
Malvin menghampiri Salsa yang sedang duduk sendiri.
"Nunggu siapa ?"
Salsa melihat ke arah Malvin, yang sekarang sudah duduk di sampingnya.
"Nunggu taxi."
"Pulang bareng gue aja."
"Makasih." Tersenyum pada Malvin.
"Sal."
"Hmm"
"Lu kan udah lama temenan sama Amoy, ada yang mau gue tanyain."
"Mau nanya apa ?"
"Gue bingung mulainya darimana, pokoknya lu ceritain apa yang lu tau tentang Amoy."
__ADS_1
"Kenapa gue harus ceritain ke lu."
"Gue suka sama dia."
Salsa hanya tersenyum dengan miris, hal yang ia takuti ternyata memang benar.
"Sal, kok malah bengong ?"
"Hmm lu tanyain aja sama orangnya langsung."
"Sebelum nanya ke orangnya langsung, gue mau tau dulu dari lu, biar gue enggak salah langkah."
"Iya tau, baru aja gue ngungapin perasaan gue sama dia."
Salsa hanya menghela nafasanya, ternyata Malvin memang serius menyukai Amoy.
"Dia nerima lu ?"
" 1 bulan, Amoy kasih gue kesempatan buat buktiin kalau gue emang beneran suka sama dia, makanya sebagai temen, sebagai tetangga, Ayo dong bantuin gue Sal."
Dia orangnya suka ganti ganti pasangan, Amoy enggak pernah lama sendiri, setelah putus dia dengan gampang mecari yang baru, karena memang dia cantik, punya daya tarik tersendiri, jadi bukan hal yang sulit untuk meluluhkan hati laki laki. Hubungannya dengan Miko gue enggak yakin kalau mereka cuma temenan, mungkin hubungan Amoy dengan mantannya enggak bisa bertahan lama karena ada Miko yang selalu disamping Amoy. Amoy juga tidak memperdulikan perasaan orang lain yang menyukainya seperti ia mengabaikan perasaan Alex. Salsa.
__ADS_1
Salsa ingin sekali berbicara itu pada Malvin, namun ia hanya memendamnya, karena bagaimana pun Amoy temannya.
"Tuh kan bengong lagi, lu lagi ada masalah ya? maaf ya gue malah maksa lu buat denger curhatan gue."
Salasa menatap Malvin.
haruskah gue ceritain tentangnya, kenapa harus gue, Salsa.
"Amoy orangnya baik, kadang emang suka moody-an. Pas awal kenal emang keliatan jutek, tapi kalau udah lama temenan sama dia orangny asik, nyambung diajak ngobrol, Selain cantik, Amoy orangnya rajin terus pinter juga, hal yang paling bikin gue iri sama dia, dia itu jago masak, jaman sekarang jarang banget cewek yang seusia kita mau berlama-lama di dapur termasuk gue yang bikin telor ceplok aja harus pake drama gosong. Amoy suka makanan manis apalagi kalau lagi bad mood, Amoy suka warna biru. Amoy suka baca buku dimana pun ia berada, dia suka menyisihkan waktunya untuk membaca. Hmm apalagi ya, gue emang udah lama temenan sama dia, Amoy orangnya tertutup jadi gue enggak tau banyak tentang dia."
Malvin mendengarkan Salsa dengan baik,karena tak ingin melewatkan sesuatu tentang Amoy.
"Hmm Amoy udah lama temenan sama Miko ?"
"Ia, yang gue tau mereka udah temenan sejak SMP."
"Makasih ya Sal, cukup membantu, nanti gue tanya tanya lagi, jangan bosen jawab ya hehe."
"Iya."
"Ayo pulang udah sore."
__ADS_1