cewek sexy suka lupa ngedip, tapi itu cuma bersifat sementara. Jangan mau keliatan cantik yang kesannya malah terlihat murahan."
__ADS_1
Amoy sedikit tersinggung dengan perkataan Miko, walaupun memang itu kenyataanya. Amoy juga merasa malu karena Miko bisa menebak isi pikirannya, tapi untung saja Miko mengingatkannya, kalau tidak Amoy tidak akan tau apa yang akan di pikirkan Malvin jika ia nekat pakai pakaian seperti ini.
Jangan lupa like ya 😊