I Love My Friend

I Love My Friend
-


__ADS_3

Miko mengantarkan Amoy sampai mobil berhenti di depan gerbang.


"Sana masuk." Miko melihat Amoy yang masih terdiam di mobilnya.


"Mungkin perkataanku akan menyakiti perasaan mu, aku harap kamu bisa memahaminya. Seperti katamu tadi, melupakan orang yang kita cintai memang enggak mudah, tapi Miko kamu harus paham situasinya, jika kamu terus seperti ini, kita hanya akan saling menyakiti, dan tentu akan berpengaruh pada orang di sekitar kita, aku enggak mau Malvin salah paham, kamu juga harus menjaga perasaan Cessa, dan yang terpenting itu perasaan kamu sendiri, kamu harus berhenti menyukaiku karena cinta seperti ini hanya akan membuat mu terluka." Walau sempat ragu untuk mengatakannya, tapi setelah mengatkan apa yang harus Amoy katakan, Amoy merasa sedikit lega dan tentu saja perkataannya pasti akan menyakiti perasasaan Miko, Amoy hanya tidak ingin Miko salah paham, dan penolakan dengan jelas adalah hal terbaik untuk sekarang.


"Aku pergi sekarang, hati hati di jalan."


Setelah mendengar langsung penolakan dari Amoy, rasanya begitu sesak, Miko memang telah mempersiapkan hatinya untuk menghadapi hal seperti ini, tapi rasanya jauh lebih menyaktikan dari apa yang Miko bayangkan.


~Hari semakin berlalu, Amoy dan Miko masih bersikap canggung, bahkan lebih parah lagi, tepat nya Amoy yang kadang menghindari Miko. Teman-temannya pun menyadari bahwa ada hal yang terjadi dengan kedua temannya ini.


"Ayo makan siang di kafe depan kampus." Alex, Kevin dan Miko pergi duluan, sementara itu Salsa dan Amoy menyusul.


"Kalian enggak papa." Salsa berbicara pada Amoy, setelah pulang dari karoke, sikap Amoy dan Miko malah menjadi semakin canggung.


"Enggak papa kok."


"Kalau ingin cerita, cerita aja, gue siap dengerin."


"Makasih ya Sal, kalau gue udah siap, gue pasti kasih tau lu."


"Sip, ayo jalannya cepetan, mereka udah nunggu."


"Makanan gue sama Amoy udah dipesen belum." Salsa dan Amoy ikut bergabung dengan mereka.


"Udah." Kevin


"Eh kemarin, ada yang nanyain lu Ko." Alex.


"Siapa." Miko.


"Cewek." Ujar Alex yang tersenyum nakal.


"Wahhh, sekarang dari fakultas mana nih." Kevin.


"Primadonanya Fakultas ekonomi." Alex menunjukan foto perempuan tersebut. "Dia minta di kenalin sama lu, tapi gue udah bilang lu udah punya cewek."


"Ah sialan lu, kenapa bilang gue udah punya cewek." Miko.


"Lu kan emang udah punya pacar, mau nambah cewek lu." Kevin.


"Gue udah putus sama Cessa." Miko.


"Apa !" Amoy, Kevin, Salsa dan Alex serentak menatap Miko.


"Kenapa putus, sayang banget cewek secantik Cessa di sia siakan gitu aja." Alex.


"Pasti karena LDR." Kevin.


"Cessa emang kemana." Salsa yang ikut merasa penasaran.

__ADS_1


"S2 di negara P." Kevin.


"Lu ada nomernya enggak." Ujar Miko yang bertanya Alex.


"Enggak punya, kalau lu minat DM aja, nama IG nya ini." Alex menulis nama cewek tersebut pada hp Miko.


Miko kemudian melihat foto-foto perempuan tersebut.


"Cantik kan, emang sih enggak secantik Cessa tapi masih lebih jauh cantik Dia dibandingkan Amoy sama Salsa." Alex.


"Kalau bicara suka enggak bisa di kontrol." Salsa menepuk punggung Alex, hingga membuat Alex tersedak makanannya.


"Lu serius mau deketin tuh cewek." Kevin.


"Di lihat dari body nya sih ok, gue pengen tau kepeibadiannya juga." Miko.


"Lu dari tadi diem aja Moy, cemburu ya." Alex


"Di bilang jangan asal bicara." Salsa memukul kembali punggung Alex dan membuat Alex tersedak lagi.


"Gue enggak cemburu, bagus deh kalau Miko mau kenal sama tuh cewe." Amoy.


Suasana yang mulai ramai kini senyap kembali karena ada salah kata yang keluar dari mulut Alex.


"Gue pergi duluan." Sebelum memasuki Mk ke dua, Amoy akan menemui Malvin terlebih dahulu.


~Depan kelas Malvin.


"Ihh ngangetin aja." Amoy mengambil es cream yang di bawa Malvin. "Kamu masih ada Mk ?"


"Enggak ada, ini mau pulang, tapi mau ketemu kamu dulu."


"Huhh dasar."


"Malam ini ada acara enggak."


"Hmm enggak ada, kenapa ?"


"Mau makan malam bareng ?"


"Boleh, di rumah kamu ?"


"Bukan, aku pengen berdua aja, kalau di rumah ada Mamah haha."


"Haha, kalau Mamah denger nanti di marahin loh."


"Pokonya siap siap aja, jam 7 nanti aku jemput."


"Kita mau makan malam dimana."


"Nanti juga tau."

__ADS_1


.......


~Malam yang di tunggu~


Malvin dan Amoy pergi ke tempat yang cukup jauh dari rumah mereka, walaupun perjalannya jauh tapi tidak membuat Amoy merasa bosan, tentu saja karena pergi nya bersama Malvin.


Malvin memarkirakan mobilnya pada sebuah restoran.


"Enggak ada siapapun di sini." Amoy melihat tempat ini begitu kosong.


"Harusnya udah tutup, aku kenal pemiliknya, aku memintanya untuk mempersiapkannya, untuk kita." Malvin tersenyum pada Amoy yang sudah memegang tangannya.


"Makasih sayang, suasana tempatnya begitu romantis."


"Sama-sama." Malvin balas memegang tangan Amoy. "Makannnya udah aku pesen duluan, enggak papa kan ?"


"Enggak papa."


"Kamu harus coba ini." Malvin mengambil sendok lalu memotong cake yang telah di hidangkan. " Enak kan." Menyuapi Amoy.


"Enak banget, rasanya begitu lembut."


"Ini restoran favorit aku, karena tempat nya lumayan jauh dari rumah, aku jadi jarang ke sini, tapi untuk hari ini aku ingin bersama mu, di tempat ini dengan orang yang begitu spesial."


"Aku jadi tersentuh."


" Satu lagi, untuk kamu." Malvin memberikan bunga pada Amoy.


" Aku enggak tau kamu bisa seromantis ini, ini pertama kalinya kamu memberiku bunga." Amoy kemudian memeluk Malvin.


" Ada yang ingin aku lakukan, tapi aku malu kalau kamu melihatnya." Malvin kemudian menutup kedua mata Amoy. "Jangan di lepas ikatannya, sebelum aku melepaskannya."


"Ada kejutaan apa lagi." Ujar Amoy yang tidak sabar.


"Tunggu aja."


Sebuah pelukan, hal pertama yang Amoy dapat. Kemudian Amoy merasakan sebuah jari yang menyentuh bibirnya, dan tak lama kemudian kecupan singkat itu mendarat di bibir Amoy.


"Mau cium, kenapa harus menutup mataku." Sebuah senyuman terukir di bibir Amoy, Amoy mengerti kenapa Malvin menutup matanya, terkadang Malvin memang sangat pemalu.


Ciuman itu kembali dilakukan, kali ini lebih lama lagi, Saat ciuman itu terasa lebih kasar,Amoy jadi teringat pada seseorang, Amoy sebenarnya sedikit ragu untuk melanjutkannya tapi ia tidak ingin mengecewakan Malvin, namun keraguannya itu menjadi bertambah ketika Amoy menghirup aroma parfum yang seperti biasa Miko pakai.


Saat penutup mata itu di buka, kemudian Amoy melihat Malvin yang sudah berjongkong di depanya. Malvin meraih tangan dan mencium punggung tangan Amoy.


Hampir saja Amoy mengacaukannya, setelah mendapat perlakuan manis dari Malvin, bagaimana bisa pikirannya teralihkan pada Miko, mungkin saja Amoy merasa Deja vu karena seringnya ia melakukan dengan Miko.


"Kenapa bengong."


"Ah enggak papa kok." Amoy kemudian tersenyum, agar Malvin tidak merasa kecewa.


"I love you." Malvin masih memegang tangan Amoy, satu kalimat itu membuat keraguan Amoy menjadi hilang.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊


__ADS_2